Sudah Tau Belum 10 Jenis dan Fungsi Filter Kamera dalam Fotografi Landscape

on

|

views

and

comments

Dengan membaca artikel ini, kamu akan memahami jenis-jenis filter kamera untuk pemotretan landscape yang umumnya sering digunakan oleh photographer.

Filter kamera sering digunakan dan wajib ada bagi photographer landscape karena sebagian besar efek dan manfaat dari filter-filter ini tidak bisa diperoleh dengan aplikasi software editing yang paling canggih sekalipun.

Secara garis besar, filter kamera berfungsi untuk :

  • Membantu meminimalisasi efek flare dan silau.
  • Meningkatkan kontras dan warna pada foto.
  • Mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke lensa.
  • Mengkoreksi warna dan color balance pada foto.
  • Dan masih banyak lagi.

Setiap jenis filter memiliki kegunaan masing-masing yang semuanya bertujuan untuk menambah keindahan foto terutama foto pemandangan / landscape.

Jika kamu masih pemula di bidang fotografi landscape, artikel ini cocok buatmu untuk memahami berbagai jenis filter-filter yang ada di dunia fotografi.

Jenis-Jenis Filter Kamera

1. Filter UV

Filter UV (Ultraviolet) merupakan filter yang berfungsi untuk mengurangi masuknya sinar ultraviolet ke sensor kamera.

Filter UV

Pada jaman fotografi lawas, film sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet karena bisa menyebabkan foto menjadi kabur atau munculnya rona kebiruan.

Saat ini, kualitas coating lensa semakin baik, jadi filter UV sebenarnya tidak perlu digunakan lagi meskipun masih banyak fotografer yang masih menggunakannya untuk melindungi optik lensa dari benturan atau goresan.

Secara pribadi saya tidak merekomendasikan penggunaan filter UV karena filter ini bisa mengurangi kontras dan ketajaman hasil foto, kecuali kamu menggunakan filter UV kualitas bagus dan mahal.

2. Filter Neutral Density (ND)

Filter Neutral Density merupakan filter yang berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke dalam lensa agar angka shutter speed semakin lambat.

Filter ND sering digunakan fotografer landscape untuk mendapatkan foto slow speed saat memotret pantai, awan, agar pergerakan air dan awan terlihat lembut. Filter ini juga bisa digunakan untuk memotret pergerakan manusia di keramaian kota.

Filter ND bisa dibagi menurut tingkat kepekatannya :

a. ND Standard

ND Standard memiliki tingkat kepekatan yang rendah, yaitu antara 0.3 — 0.9 Neutral Density.

Neutral DensityEfek
0.3 NDMenurunkan eksposur 1 stop
0.45 NDMenurunkan eksposur 1,5 stops
0.6 NDMenurunkan eksposur 2 stops
0.75 NDMenurunkan eksposur 2,5 stops
0.9 NDMenurunkan eksposur 3 stops

b. ND Little Stopper

ND Little Stopper merupakan filter neutral density dengan tingkat kepekatan sedang, bisa menurunkan eksposur hingga 6 stops.

ND Little Stopper

Contoh hasil foto dengan ND Little Stopper :

www.leefilters.com

c. ND Big Stopper

ND Big Stopper merupakan filter neutral density dengan tingkat kepekatan tinggi, bisa menurunkan eksposur hingga 10 stops.

ND Big Stopper

d. ND Super Stopper

ND Big Stopper merupakan filter neutral density dengan tingkat kepekatan sangat tinggi, bisa menurunkan eksposur hingga 15 stops.

ND Super Stopper

Contoh hasil foto dengan ND Super Stopper :

www.leefilters.com

Penggunaan ND Big — Super Stopper biasanya akan menimbulkan color cast pada foto. Terlihat pada foto kanan, ada color cast kebiruan akibat dari penggunaan ND Super Stopper.

e. Variable ND Filter

Varialbe ND Filter merupakan jenis filter ND yang bisa diputar untuk mendapatkan kepekatan yang berbeda-beda. Variable ND Filter biasanya berada di rentang ND 2 hingga ND 400.

Dengan filter ini, tentunya kamu tidak perlu membawa banyak filter ND dengan tingkat kepekatan yang berbeda-beda, sehingga lebih praktis. Meski begitu, hasil dari variable ND Filter tidak akan sebagus penggunaan filter ND biasa.

3. Filter Graduated Netral Density (GND)

Kamera tidak secanggih mata manusia yang mampu melihat dengan rentang dynamic range yang tinggi karena citra gambar terus-menerus diterima dan diproses oleh otak. Hasilnya, mata manusia bisa melihat gambar sama terang meski terdapat perbedaan kecerahan yang tinggi.

Pada kamera, perbedaan kecerahan yang tinggi akan membuat hasil foto sebagian sangat terang dan sebagian lagi sangat gelap.

Contoh :

Saat mendapatkan eksposur langit yang normal, bagian pantai menjadi sangat gelap (under exposure). Saat mendapatkan bagian pantai normal, langit menjadi sangat terang (over exposure).

Untuk itulah diperlukan sebuah filter yang bernama Graduated Neutral Density.

Graduated Neutral Density

Filter GND bekerja dengan cara mengurangi intensitas cahaya di setengah bagian atas, sementara di setengah bagian bawah tetap meloloskan cahaya seperti seharusnya sehingga eksposur foto yang didapatkan seimbang.

Pada foto kiri bawah, pantai terlihat normal namun langit menjadi sangat cerah. Oleh karena itu, dibutuhkan filter GND agar keseluruhan eksposur menjadi normal seperti pada contoh foto sebelah kanan bawah.

www.leefilters.com

Ilustrasi penggunaan GND :

https://www.leefilters.com/

Sama seperti filter ND, filter GND juga memiliki tingkat kepekatan yang berbeda-beda :

Jenis-Jenis Filter GND

Jika dibagi menurut jenis dan fungsinya, filter GND bisa diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Filter GND Soft Grad

Sesuai namanya, filter GND Soft Grad memiliki transisi gelap ke terang yang lembut.

Filter GND Soft Grad

Filter ini digunakan untuk memotret pemandangan yang memiliki garis horizon yang tidak tegas, misalnya pantai dengan pegunungan atau pepohonan sebagai background-nya.

b. Filter GND Hard Grad

Sesuai namanya, filter GND Hard Grad memiliki transisi gelap ke terang yang tegas.

Filter ini digunakan untuk memotret pemandangan yang memiliki garis horizon tegas dan jelas, misalnya garis pantai tanpa ada background apapun kecuali langit dan matahari.

Catatan :
Pada pengaplikasiannya, filter GND Soft Grad lebih versatile dibanding GND Hard Grad. Cocok untuk pemula dan bisa digunakan pada hampir semua kondisi pemotretan.

c. Filter Reverse GND

Sesuai namanya, filter reverse GND memiliki transisi gelap ke terang yang terbalik, artinya makin ke tengah semakin gelap.

Filter ini cocok digunakan saat pemotretran sunset atau sunrise dengan kondisi sinar matahari yang masih sangat keras di garis horizon bumi.

Bagian yang paling pekat dari filter (tengah) akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke lensa sehingga bagian horizon tidak over exposure.

Jika matahari sudah terbenam, maka penggunaan filter GND Standard (bukan reverse) lebih cocok.

d. Filter Graduated ND Color

Graduated ND Color Filter sebenarnya hampir sama dengan GND biasa, namun filter ini memiliki warna-warna berbeda sesuai dengan peruntukkannya.

Contoh : Graduated ND Color Sunset.

Filter ini memiliki warna kuning oranye di bagian atas yang berfungsi untuk mempertegas warna kuning keemasan saat pemotretan sunset.

Graduated ND Color Sunset

e. Filter Graduate ND Combination

Filter Graduate ND Combination merupakan kombinasi dari filter Graduate ND dan Graduated ND Color.

Filter ini terbagi lagi menjadi 2 jenis :

  1. To Combination Filter; dan
  2. With Combination Filter.
e.1 To Combination Filter

Filter ini bercirikan : bagian atas berwarna hitam — seperti GND biasa — sedangkan bagian bawah memiliki warna sesuai peruntukkannya.

To Combination Filter

Bagian atas filter berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya — sama seperti filter GND Standard — sedangkan bagian bawah berfungsi untuk mempertegas warna sesuai peruntukkannya.

e.2 With Combination Filter

Filter ini hampir sama dengan filter To Combination Filter, hanya saja bagian atasnya bukan hanya berwarna hitam, tetapi dicampur juga dengan warna sesuai peruntukkannya.

With Combination Filter

Bagian atas filter berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya sekaligus mempertegas warna, sedangkan bagian bawah hanya berfungsi untuk mempertegas warna sesuai peruntukkannya.

5. Polariser

Filter polariser merupakan salah satu filter wajib dan paling banyak digunakan oleh photographer.

Jika cahaya matahari mengenai permukaan non logam seperti kaca atau air, maka cahaya tersebut akan terpolarisasi dan mengakibatkan refleksi / pantulan silau. Refleksi ini hanya bisa dihilangkan dengan filter polariser. Dengan hilangnya pantulan, maka kontras dan saturasi foto akan meningkat.

Jadi, filter polariser berfungsi untuk :

  • Mengurangi pantulan atau refleksi pada permukaan benda, serta
  • Meningkatkan kontras dan saturasi foto.

Filter polariser hanya berfungsi saat cahaya matahari menyinari objek dari sisi sebelah kiri atau kanan. Jika filter digunakan persis menghadap atau membelakangi matahari, maka tidak ada efek yang bisa didapatkan.

Filter Polariser bisa dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

  1. Linear Polariser;
  2. Circular Polariser (CPL).

a. Linear Polariser

Linear Polariser idealnya digunakan untuk kamera film dengan lensa manual fokus.

Filter ini tidak bisa diputar layaknya filter CPL.

b. Circular Polariser (CPL)

Circular Polariser digunakan untuk kamera digital dengan sistem focusing otomatis.

Filter CPL

Filter CPL bisa diputar menyesuaikan arah cahaya matahari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Secara nyata, hasil dari penggunaan filter polariser bisa terlihat pada warna langit yang sangat biru kental atau dasar sungai yang jernih terlihat dari permukaan.

kiri : tanpa CPL, kanan : dengan CPL [img src : leefilter.com]
kiri : tanpa CPL, kanan : dengan CPL [img src : leefilter.com]

Perhatikan bagian langit dan batang mercusuar pada foto di atas, terlihat langit menjadi lebih biru dan pantulan cahaya di batang mercusuar menghilang sehingga foto terlihat lebih bagus.

6. Filter Black and White

Filter Black and White bukanlah filter untuk membuat foto menjadi hitam putih atau BW, tetapi untuk memperkuat kontras foto — terutama pada bagian langit dan awan — saat pengaturan kamera diatur ke hitam putih.

Charlie Waite: Touareg and Camels, Timbuktu

Filter Black and White umumnya terdiri dari 3 warna saja :

  1. Green;
  2. Yellow; dan
  3. Red.
Deep Yellow

Perlu diingat bahwa penggunaan filter ini membutuhkan kehati-hatian karena bisa saja filter malah menggelapkan satu warna dan mencerahkan warna lainnya.

Contoh : Filter Black and White berwarna merah bisa menyebabkan benda berwarna merah hampir putih dan membuat langit biru hampir hitam.

7. Mist & Fog Filters

Mist & Fog Filter merupakan jenis filter untuk mendapatkan efek kabut pada foto.

Mist & Fog Filters
www.leefilters.com

Filter ini cocok dikombinasikan dengan filter lainnya.

8. Infrared Filter

Sesuai namanya, filter infrared digunakan untuk mendapatkan hasil foto dengan efek seperti menggunakan kamera infra merah.

9. Solar Eclipse Filter

Solar Eclipse Filter

Solar eclipse filter digunakan saat memotret gerhana matahari.

Filter ini akan mengurangi intensitas cahaya matahari pada bagian cicin gerhana agar foto pada bagian cincin gerhana tidak over eksposur.

Jangan melihat langsung ke gerhana matahari meskipun sudah menggunakan filter ini.

10. Color Correction Filter

Color Correction Filter biasanya digunakan untuk mengkonversi warna foto, memberikan kompensasi warna foto, mengkoreksi warna foto dan juga untuk memberikan efek hangat atau dingin pada foto.

Filter jenis warming cocok untuk memberikan efek hangat pada foto sementara filter jenis cooling akan memberikan efek dingin kebiruan pada foto.

https://www.leefilters.com/

Filter Menurut Bahan Pembuatnya

1. Bahan Glass

Filter bahan glass umumnya digunakan untuk bahan dasar filter ND, terbuat dari bahan kaca, harga lebih mahal dan berat, mudah pecah namun lebih kuat terhadap goresan.

2. Bahan Resin

Filter bahan resin umumnya digunakan untuk bahan dasar filter Graduated ND, terbuat dari bahan resin plastik, harga lebih murah dan ringan, tidak mudah pecah namun lebih rentan terhadap goresan.

3. Polyester

Selain kedua bahan di atas, filter kamera juga bisa terbuat dari campuran bahan polyesterpolycarbonate atau jel.

Bahan polyester biasanya digunakan untuk pembuatan filter jenis color correction.

Sistem Filter Kamera Berdasarkan Ukurannya

1. 75 MM System

Filter 75 mm system dirancang hanya untuk kamera mirrorless atau kamera compact sejenis, bukan untuk DSLR.

75 MM System

Sesuai namanya, ukuran filter jenis ini hanya 75mm sehingga terlalu kecil untuk lensa berukuran besar seperti lensa kamera DSLR.

2. 85 MM System

Filter 85 mm system sudah dirancang untuk kamera DSLR, namun tidak cocok digunakan pada lensa wide seperti 10-22mm, 11-16mm dan sejenisnya. Jika dipaksakan, bakal muncul vignette di sisi kiri kanan foto karena fisik filter akan masuk ke dalam frame.

Sistem filter ukuran ini masih bisa dipasangkan pada lensa 18-55mm, atau dipasangkan dengan lensa 17-40mm dengan body kamera tipe APS-C, bukan fullframe.

3. 100 MM System

Filter 100 mm system merupakan ukuran yang paling umum dan banyak digunakan oleh photographer landscape. Sistem filter ukuran ini cocok untuk digunakan pada kamera DSLR baik APS-C ataupun fullframe.

100 MM System

Saya sangat rekomendasikan sistem ini karena bisa digunakan pada hampir seluruh jenis lensa baik wide ataupun tele.

4. 150 MM System

Sistem 150 mm merupakan sistem yang memiliki ukuran paling besar, yaitu 150 mm.

150 MM System

Sistem filter ini dirancang untuk lensa-lensa tertentu dengan body yang sangat besar disertai optik yang menjorok keluar seperti :

  • Nikon AF-S Nikkor 14-24mm f/2.8G ED
  • Nikon 14mm f2.8 D AF ED
  • Nikon PC NIKKOR 19mm f/4E ED Tilt-Shift
  • Canon EF 14mm f2.8 L II USM
  • Canon EF 11-24mm f4L USM
  • Canon TS-E 17mm
  • Fujifilm XF 8-16mm f2.8
  • Pentax FA 15-30mm f2.8 ED SDM WR
  • Samyang 14mm f/2.8 ED AS IF UMC
  • Sigma 12-24mm f4.5-5.6 DG HSM II
  • Sigma 12-24mm f4 Art DG HSM
  • Sigma 14-24mm f2.8 Art
  • Sigma 14mm f1.8 DG Art
  • Sigma 20mm f1.4 HSM Art
  • Tamron 15-30mm f2.8 SP Di VC USD
  • Tokina AT-X 16-28mm f/2.8 PRO FX

Meski begitu, sistem filter ini sebenarnya juga bisa digunakan pada lensa selain yang disebutkan di atas, tetapi tentu penggunaannya bakal mubazir mengingat harganya yang lebih mahal dibanding sistem lainnya.

Jika tidak yakin sistem filter apa yang cocok dengan gear yang kamu miliki:

  1. Cek di https://www.leefilters.com/index.php/camera/system-match;
  2. Pilih merk dan tipe lensa sesuai yang kamu miliki;
  3. Kalau sudah ketemu sistem yang cocok, tinggal tentukan merk filter sesuai keinginan kalau memang tidak ingin menggunakan lee filter system.

Tips dan Saran!

Filter kamera bukanlah barang yang murah, jadi pilihlah filter sesuai kebutuhan kamu.

Jika dana terbatas, misalnya kamu hanya mampu membeli 3 jenis filter saja, maka pilihlah :

  1. Filter CPL;
  2. Filter GND 0.9 Soft Grad;
  3. Filter ND Big Stopper.

Dengan memilih 3 jenis filter di atas, sebenarnya kamu sudah bisa memotret landscape hampir pada semua kondisi pemotretan.

Filter-filter tambahan seperti Graduated ND Color, Graduate ND Combination, Filter Black and White, Color Correction Filter, masih boleh diabaikan karena efek yang dihasilkan masih bisa kita peroleh melalui software editing seperti Photoshop dengan pemotretan RAW.

Tapi jika dana kamu tak terbatas, belilah semua filter yang kamu inginkan karena bagaimanapun juga, hasil foto original masih terlihat lebih baik dibandingkan foto yang terlalu banyak proses editing.

Belilah filter kamera dengan kualitas yang bagus, jangan pilih yang “biasa-biasa” saja karena kualitas filter sangat berpengaruh pada hasil foto.

Ada banyak merk-merk ternama, misalnya :

  1. Hoya;
  2. Lee Filters;
  3. B+W;
  4. Haida.

Semoga bermanfaat..!

sumber: kamerashot.com

Share this
Tags

Must-read

Mantaflow Creating Fire

Menciptakan efek api? Mudah dengan Mantaflow! https://www.youtube.com/watch?v=lR9vjaYzeYQ
spot_img

Recent articles

More like this