Karya-Karya Luar Biasa I Nyoman Nuarta, Pematung Garuda Wisnu Kencana

I Nyoman Nuarta adalah pematung Indonesia asal Bali dan menjadi salah satu pelopor Gerakan Seni Rupa Baru pada 1976.

Nuarta lahir di Kabupaten Tabanan, Bali pada 14 November

Kini ia paling dikenal lewat mahakarya patungnya yang sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Nuarta adalah putra keenam dari sembilan bersaudara dari pasangan Wirjamidjana dan Samudra.

Nyoman Nuarta tumbuh dalam didikan pamannya, Ketut Dharma Susila yang juga seorang guru seni rupa.

Sekilas tentang pendidikan Nuarta, ia adalah seorang sarjana seni rupa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan hingga kini menetap di Bandung.

Beberapa penghargaan yang telah diperolehnya yakni pemenang Lomba Patung Proklamator Republik Indonesia (1979) dan penghargaan Jasa Adiutama dari Institut Teknologi Bandung (2009).

Lalu apa saja karya-karya yang telah dilahirkan oleh Nuarta?

Di sini Tribun Bali sajikan beberapa karya-karya fenomenalnya.

1. Tugu Proklamasi
Tugu Proklamasi dibangun sebagai tugu peringatan proklamasi kemerdekaan RI.

Tugu ini berdiri di tanah lapang kompleks Taman Proklamasi di Jalan Proklamasi yang dahulunya disebut Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta Pusat.

Di kompleks ini juga terdapat monumen dua patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan.

Di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi yang terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.

2. Patung Gerbang Garuda
Patung ini ditempatkan di Terminal 3 dan menjadi beranda Bandara Soekarno-Hatta.

Saat dibangun, kehadiran Patung Garuda diharapkan menjadi pembeda dari Bandara Soekarno-Hatta dibandingkan bandara lainnya.

Burung Garuda dipilih karena memiliki filosofi sebagai simbol negara.

Simbol nasional yang diambil menjadi simbol pembeda dengan negara lain karena Bandara Soetta adalah bandara utama Indonesia.

3. Moenumen Jalesveva Jayamahe
Monumen Jalesveva Jayamahe atau Monjaya adalah sebuah monumen yang terletak di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Monumen ini menggambarkan sosok Perwira TNI Angkatan Laut berbusana Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap dengan pedang kehormatan yang sedang menerawang ke arah laut, serasa siap menantang gelombang dan badai di lautan, begitu pula yang ingin diperlihatkan, bahwa angkatan laut Indonesia siap berjaya.

Patung tersebut berdiri di atas bangunan dan tingginya mencapai 30,6 meter.

Monumen Jalesveva Jayamahe menggambarkan generasi penerus bangsa yang yakin dan optimistis untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia.

4. Patung Arjuna Wijaya
Patung Arjuna Wijaya atau juga disebut Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Asta Brata adalah monumen berbentuk patung kereta kuda dengan air mancur yang terbuat dari tembaga yang terletak di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka.

Patung ini dibangun sekitar tahun 1987, seusai lawatan kenegaraan Presiden Indonesia Soeharto dari Turki.

Dalam prosesnya, Patung Arjuna Wijaya dikerjakan oleh sekitar 40 orang seniman dan pengerjaannya dilakukan di Bandung, Jawa Barat.

5. Patung Pusaran
Patung Pusaran yang berbentuk pusaran air ini berada di halaman Museum Nasional, Jakarta.

Patung berbentuk pusaran itu diberi nama ‘Ku Yakin Sampai di Sini’ yang menggambarkan arus perjuangan yang dahsyat melalui semangat dan kerja keras hingga pada tujuan akhir yang lebih baik.

Patung ini mencerminkan pancaran inspirasi bagi ketahanan budaya yang terus menggelora sepanjang masa.

6. Patung Garuda Wisnu Kencana

Alam Sutera Proyeksikan GWK Cultural Park sebagai Tempat Multi Event Berskala Internasional
GWK Cultural Park sebagai Tempat Multi Event Berskala Internasional (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Patung Garuda Wisnu Kencana berlokasi di Bukit Unggasan, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.

Patung ini berdiri menjulang di dalam kompleks Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana.

5. Patung Pusaran
Patung Pusaran yang berbentuk pusaran air ini berada di halaman Museum Nasional, Jakarta.

Patung berbentuk pusaran itu diberi nama ‘Ku Yakin Sampai di Sini’ yang menggambarkan arus perjuangan yang dahsyat melalui semangat dan kerja keras hingga pada tujuan akhir yang lebih baik.

Patung ini mencerminkan pancaran inspirasi bagi ketahanan budaya yang terus menggelora sepanjang masa.

6. Patung Garuda Wisnu Kencana

Patung Garuda Wisnu Kencana berlokasi di Bukit Unggasan, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali.

Beberapa karya patung Nyoman Nuarta yang berukuran besar bisa menjadi obyek swafoto. Patung berukuran besar memungkinkan para penggemar swafoto menentukan banyak posisi untuk mendapatkan gambar yang menarik. 

Patung Garuda Wisnu Kencana yang berjumlah 754 lempeng ini adalah mahakarya Nyoman Nuarta, perupa asal Bali yang tinggal di Bandung, Jawa Barat. Patung yang berlokasi di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Desa Ungasan, Kabupaten Badung, Bali diresmikan Presiden Joko Widodo pada 22 September 2018. Karena kendala biaya, pembangunan patung tersebut melalui proses selama 28 tahun.

Keseluruhan tinggi patung dari dasar bangunan 120 meter. Sedangkan lebar patung, 64 meter.  Berat patung tersebut mencapai 900 ton dan ditampung oleh 25 segmen. Patung Garuda Wisnu Kencana berada 271 meter di atas permukaan laut.
Seniman menampilkan Tari Sekar Jagat saat upacara Melaspas atau penyucian Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Ungasan, Bali, Rabu (8/8). ANTARA
Garuda Wisnu Kencana oleh Nyoman Nuarta sengaja dibuat sebagai ruangan supaya pengunjung bisa menelusuri bagian dalam tubuh patung. Bangunan ruang yang menyatu dengan patung Garuda Wisnu Kencana, seluruhnya berjumlah 30 tingkat. Namun pengunjung hanya diperbolehkan sampai di tingkat ke-20, atau sebatas bagian dada patung Dewa Wisnu. Pengunjung tidak bisa mengelilingi sampai kepala, karena ikon yang digunakan adalah Dewa Wisnu, simbol ketuhanan umat Hindu dalam trimurti.

Di tingkat ke-20, atau setinggi 87,9 meter dari dasar bangunan adalah ruangan yang terdapat sepuluh lubang berbentuk lonjong dilapisi kaca. Ada empat lubang di bagian depan patung. Sedangkan di bagian belakang patung berjumlah enam lubang. Fungsi lubang itu agar pengunjung bisa menikmati pemandangan dari ketinggian. Pengunjung juga bisa melakukan swafoto dari ruangan ini dengan latar pemandangan.

Selain Patung Garuda Wisnu Kencana, karya Nyoman Nuarta lain berukuran besar adalah Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya, Jawa Timur. Monumen itu menggambarkan sosok perwira angkatan laut yang menghadap ke samudera. Monumen Jalesveva Jayamahe juga dikenal sebagai obyek pariwisata Surabaya. Patung tersebut memungkinkan pengunjung memanfaatkan beberapa tempat untuk posisi mengambil gambar.
Seorang petugas membersihkan patung Arjuna Wijaya di jalan Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (6/2). Perawatan tersebut dilakukan secara rutin untuk menjaga keindahan kota. Foto: Tempo/Aditia Noviansyah
Patung Arjuna Wijaya menggambarkan kereta kuda dengan air mancur yang terbuat dari tembaga di Jalan Medan Merdeka Barat. Patung karya Nyoman Nuarta berukuran panjang 40 meter, tinggi 4 meter, serta berat 3 ton. Patung Arjuna Wijaya bisa menjadi obyek untuk foto dengan latar kisah Mahabharata.

sumber:tribunbali.com Travel-Tempo.co


Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles