Friday, December 3, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeVisual DesignYuk Belajar Penggunaan Warna 'Ekspresif' di Lukisan Impresionis Melalui Tokoh: Claude Monet,...

Yuk Belajar Penggunaan Warna ‘Ekspresif’ di Lukisan Impresionis Melalui Tokoh: Claude Monet, Berthe Morisot, Pierre-Auguste Renoir

Claude Monet

Claude Monet adalah pencetus gerakan impresionis di Prancis. Sebagai  seniman hebat yang inspirasional, Monet adalah tokoh penting yang membentuk kelompok seni independen yang memulai lahirnya aliran impresionisme. Monet lebih menyukai melukis di luar, di udara terbuka (ein plein) dan menangkap kejadian cahaya pada waktu tertentu. Hasil karya Monet yang paling terkenaladalah lukisan berseri yang dia hasilkan dengan melukis subjek pemandangan yang sama berkali-kali pada berbagai waktu (sore, subuh, malam, dsb).

Lukisan Impresionisme Water Lilies & Analisisnya

Contoh lukisan aliran impresionisme: Water Lilies oleh Claude Monet

Water Lilies merupakan salah satu lukisan dari seri pemandangan halaman rumahnya sendiri yang dibuat sekitar tahun 1890-an. Monet melukiskan pemandangan yang sama seperti ini pada berbagai waktu: siang, sore, hingga ke malam hari, sama seperti seri lukisannya yang lain. Meskipun menggunakan sapuan kuas cepat dan tidak presisi Manet berhasil mencitrakan pemandangan air pada lukisan ini. Refleksi dibuat hanya dengan indikasi-indikasi semi abstrak namun bekerja dengan sangat efektif. Seri Water Lilies disebut-sebut sebagai salah satu Mahakarya dari Maestro Impresionis ini.

Berthe Morisot

Berthe Marie Pauline Morisot adalah seorang pelukis wanita yang merupakan anggota kelompok pelukis independen yang diinisiasi oleh Monet. Ketika pameran kedua kelompok impresionis itu dibuka, seorang Kritikus menyebut para partisipannya sebagai “lima atau enam orang gila”, karena salah satu dari mereka adalah seorang wanita, yaitu Morisot. Morisot mencapai kesuksesan di usia yang masih sangat muda, pada usia 23.

Sebagai pelukis wanita pada masa itu Morisot mendapatkan berbagai kendala karena gendernya. Morisot memiliki kesempatan yang lebih terbatas dari pria dan  ia dilarang untuk mengejar pendidikan yang sama dengan rekan-rekan prianya. Meskipun begitu Morisot tetap mengembangkan koneksi dan dukungan keluarga yang memungkinkannya untuk mengukir karir independennya sebagai seniman wanita. Ia berkarir sebagai seniman lebih dari tiga dekade. Ia berhasil menulis namanya di sejarah seni Perancis, bahkan seni dunia.

Eugene Manet and His Daughter at Bougival & Analisisnya

Contoh lukisan impresionisme: Eugene Manet and His Daughter at Bougival oleh Berthe Morisot.

Sapuan kuas dengan marka yang kontras dalam sekejap mengundang mata kita untuk memperhatikannya. Morisot membuat lukisan ini seakan menjadi Snapshot kamera yang spontan dan menangkap momen seorang Ayah dan Anaknya yang sedang menikmati waktu bersama. Impresi potret sangat terasa dan memiliki estetika yang lebih menggoda jika dibandingkan dengan jepretan fotografi. Suasana juga sangat terbentuk dengan baik dan memberikan pencitraan yang menyenangkan di lokasi yang tampak seperti taman sederhana di dekat rumah itu.

Pierre-Auguste Renoir

Pierre-Auguste Renoir adalah salah satu seniman Impresionis Prancis yang ikut berpengaruh besar dalam perkembangan aliran impresionisme. Sebagai perupa yang fokus terhadap kecantikan dan terutama keindahan feminin, dikatakan bahwa: “Renoir adalah perwakilan terakhir dari sebuah tradisi yang berjalan langsung dari Rubens ke Watteau.” Dia adalah ayah dari aktor Pierre Renoir, pembuat film Jean Renoir dan seniman keramik Claude Renoir.

Dance at Le moulin de la Galette & Analisisnya

Contoh Karya Aliran Impresionis: Dance at Le moulin de la Galette oleh Pierre-Auguste Renoir.

Lukisan ini merupakan salah satu karya yang paling terkenal di aliran Impressionisme. Lukisan menggambarkan suasana minggu sore yang khas di Moulin de la Galette , Paris. Pada akhir abad ke-19, Para kelas pekerja Paris akan berkumpul dan menghabiskan waktu bersama di sana menari, minum-minum, dan makan hingga dini hari.

Suasana riuh pada lukisan ironisnya malah menenangkan pandangan kita. Lukisan seakan tidak memiliki fokus yang pasti, namun ketika kita mulai menjelajahinya, maka kita tidak akan bisa berhenti disitu saja. Pandangan kita akan diarahkan ke setiap sudut lukisan melalui ritma yang dinamis dan berujung pada puncak suasana kehangatan pesta tersebut.

Sumber: serupa.id

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments