Friday, August 19, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeVisual DesignArtist Ayu Arista Murti Dan Era Visual Baru

Artist Ayu Arista Murti Dan Era Visual Baru

Nama Ayu Arista Murti acap kali tampil dalam berbagai pameran seni rupa. sampai pertengahan tahun ini saja, Ayu telah mengikuti 12 kali pameran termasuk pameran tunggal yang bertajuk “Remembering Garden of Epicurus” di Artotel, Yogyakarta.

Tahun ini pun karyanya juga tampil dalam dua pagelaran art fair di luar negeri yaitu, di Auckland Art Fair, New Zealand dan Art Stage Singapore.

Tidak banyak perempuan di Indonesia yang konsisten berkarir dalam dunia seni rupa, Ayu adalah salah satu nya. Seniman kelahiran Surabaya, Jawa Timur pada tahun 1972 ini mulai aktif berpameran semenjak tahun 1994, dia tercatat telah menggelar tujuh kali pameran tunggal baik di dalam maupun luar negeri.

Semenjak tahun 2003 Ayu menjalin hubungan kontrak dengan Edwin Gallery, Jakarta. Hubungan ini bertahan selama 10 tahun hingga berakhir di tahun 2013. Dalam rentang satu dekade tersebut, karya Ayu dikenal dengan lukisan-lukisan figuratif yang banyak membicarakan tentang pengaruh lingkungan dan humanitas.

Dalam masa kontrak nya dengan Edwin Gallery pun, karya-karya Ayu kerap muncul dalam berbagai sesi lelang. Mengutip dari situs artprice.com, karya Ayu yang dibuat dalam rentang tahun 2000 hingga 2010 kerap hadir dalam sesi penjualan di Sidharta Auction, Larasati Auction, Masterpiece Auction House, Christie’s, dan Sotheby’s.

Salah satu karyanya yang berjudul “Merenda Baju Nirwana” [2007], bahkan laku terjual seharga € 9.810 di balai lelang Sotheby’s pada tahun 2008, penjualan ini jauh melebihi estimasi harga yang berkisar antara € 3.270 – € 4,087.

Namun grafik harga karya Ayu di pasar lelang semenjak tahun 2007 hingga tahun 2017 menunjukkan trend penurunan. Seperti karyanya yang berjudul “May God Bless You” [2010], hanya terjual seharga € 540 di Sidharta Auction pada tahun 2017, penjualan ini bahkan berada dibawah estimasi harga yang berkisar antara € 600 – € 900.

Walaupun begitu Ayu tidak terlalu memikirkan masalah penjualan karya. baginya hal tersebut memiliki kapasitasnya masing-masing, Ayu hanya fokus dalam hal produktivitas dan melahirkan karya-karya baru.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments