Friday, December 3, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeVisual DesignPenduduk Desa di Jepang ini Mampu 'Melukis' dengan Sawah loh! Bagaimana ya...

Penduduk Desa di Jepang ini Mampu ‘Melukis’ dengan Sawah loh! Bagaimana ya Caranya?

Tiap tahun, sebuah desa di Jepang yang terletak di utara Provinsi Aomori, menciptakan lukisan tiga dimensi seukuran lapangan sepak bola yang terbuat dari tanaman padi warna warni.

Dari atas permukaan tanah, lukisan itu tidak begitu terlihat. Dan pemandangan seperti ini banyak dijumpai di pedesaan Jepang, yaitu tumbuhan padi menghampar di sawah nan luas dengan batang-batang lembut kehijauan, bergoyang membentuk gelombang dan membentang luas di cakrawala. Tipikal pedesaan pada umumnya, begitulah, sehingga tidak ada yang aneh.

Namun demikian ketika saya naik ke tempat lebih tinggi dan memandang lebih lama lagi, akan muncul sesuatu.

Jika sebelumnya terlihat hanya berupa gabungan warna hijau pucat dan coklat kemerahan, maka dia perlahan berubah menjadi sosok Godzilla yang siap bertarung dalam bentuk lukisan raksasa sehingga kamera saku saya tak mampu membingkainya.

Terlihat amat mengesankan, sehingga monster itu seolah-olah bakal bangkit dan loncat dari lahan luas dan menghancurkan rumah-rumah penduduk, barangkali seraya menyantap orang-orang malang dengan deretan gigi tajamnya.

jepang

Keterangan gambar,Desain gambar Godzilla ini seakan-akan memperlihatkan monster yang muncul dari ladang.

Karya seni menakjubkan inilah yang menyihir ratusan ribu orang berduyun-duyun ke Desa Inakadate, di Provinsi Aomori, di wilayah utara Jepang, untuk menikmatinya.

Tanbo Art alias “Rice Paddy Art” terdiri ribuan tunas padi yang ditanam secara padu sehingga melahirkan lukisan tiga dimensi seukuran lapangan sepak bola. Karya imajinatif ini dimulai pada 1992, ketika walikota saat itu memerintahkan stafnya memikirkan cara yang dapat menyedot wisatawan datang ke desa itu.

Takatoshi Asari, staf divisi pariwisata dan perencanaan desa, mengungkapkan, saat itu “seorang karyawan melihat sebidang sawah di halaman sekolah dasar yang ditanami padi dengan warna kuning, ungu dan hijau, dengan pola bergaris. Lalu dia berpikir, ‘Bagaimana jika kita menanami sawah dengan tiga warna padi sehingga tercipta gambar dengan teks?’ Ketika itu kita belum memikirkan konsep seni apapun.”

jepang

Keterangan gambar,Pertanian padi merupakan mata pencaharian di Inakadate

Ketika saya bertanya kepada pemandu wisata saya Hiroki Fukushi, “Kenapa padi?”, dia menjawab: “Desa kami tidak memiliki apapun kecuali sawah. Jadi kami berpikir, ayo apa yang bisa kita lakukan terhadap sawah kita.”

Di desa terpencil, dengan penduduk sekitar 8.000 orang, menanam padi merupakan mata pencaharian utama. Beras telah dibudidayakan di wilayah ini selama sekitar 2.000 tahun.

Dan simbol resmi untuk Desa Inakadate adalah Inenohana, atau bunga padi, sementara lagu desa ini menggambarkan tentang bunga padi.

Pada tahun pertama, sekitar 100 orang warga desa membantu menanam padi. Hasilnya, lukisan sederhana berupa gunung dan sebaris kata-kata ‘Rice Culture Village Inakadate‘ dalam aksara Jepang.

Ketika itu hanya sedikit orang yang melihat. Menyadari diperlukan karya seni yang lebih menarik, “setiap tahun, kami membubuhkan lebih banyak warna pada tunas padi dan meningkatkan teknologi agar karya seninya lebih keren,” kata Asari.

jepang

Keterangan gambar,Desain pertama merupakan representasi geometrik sederhana di dekat gunung Iwaki.

Atsuhi Yamamoto, guru seni di sekolah desa, kemudian diberi tanggung jawab untuk merealisasikan rencana-rencana itu.

“Tante saya bekerja di gedung pertemuan desa. Pada tahun Heisei 15 (2003), ada rencana untuk membuat karya seni padi berupa Mona Lisa, tetapi rumit,” jelasnya.

Merasa tidak yakin bagaimana membuat gambar yang lebih ambisius jika dibanding gunung Iwaki yang sederhana, yang mereka lakoni selama 10 tahun, dewan desa kemudian meminta nasihatnya.

Yamamoto lantas membuat gambar kasar Mona Lisa, dan ternyata tidak terlalu berhasil. Gagal dalam perspektif, dan beberapa orang di desa itu mengatakan sosok Monalisa terlihat gemuk.

jepang

Keterangan gambar,Representasi ambisius mereka tentang Mona Lisa disambit dengan beragam kesuksesan.

“Saat saya membuat seni tumbuhan padi, saya membuat beberapa kali kesalahan. Tetapi setelah beberapa kali mencoba dan membuat kesalahan, saya makin berpengalaman. Kini, saya rasa, ketrampilan saya dalam seni tumbuhan sudah seperti yang saya impikan,” katanya.

Proyek ini, tentu saja, sudah melangkah jauh semenjak mereka menggambar gunung Iwaki dan sosok Mona Lisa.

jepang

Keterangan gambar,Penanaman berlangsung di akhir musim semi dan gambar-gambar itu akan muncul di musim panas

Tanbo Art, yang digelar setiap tahun kini, kini digelar dengan proses perencanaan yang lebih matang, dimulai saat musim gugur usai panen dan diakhiri pada April, sekitar sebulan sebelum penanaman dimulai, jelas Walikota Koyu Suzuki.

“Tema ditentukan di Dewan Promosi Revitalisasi Desa. Kami mencoba untuk memilih sebuah desain yang dapat menyenangkan semua orang dengan latar yang berbeda,” kata Suzuki.

Berikutnya, Yamamoto membuat gambarnya dan hasilnya akan dicetak melalui program khusus komputer untuk membantu dalam menentukan perspektif gambar, sehingga terlihat keren saat dilihat dari lokasi pengunjung.

jepang

Keterangan gambar,Gone with the Wind

Padi mulai ditanam pada akhir musim semi di dua lokasi desa, dan benih itu mulai tumbuh dari Mei sampai Oktober.

“Terdapat 12 varietas padi yang kita gunakan, dan varietas itu memiliki tujuh warna. Ketika benih itu ditanam, tidak terlihat perbedaan warna, tetapi saat mulai tumbuh, Anda mulai dapat melihat perbedaannya,” kata kepala seksi pariwisata Inakadate, Masaru Fukushi, yang juga bertanggung jawab untuk perawatan tumbuhan padi.

Gambar-gambarnya mulai muncul dari hamparan lumpur sekitar Juni, tetapi lukisan hidupnya mencapai puncak keindahannya pada bulan Juli dan Agustus, ketika area pengamatan penuh sesak dengan pengunjung.

jepang

Keterangan gambar,Star Wars

jepang

Keterangan gambar,Geisha dan Marilyn Monroe

Awalnya,pada 1990an, pengunjung masih cukup terbatas, namun berkembang terus hingga mencapai total 340,000 pengunjung yang datang ke dua lokasi pada 2016.

Kota ini bahkan sampai membangun stasiun kereta api, Stasiun Tanbo Art, dan sebuah menara khusus untuk menampung semua orang.

Berbagai tema menarik ditampilkan, termasuk adegan film Star Wars dan Gone With the Wind. Tetapi kecenderungan yang dipilih warga desa adalah motif tradisional Jepang yang belakangan makin diminati.

jepang

Keterangan gambar,Tujuh Dewa Keberuntungan

Pada 2016, saat saya berkunjung, gambar utamanya adalah Godzilla dan para aktor drama televisi Sanada Maru, sebuah tayangan samurai bersejarah yang sangat populer pada tahun lalu.

Suzuki tampak malu ketika saya menanyakan tentang tema tahun ini. Dia hanya mengatakan temanya seputar “Desain gaya Jepang, seperti gambar yang berasal dari Kojiki (teks tertua Jepang yang berasal dari abad ke 8).”

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: bbc.com

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments