Tuesday, August 16, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeVisual DesignYolanda Santosa, Desainer Grafis Asal Indonesia Yang Kancah Dalam Perfilman Dunia

Yolanda Santosa, Desainer Grafis Asal Indonesia Yang Kancah Dalam Perfilman Dunia

Siapa bilang wanita tidak bisa sukses di bidang pekerjaan yang biasa dilakukan oleh laki-laki? Yolanda Santosa-lah buktinya. Dunia desain grafis dikenal sebagai salah satu bidang yang ditekuni banyak kaum adam, namun Yolanda tidak mau kalah di bidang ini. Melalui desain grafis pula ia mencapai kesuksesan dan mengharumkan nama Indonesia di kancah perfilman dunia.

yolanda santosa

Wanita kelahiran Jakarta pada bulan Februari 1978 silam ini hanya tinggal beberapa tahun saja di Indonesia, kemudian pindah ke Singapura lalu hijrah bersama keluarganya ke Amerika Serikat. Kerap disapa dengan nama Yo, ia mulai menekuni desain grafis ketika mengambil jurusan motion graphic design dan branding di Art Center College of Design di kota Los Angeles. Setelah lulus dari universitas tersebut Yo pun diterima di salah satu perusahaan besar di Amerika bernama yU+co. Di perusahaan desain grafis inilah namanya mulai dikenal dan dipercaya untuk menangani film dan serial TV terkenal Hollywood.

Beberapa film dan serial TV yang pernah ditangani Yo mungkin saja merupakan salah satu favorit kamu, seperti Desperate Housewive pada tahun 2004, Ugly Betty pada tahun 2006 dan Triangle. Tidak berhenti disitu saja, ia juga menangani beberapa film seperti Hulk (2003), Herbie Fully Loaded (2006) dan Zack Synders 300 (2007). Berikut ini beberapa contoh karya Yo :

karya yolanda santosa
karya yolanda santosa

Karyanya yang tidak bisa dipandang sebelah mata ini membuatnya memenangkan beberapa penghargaan yakni Webby Award Honoree dan Graphic Design USA di tahun yang sama yaitu 2006. Ia juga sering dinominasikan dalam ajang Emmy Award untuk kategori desain grafis.

Bakatnya dalam desain grafis tampaknya memang mengalir dalam darah keluarga Yo, seperti pamannya yang merupakan arsitek. Ditambah lagi sang ayah yang juga memiliki bakat menggambar meskipun bekerja di bidang keuangan. Kakeknya merupakan penulis kaligrafi dan tantenya adalah pelukis keramik, begitu pula dengan adiknya yang juga memiliki bakat di bidang fashion designer.

Awalnya orang tua Yo tidak yakin akan pilihan putrinya untuk menggeluti bidang seni. Terlebih keluarga di Asia umumnya menginginkan putra putri mereka bekerja di bidang keahlian yang memang lebih terjamin dalam hal finansial seperti dokter ataupun pengacara. Sayangnya sejak dulu Yo tidak begitu menyukai pelajaran yang umum diajarkan di sekolah dan lebih menyukai seni.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments