Friday, December 3, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeVisual DesignFauvisme: Binatang Buas dalam Aliran Seni Perancis (Heni Matisse, Maurice de Vlaminck,...

Fauvisme: Binatang Buas dalam Aliran Seni Perancis (Heni Matisse, Maurice de Vlaminck, André Derain)

Henri Matisse

Selain menjadi Bapak fauvisme, Matisse juga dikenal sebagai salah satu rival terbesar dari Pablo Picasso. Meskipun Matisse juga tertarik terhadap aliran kubisme, ia menolak gagasan umumnya. Ia lebih memilih untuk terus mengembangkan fauvisme bersama kelompoknya. Ia berpendapat bahwa seni harus tetap lembut, menenangkan dan tidak kaku seperti kubisme.

Hampir seluruh ciri dan gagasan kunci fauvisme muncul pada karyanya. Namun salah satu yang menjadi ciri khas lebihnya adalah kebebasannya dalam menggambar. Ia tidak ingin teknis, akurasi dan semua beban dalam proses melukis muncul pada karyanya. Sehingga kesalahan anatomi atau bentuk yang sedikit melenceng, dibiarkan begitu saja selama ekspresinya masih tersampaikan. Henri Matisse berpendapat bahwa seni tidak boleh menyulitkan seniman, justru harus memberikan kegembiraan pula dalam prosesnya.

Contoh Karya Fauvisme: Green Stripe dan Analisis

Contoh lukisan fauvisme “The green Line” oleh Henri Matisse

Model merupakan istrinya sendiri Amelie, lukisan ini merupakan salah satu lukisannya yang paling terkenal di zaman 20-an. Pengambilan subjek yang mengenakan pakaian sehari-hari adalah salah satu ciri dari seniman modern di masa itu. Tidak seperti lukisan renaisans yang cenderung hanya melukiskan seseorang yang mengenakan pakaian terbaiknya dalam lukisan.

Matisse hanya menggunakan warna untuk menggambarkan wajah istrinya, dalam artian ia tidak menggunakan shading dan highlight. Warna hangat dijadikan highlight dan warna dingin digunakan sebagai pengganti shading. Garis hijau (green stripe) membagi wajah Amelie menjadi dua bagian, seperti yang biasa dilakukan dalam teknik pencahayaan side lighting lukisan maupun fotografi, namun sekali lagi ia menggunakan warna, bukan value (gelap-terang). Marka kuas yang tampak jelas adalah salah satu ciri khas Matisse yang tidak ingin menunjukan tingkat kesulitan yang dialami oleh seniman ketika melukis.

Maurice de Vlaminck

Maurice de Vlaminck adalah salah satu rekan Matisse dalam persaingan mereka dengan para kubisme, atau boleh dibilang spesifiknya; Pablo Picasso. Kesamaan yang dimiliki oleh dua seniman pemberontak ini adalah kemampuan luar biasa untuk berinovasi, untuk menciptakan sesuatu yang baru. Bagi Picasso, ide itu adalah Kubisme; sementara Vlaminck dan rekan-rekannya, inovasi itu adalah penggunaan warna-warna cerah dan ekspresif yang tidak lain adalah fauvisme. Sebetulnya Vlaminck adalah salah satu seniman yang vokal dalam mengkritisi perkembangan seni rupa modern, namun ironisnya, ternyata dia sendiri adalah salah satu pelopor seni modern sejati.

Keunikan Vlaminck dari rekan fauvisme lainnya adalah penggunaan outline yang lebih tegas, berat dan gelap berlawanan dengan warna bentuk yang dibalutinya sendiri; lembut, ringan dan cerah. Ciri khas tersebut menjadi focal point tambahan bagi gaya fauvisme sendiri yang sudah sangat kontras dan ekspresif. Seperti sikapnya yang tampak hipokrit (munafik) terhadap seni modern, hal ini juga terjadi pada gaya lukisnya. Meskipun ia sering menghina Kubisme dan menyebutnya bukan lawan yang pantas untuk Fauvisme, beberapa lukisannya justru tampak diwarnai oleh gaya kubisme. Mungkin ini adalah salah satu contoh nyata dari anekdot klise bahwa membenci dapat berarti mencintai.

Contoh Karya Fauvisme Maurice de Vlaminck: The Dancer at Rat Mort dan Analisisnya

Contoh lukisan fauvisme “The dancer at Rat Mort” oleh Maurice de Vlaminck

Karya ini adalah representasi dari penari klub malam bohemia di paris yang bernama Le Rat Mort (Tikus Mati). Meskipun Vlaminck menggunakan seorang model, tampaknya ia tidak ingin lukisan ini dikategorikan sebagai lukisan potret. Buktinya begitu banyak fitur dan bentuk yang disederhanakan, salah satunya adalah mata besar yang tidak sesuai dengan proporsi sebenarnya. Selain menjadi salah satu ciri seni modern, dengan mata tersebut ia juga seakan membuat simbol bahwa penari anonim ini dengan berani berhadapan dengan penonton. Kosmetik yang tebal menunjukkan kemuakannya terhadap unsur dunia modern. Ia tidak menggunakan kosmetik tersebut untuk mempercantik modelnya, namun untuk menunjukan betapa berlebihannya gaya hidup modern.

André Derain

André Derain memiliki peran besar dalam pengembangan dua gerakan artistik paling signifikan di awal abad ke-20. Dia, Henri Matisse, dan Maurice de Vlaminck menghasilkan Fauvisme. Berbeda dengan anggota kelompok fauvisme lain, ia justru terhitung cukup dekat dengan sosok yang dianggap sebagai rival fauvisme, yaitu Pablo Picasso. Karena kehadiran Derain, terjadi proses sintesis dari fauvisme dan berbagai gagasan Picaso yang disebut-sebut merupakan bagian integral dari Kubisme awal.

Namun demikian, kontribusinya sebagai penghasil gagasan di balik gerakan-gerakan ini terus diperdebatkan, dan beberapa menganggapnya hanya sebagai ide turunan saja. Perdebatan tersebut disebabkan oleh fakta bahwa ia secara terus-menerus mencari makna artistik dan berusaha menciptakan seni abadi yang dihapus dari kekhasan zaman modern. Sepanjang hidupnya, ia terus bereksperimen dengan berbagai idiom gaya lukis. Bagaimanapun ia tetap menjadi salah satu sosok penting yang mengawali penyebaran seni modern di dunia.

Contoh karya Fauvisme dari Andre Derain Turning Road, (L’Estaque)

Contoh fauvisme: Turning Road, oleh Andre Derain

Lukisan ini, menggambarkan lokasi populer yang dilukis oleh banyak seniman modern lainnya, termasuk Cézanne dan Braque. Karya ini menggambarkan tekniknya banyak dipengaruhi oleh leluhur artistik langsungnya, dimana secara bersamaan pula ia mulai mengembangkannya ke arah baru. Meskipun minat terhadap garis pantai L’Estaque di Prancis Selatan dimiliki oleh banyak orang, versi Derain berbeda. Ini bukan lukisan pemandangan murni, pencitraan tokoh-tokoh dalam alam mengingatkan tema Arcadian yang tampak dalam lukisan-lukisan Simbolisme. Lukisan ini membangkitkan gagasan “deformasi dekoratif” yang dikenal oleh para Simbolis, membangkitkan kebenaran esensial dalam pencarian seni abadi.

Sumber: serupa.id

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments