Wednesday, October 27, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeVisual Design4 Desainer Grafis Dari Indonesia Yang Mendunia

4 Desainer Grafis Dari Indonesia Yang Mendunia

Di era serba digital seperti sekarang, prospek kerja desainer grafis sangat luas. Kamu bisa menjadi graphic designer, visual strategist, UI-UX designer, ilustrator, dan masih banyak lagi. Apabila kamu perhatikan, saat ini banyak banget perusahaan yang mencari desainer grafis loh. Tinggal pilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu. Seandainya kamu tertarik mengembangkan karier di bidang industri kreatif yang satu ini, kami punya beberapa nama tokoh desainer grafis Indonesia yang karya dan perjalanan kariernya bisa menginspirasimu. Beberapa nama mungkin sudah tidak asing lagi di telingamu. Yuk kita simak sama-sama daftarnya!

1. Rini Sugianto

Pernah menonton film “The Adventure of Tintin” atau “The Hobbit: An Unexpected Journey”? Ternyata di balik pembuatan film memukau tersebut ada campur tangan desainer grafis Indonesia. Rini Sugianto adalah sosok kreatif yang ikut menggarap film-film tersebut. Pada awalnya, perempuan lulusan Universitas Parahyangan Bandung ini mempelajari seputar teknologi digital 3D. Setelah itu ia lanjut kuliah di Academy of Art University di San Francisco. Rini lulus tahun 2005 dan saat itu bekerja sebagai character animator untuk Weta Studio di New Zealand. Di sana ia ikut menggarap film “The Avengers”, “Iron Man 3”, dan juga “Hunger Games: Catching Fire”.

2. Lenny Wen

Seorang ilustrator muda yang berasal dari Jakarta ini bernama Lenny Wen. Menggambar sudah menjadi hobi Lenny sejak kecil. Kalau dilihat dari gaya ilustrasinya, Lenny lebih sering menggambar karakter anak-anak, karena ia ingin semua umur bisa menikmati yang ia gambar tanpa ada batasan. Hasil karya ilustrasi yang kamu lihat di akun Instagram Lenny ternyata telah melewati banyak proses di belakangnya. Awalna Lenny cenderung menggunakan manga style yang lama-kelamaan berkembang menjadi gaya desainnya saat ini. Lenny kerap mencari referensi dari musik, animasi, picture book, dan karya-karya seniman dan desainer lainnya.

3. Kathrin Honesta

View this post on Instagram

I have a habit where I tend to stay in my comfort zone a lot—both in life, and eventually affected my work as an artist too. I always stick to what works, and avoid risk under the excuse of chasing deadlines for clients (therefore no rooms for mistakes). – My comfort zone as an artist right now is my "style". I am protecting it too much. I restrained myself when I was creating works because I was scared of failure if I try to explore out of it. I can feel how my creative juices in me is drying out slowly because there's no new creative insight of myself to feed it with. When I started years back, this wasn't a problem because I was still in the phase of "figuring out". But now the problem is when I think I've "figured it out", while maybe there will never be a finish line to one's creativity. So recently, I've been trying to push my ego down. Yes, I believe ego might be the one that has always bound me to my comfort zone. "My work is bigger than myself" is the mantra I now try to keep. Not the "what will people think of my work", or "what if people don't recognize my work anymore" mantras. I don't have to show perfect result everytime. Progress is alright. I have to loosen myself and just experiment, play and create 💪 – So here I am in this illustration, using textures & brushes that I've never used before. It might look a little different than my other works but it's okay. I might not be 100% liking the result but at least I step out of my comfort zone & it's a start ✨ – Ok I'm ending this rant with my fav quote of Pablo Picasso that I thought is somewhat related to this topic; "It took me four years to paint like Raphael, but a lifetime to paint like a child". – Ok that's enough for my midnight rant. Rest well, and good night friends! ✨✨ – #rant #kathrinhonesta

A post shared by Kathrin Honesta (@kathrinhonestaa) on

Desainer Grafis Indonesia yang berikutnya akan kami bahas adalah Kathrin Honesta. Perempuan lulusan dari Periklanan dan Desain Grafis di The One Academy Malaysia ini merupakan seorang desainer grafis dan ilustrator yang berdomisili di Jakarta. Kathrin sudah mulai menggambar sejak kecil. Ia ingat betul gambar pertamanya ada di buku diary. Bagi Kathrin, gaya desain terbaik adalah gaya yang membuatmu nyaman selama mendesainnya. Mau kamu gaya manga, vektor, dan lain sebagainya. Barulah setelah itu gayamu akan berkembang jika terus-terusan diasah. Contohnya seperti karya-karya Kathrin yang berhasil menghasilkan gambar dengan cerita yang mendalam.

4. Henricus Kusbiantoro

desainer grafis indonesia

Logo karya Henricus Kusbiantoro (sumber: pelakuvisual.blogspot.com)

Henricus Kusbiantoro masuk ke dalam salah satu jajaran top desainer grafis Indonesia yang karyanya sudah terkenal secara global. Bahkan, tak jarang karya Henri digunakan oleh perusahaan ternama di dunia. Pria asal Bandung ini merupakan seorang art director di Landor. Ia pernah mengenyam pendidikan di Universitas Trisakti, Institut Teknologi Bandung, dan Pratt Institute, New York. Desain logo merupakan salah satu keahlian Henri. Bukan sekadar logo, melainkan logo yang dengan pencitraan penuh. Henri tidak akan pernah berhenti mencintai logo dengan terus mempertahankan kejujuran dari sebuah merek yang apa adanya. 

Semoga karya-karya desainer grafis Indonesia di atas bisa menginspirasimu saat mendesain yah. Dari beberapa jajaran nama di atas, siapakah yang menjadi favoritmu? Ikuti jejaknya dan buatlah karya yang tak kalah memukau. Bukan tidak mungkin kamu bisa mendapat tawaran kerja dari perusahaan di luar negeri. Apakah kamu tertarik? 

sumber:kreativv.com instagram

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments