Ternyata Mengatur Portofolio Untuk Wawancara Kerja Itu Penting Guys! Yuk Ikuti Caranya

on

|

views

and

comments

Mengatur portofolio untuk wawancara kerja penting dilakukan karena sampel pekerjaan menjadi salah satu poin yang dilihat oleh rekruter. Biasanya, portofolio dibutuhkan untuk lamaran posisi kerja kreatif atau yang melibatkan sales.

Bukti atas pencapaian kerja, angka penjualan atau contoh kerja kreatif bisa menjadi acuan bagi rekruter apakah kamu termasuk kandidat yang berbakat atau tidak. Lalu, bagaimana cara mengatur portofolio untuk wawancara kerja yang akan menarik perhatian rekruter?

Presentasikan Portofolio Kerja Kamu Secara Fisik

Meskipun sebagian bos akan secara eksplisit mengatakan untuk menyajikan portofolio secara digital, tetapi jika rekaman pekerjaanmu perlu disajikan secara fisik, pastikan kamu menyajikannya dengan cara profesional.

Jika kamu melamar kerja posisi kreatif, estetika dan kemampuan mengorganisasi sesuatu akan menjadi poin yang diperhitungkan. Jangan sampai kamu menyajikan portofolio yang rusak, lecek, atau robek karena kelalaian mengorganisirnya.

Nah, kamu bisa mempertimbangkan beberapa cara berikut ini untuk mengatur portofoliomu.

  • Gunakan binder/folder. Gunakan binder yang solid; pilih warna hitam; beri label folder/binder secara tepat; letakkan pemisah antar sampel pekerjaan; pastikan menggunakan kertas berkualitas tinggi dengan pelindung lembaran; dan pertimbangkan kemudahan saat menggunakannya.
  • Portofolio elektronik. Terkadang rekruter akan meminta portofolio elektronik, terutama jika pekerjaan sebagian besar dilakukan secara online seperti menulis artikel, desain web atau desain grafis. Kumpulkan portofolio kamu dalam satu file yang user-friendly, dan gunakan kreativitasmu.

Setelah kamu mempersiapkan binder/folder, tentukan portofolio mana saja yang perlu kamu presentasikan. Bila kamu kesulitan dalam menentukan karya terbaikmu, lakukan cara ini.

Pertama, kompilasi semua sampel pekerjaan dari urutan terlama dan terkini; pilih portofolio yang banyak menunjukkan bakat dan skill kamu; sebaiknya maksimal 15 halaman; pastikan tiap sampel diberi label; sertakan setidaknya dua salinan portofolio karena mungkin saja rekruter ingin menyimpannya untuk koleganya.

Pastikan Kamu Mengoreksi Dokumentasi Pelengkapnya

Selain menyiapkan portofolio, kamu juga harus melengkapinya dengan beberapa dokumen penting untuk kelancaran wawancara. Misalnya, CV dan resume, sertifikat pendidikan, sertifikat kualifikasi personal, lisensi, transkrip nilai, laporan penjualan, surat pujian dari klien atau rekan kerja, serta referensi dari bos sebelumnya.

Nah, mulailah mempersiapkan portofolio dengan lebih efisien dan seksama agar usaha kamu untuk memenangkan hati rekruter berhasil.

sumber: magazine.job-like.com

Share this
Tags

Must-read

Mantaflow Creating Fire

Menciptakan efek api? Mudah dengan Mantaflow! https://www.youtube.com/watch?v=lR9vjaYzeYQ
spot_img

Recent articles

More like this