Tuesday, August 16, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomePhotographyWho, What, Why: Gulung Tukar ?

Who, What, Why: Gulung Tukar ?

Yang pertama dari #Direktori, program kerja sama kami bersama British Council untuk membahas creative hub di Indonesia. Tentang kolektif berbasis di Tulungagung, yang memiliki misi untuk menghidupkan kembali ekosistem seni budaya Jawa Timur.

by Whiteboard Journal

Teks: Annisa Nadia Harsa
Foto: Gulung Tukar

WHO

Kolektif berbasis di Tulungagung, Gulung Tukar adalah kolektif seni rupa yang bertujuan untuk menyediakan ruang memadai bagi penggiat-penggiat seni di Jawa Timur. Nama unik dari kolektif ini sendiri memiliki arti yang merupakan semangat untuk bertukar pikiran dan ide, yang kemudian “digulungkan” sehingga berkelanjutan dan bisa menjangkau semua kalangan. Berawal dari upaya untuk memberikan bentuk support ke perhelatan Jatim Biennale 8 yang diselenggarakan pada tahun 2019 kemarin, kolektif ini sekarang kerap menyelenggarakan workshop, diskusi-diskusi, pameran-pameran, dan acara-acara lainnya. Sebagai founder dari kolektif ini, Benny Widyo dan teman-teman memutuskan bahwa kolektif Gulung Tukar tidak sepatutnya membatasi kerjasama mereka kepada perhelatan Biennale saja, melainkan memperluas visi dan misi mereka dalam berkontribusi ke lanskap seni rupa di Jawa Timur. Dari perkembangan teamwork ini, Gulung Tukar telah menggarap program-program yang mampu menghidupkan kembali lanskap seni rupa yang sudah dianggap stagnan. 

WHAT

Selain memiliki objektif untuk berkontribusi lebih besar dan menyeluruh lagi di luar Jatim Biennale, Gulung Tukar juga ingin menyediakan ruang yang inklusif bagi seniman-seniman atau penggemar seni lintas generasi, lintas medium, dan lintas disiplin. Melalui semangat inklusivitas inilah, Gulung Tukar menyediakan program-program yang beragam agar dapat memberi support ke seniman-seniman yang praktiknya beragam juga. Beberapa di antaranya adalah Turunkan Jangkar, Kembangkan Layar, Pameran Foto, Penayangan Film, dan Program Harian. Selain itu, Gulung Tukar juga mengadakan lokakarya-lokakarya dan acara-acara lain, seperti cukil kayu, doodling, zine, food photography, hingga memasak. Topik-topik diskusi dari Gulung Tukar pun beragam, dari topik-topik kuratorial, diskusi bersama seniman, fotografi analog, bedah buku, malam puisi, listening session dan diskusi karya-karya musik bersama komunitas musik underground dan eksperimental di Tulungagung. Guna mempertahankan semangat inklusivitas, kegiatan-kegiatan dan lokakarya tersebut dilaksanakan melalui panggilan terbuka. Dengan ini, Gulung Tukar berharap dapat membuka pintu lebih lebar dan dapat mengundang lebih banyak partisipan yang baru maupun yang sebelumnya pernah berkecimpung di dunia seni rupa.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments