Peran Penting Komposisi dan Komponen Foto pada Food Photography

Komposisi dan komponen foto bakal mempengaruhi menarik atau tidaknya sebuah foto makanan. Supaya makin andal, kami punya food photography tips tentang komposisi dan komponen foto nih. Yuk lah langsung disimak apa saja tipsnya!

Pengaturan seputar komposisi dan komponen foto memang sangat penting di dalam food photography, tapi dibutuhkan skill tersendiri supaya kamu dapat menguasainya dengan cepat. Komposisi itu masalah feeling, kalau kamu bisa membangun cerita dari sebuah foto, itu berarti kamu sudah pandai memaksimalkan komposisi.

Sebelumnya kami sudah membahas tentang tips perlengkapan kamera untuk foto makanan, sekarang supaya lebih mahir memotret makanan, kami punya beberapa food photography tips yang dapat digunakan sebagai panduan saat mengalami kebuntuan soal komposisi dan komponen foto. Yuk disimak!

Food Photography Tips: Komposisi Foto

Ini dia komposisi foto dan juga komponen lainnya yang digunakan untuk membuat food photography:

1. Kuasai komposisi dasar rule of thirds

Kami mulai dari komposisi foto nih. Buat kamu yang masih tergolong pemula di dunia fotografi, adanya aturan komposisi foto benar-benar sangat membantu loh. 

sumber : thegreencreator.com

Salah satu aturan komposisi foto yang paling umum digunakan adalah rule of thirds. 😁 Aturan ini tidak hanya dipakai untuk dunia fotografi, tetapi juga untuk pelukis, desainer, filmmaker, dan pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan aspek visual. 

Sederhananya, rule of thirds adalah teknik yang digunakan untuk membagi gambar menjadi tiga bagian panjang dan lebar (kotak 3×3). 

Aturan ini diterapkan untuk melakukan penyelarasan subjek foto dengan garis yang menjadi panduan untuk titik perpotongannya, apakah subjek akan diletakan di garis atas, bawah, kiri, kanan, atau bagian lainnya. 

Penggunaan rule of thirds di dalam food photography benar-benar membantu pekerjaanmu, GenK. Dengan teknik ini, kami jadi bisa memotret foto dengan lebih statis dan dinamis. 

Apakah kamu ingin meletakan makanan di sebelah kanan frame atau mungkin di kiri bawah frame, semua akan terjawab dengan mempertimbangkan komposisi rule of thirds.

2. Pilih jenis background foto makanan

Lanjut ke food photography tips yang berikutnya adalah memilih jenis backdrop foto. Pemilihan background foto akan berdampak besar pada hasil foto makanan, karena setiap jenis background yang dipilih akan memberikan efek yang berbeda pula. 

sumber: pexels.com

Misalnya di foto pertama kamu menggunakan keramik sebagai background, sedangkan di foto kedua menggunakan kain. Coba perhatikan perbedaan keduanya. Foto yang menggunakan kain akan terasa lebih terkesan nyaman dan hangat dibanding foto pertama.

Kami punya beberapa opsi jenis background untuk food photography, mulai dari opsi yang terjangkau sampai ke background ala-ala profesional. Ini dia jenis-jenisnya:

  • Kanvas yang dilukis, memberikan kualitas yang hampir mirip dengan pemotretan produk untuk majalah.
  • Lantai keramik, mampu memberikan kesan mahal karena keunikan tekstur yang ditonjolkan dari keramik itu sendiri.
  • Nampan antik, terlihat sangat indah dan memukau dari kejauhan dan berfungsi untuk memberikan cerita yang mendalam dari foto makanan yang kamu potret.
  • Paper bag, bentuk paper bag yang ronyok memberikan tekstur yang menarik untuk berbagai makanan dengan warna alami mereka.
  • Kain goni, berfungsi sebagai latar belakang yang sederhana dan bisa juga digunakan sebagai layer yang sempurna di dalam gambar. 
  • Kertas, merupakan background foto yang paling sederhana. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa membaca tentang jenis-jenis kertas di artikel sebelumnya.

Itu dia beberapa tips foto makanan dari segi background foto yang bisa menjadi pilihanmu. Sekarang saatnya kami lanjut ke poin berikutnya, yaitu tentang penyusunan subjek foto. 😊

3. Menambah subjek foto

Food photography tips yang berikutnya adalah dengan menambah subjek foto sebagai pelengkap subjek utama. Misalnya kamu ingin memotret sepiring spaghetti carbonara, tidak ada salahnya untuk menambahkan subjek lain di sekitarnya, seperti secangkir air minum, beberapa buah tomat, atau sendok dan garpu.

sumber: pexels.com

Kenapa hal ini menjadi penting?

Dalam memotret makanan, cobalah untuk tidak hanya fokus pada keindahan background, tetapi juga subjek foto di dalamnya. Kalau subjek hanya berdiri sendiri, berarti kemungkinan besar akan ada ruang kosong yang tercipta. 

Untuk mengisi kekosongan tersebut, kamu harus kreatif dalam memilih subjek pendukung, karena ini akan berpengaruh dengan komposisi foto. Namanya komposisi tentu harus seimbang sehingga tidak ada distorsi yang bikin salah fokus. 

Kelilingi hidangan utama dengan bahan-bahan atau alat makan yang masih berhubungan satu sama lain, sehingga lebih sedap dipandang mata. Usahakan setiap subjek mampu memperkuat cerita yang ingin kamu sampaikan melalui foto makanan tersebut. 

4. Bermain dengan warna

sumber: gimmesomeoven.com

Dari kedua perbandingan gambar nugget di atas, manakah yang bikin kamu ngiler?

Kalau kamu memilih foto sebelah kanan, berarti ini membuktikan bahwa pewarnaan foto makanan juga berpengaruh untuk menarik minat orang lain. Proses pewarnaan atau coloring ini dilakukan pada pasca produksi jika hasil jepretanmu dirasa kurang memuaskan. Memanipulasi warna itu wajar kok.

Namun sebelum masuk ke proses editing, ada baiknya kamu sudah merencanakan kombinasi warna sejak awal pembuatan konsep food photography. Karena kamu mesti bisa membuat foto dengan warna yang senada antara subjek utama, subjek pelengkap, dan background foto. 😄

Atau kamu juga bisa bermain dengan warna yang kontras dan tajam untuk menarik perhatian audiens. Terkadang warna-warna kontras yang eye catching berhasil mengumpulkan lebih banyak engagement loh, tapi ini juga balik lagi soal korelasi antara subjek utama dengan komponen foto lainnya.

5. Gabungan still life photography

sumber: pexels.com

Nah, kalau kamu sadar, semua food photography tips yang sudah kami sebutkan di atas sebenarnya mengacu pada still life photography

Di dalam dunia fotografi, still life photography adalah sebuah genre fotografi yang menggunakan benda mati sebagai objek utama foto. Objek yang disusun tersebut kemudian akan membentuk sebuah cerita.

Misalnya kamu ingin menyusun buah-buahan, gunakanlah trik-trik tertentu untuk menghasilkan foto still life. Biasanya fotografer menggunakan lem yang super kuat untuk merekatkan buah satu dengan buah lainnya, sehingga susunan buah tersebut tidak akan jatuh berantakan.

Kalau kamu tertarik untuk membuat still life photography, kamu bisa membaca di artikel yang sudah pernah kami tulis sebelumnya. Berguna banget buat kamu yang ingin belajar tentang komposisi food photography.

Dari food photography tips di atas, kamu sekarang jadi tahu apa saja komponen yang berfungsi untuk memperkuat aturan komposisi foto makanan. Setelah ini, kami bakal membagikan kepada kamu tentang pentingnya plating untuk food photography. Selamat belajar dan mencoba! 🤗

sumber : kreativv.com (dengan pengubahan)

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles