Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Desain UX Membutuhkan Research? Why??

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Membuat aplikasi atau website bukanlah perkara yang mudah. Banyak sekali hal yang harus diperhatikan. Tidak hanya dari isi konten apa saja yang harus dimasukkan, tetapi juga desain. Malah bisa dibilang, desain sebuah aplikasi atau website menjadi fokus utama. Ketika desainnya terhitung buruk, maka para penggunanya akan segera pergi dari produk tersebut segera mungkin. Dalam proses pembuatannya, perlu sekali melihat apakah desain yang sudah dibuat itu cocok atau tidak. Maka dari itu mengapa desain UX (User Experience) membutuhkan research yang mendalam.

Namun tidak hanya berhenti di situ saja. UX yang baik harus memikirkan bagaimana perasaan setiap orang ketika sedang menggunakan aplikasi atau website tersebut. Arti dari UX sendiri adalah pengalaman yang bisa dirasakan ketika menggunakan produk tersebut. Nah dari pengalaman ini, bisa terlihat apakah nyaman, tidak suka, suka, merasa kesulitan, terlalu ribet, dan lainnya. Dengan hasil dari penilaian itu, akhirnya bisa terlihat kesimpulan apakah produk tersebut perlu ada penggantian dari segi desain atau tidak.

Dalam perjalanannya, desain UX research memang dibutuhkan sekali. Apalagi di tengah kondisi seperti sekarang ini yang di mana banyak orang fokus menggunakan aplikasi atau website dalam mempermudah aktivitas. Ditambah lagi desain UX research itu diperlukan dalam rangka membuat produk dalam bentuk website atau aplikasi bisa terus digunakan setiap hari. Selain itu bisa memberikan manfaat yang besar dan kemudahan yang besar pula. Jika desain UX research tidak dilakukan secara mendalam, akhirnya malah bisa merusak produk tersebut.

Cara Melakukan Desain UX Research

Dalam melakukan desain UX research, tentunya dibutuhkan sekali banyak hal yang harus diketahui. Hal-hal ini bisa diketahui berdasarkan pengalaman dari pengguna atau user. Pertanyaan itu seperti:

  • Mengapa pengguna banyak yang memilih produk pesaing lainnya?
  • Apakah produk Anda sering ditinggalkan atau dihapus oleh para pengguna yang sudah pernah menggunakannya?
  • Dari fitur-fitur yang ada di dalam produk, apakah ada yang memiliki kekurangan? Bisa dilihat dari susah dalam penggunaannya, tidak terlalu berguna, hingga prosesnya yang lama.

Dari beberapa pertanyaan di atas bisa memberikan barisan jawaban yang penting untuk diketahui. Dari sana juga bisa ditarik kesimpulan yang menjadi jawaban dari masalah yang sedang dihadapi. Itu juga pula yang akhirnya membuat produk Anda menjadi jauh lebih baik daripada sebelumnya. Perbaikan yang dilakukan bisa membuat produk menjadi lebih mudah dan nyaman digunakan oleh para penggunanya.

Poin yang paling penting di dalam melakukan desain UX research adalah harus memposisikan diri sebagai pengguna. Anda harus berpikir dan bertindak layaknya pengguna biasa saja. Dari pemahaman yang didapatkan di sana, akhirnya bisa membuat desain UX produk Anda jauh lebih baik dari sebelumnya. Pengguna yang awalnya lebih memilih menggunakan produk pesain, akan berpindah menggunakan produk Anda.

Jadi, sekarang Anda sudah tahu alasan mengapa desain UX membutuhkan research. Tanpa adanya research yang jelas, terstruktur, dan mendalam, maka desain UX tidak akan bisa menjadi optimal. Pengguna juga malah tidak akan mau menggunakan produk Anda.

Semoga informasi yang diberikan di artikel ini bisa memberikan manfaat sekaligus wawasan terbaru kepada Anda. Jangan lupa untuk memberikan komentar tentang artikel ini dan share artikel ini di media sosial Anda agar semakin banyak yang tahu informasi ini.

 

 

 

 

 

 

sumber:toffeedev.com
- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles