Deprecated: uasort(): Returning bool from comparison function is deprecated, return an integer less than, equal to, or greater than zero in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/google-site-kit/includes/Core/Modules/Modules.php on line 245
Kisah Seniman Jalanan Australia, Rela Merogoh Kocek Sendiri untuk Menyelesaikan Karyanya | indonesia mendesain
Tuesday, October 26, 2021
HomeVisual DesignKisah Seniman Jalanan Australia, Rela Merogoh Kocek Sendiri untuk Menyelesaikan Karyanya

Kisah Seniman Jalanan Australia, Rela Merogoh Kocek Sendiri untuk Menyelesaikan Karyanya

Banyak orang kerap salah mengartikan seni jalanan sebagai grafiti. Padahal, seni jalanan adalah cara untuk mengekspresikan gagasan dan sudut pandang, seperti karya seni lainnya.

Oleh karenanya, tidak sekadar visual spontanitas saja yang ditampilkan, seni jalanan juga perlu menyiratkan makna mendalamnya di baliknya.

Inilah prinsip yang dipegang oleh Horatio Birdbath, seorang seniman jalanan di Fremantle, negara bagian Australia Barat. Meskipun hanya seluas satu bidang dinding, namun karya uniknya berjuluk Horatio’s Wall mampu membius siapapun yang melintasinya.

Lokasinya mudah ditemukan, terletak persis di samping Gino’s, kafe bergaya Italia yang sangat legendaris di Fremantle. Ini adalah visual serupa doodle, yang menampilkan tumpang tindih gambar apa pun dari dalam pikiran Horatio ketika melukisnya dari waktu ke waktu.

Kurang lebih, visual jalanan ini dapat digambarkan sebagai campuran dari bentuk-bentuk arsitektur saling bertentangan dari masa lalu, sekarang, dan masa depan, yang kemudian disandingkan dengan keragaman alam semesta. “Horatio Birdbath menganggap dirinya seorang yang kreatif, bukan seniman. Sosok yang memiliki kepribadian unik namun menyenangkan, yang dapat Anda katakan mewakili semua hal khas Fremantle,” ujar Michael Deller, pemilik Fremantle Tours, yang menyediakan jasa panduan wisata lokal berbasis jalan kaki.

youkeepustraveling.com

Sebagian besar visual yang digambarkan oleh Horatio dalam muralnya tersebut berasal dari dinamika kehidupan Fremantle, yang memiliki sejarah panjang sebagai gerbang terpenting Australia di sisi barat.

Beberapa di antaranya memuat gambar aneka bangunan ikonik Fremantle, seperti National Hotel yang serupa dengan arsitektur kolonial Prancis di New Orleans, The Round House dengan keunikan bangunan bata melingkarnya, hingga warna-warni Pasar Fremantle di akhir pekan.

Karakter Fremantle dulu dan sekarang juga mendapat penggambaran yang cukup rapi di Horatio’s Wall. Jika jeli mengamati, Anda akan menemukan perjalanan Kota Perth mulai dari pemukiman awal komunitas Whadjuk sebagai penduduk pribumi, tentang dimulainya kolonisasi bangsa Eropa di Australia Barat, hingga perkembangan pesat muara Sungai Swan dalam lebih dari satu abad terakhir.

Turut Mengorbankan Uang Pribadi

Menariknya, Horatio terus melukis sebidang dinding fenomenal itu dengan mengorbankan sebagian besar uang dari kantong pribadinya.

“Awalnya dia (Horatio) memang memulai sedikit demi sedikit menggunakan pengeluaran pribadi, sebelum kemudian pemerintah metropolitan Perth memasukkan karyanya dalam skema bantuan finansial domestik. Nilainya tidak seberapa besar, sehingga dia tetap mengeluarkan dari kantong pribadinya,” jelas Deller.

Begitu cintanya Horatio pada karya mural dindingnya, seringkali membuat dia rela menambah dolar Australia dari kantong pribadinya.

“Pemerintah lokal memberi bantuan tidak begitu besar, dan itu berlaku dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan Horatio menghendaki karya muralnya terbuat dari cat berkualitas terbaik, sehingga tidak heran jika dia belum benar-benar menyelesaikan produksi seninya. Masih ada cukup banyak ruang yang akan diisi oleh lukisan tangannya, entah sampai kapan,” ujar Deller menjelaskan panjang lebar.

Sumber: liputan6.com

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments