Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Seniman Paling Terkenal dalam Aliran Romantisisme: Fransisco Goya, J.M.W Turner, dan Caspar David Friedrich

- Advertisement -

Fransisco Goya

- Advertisement -
- Advertisement -

Francisco Goya dianggap sebagai seniman romantisisme asal Spanyol yang paling penting pada akhir abad 18-an. Sepanjang karirnya Goya banyak mengabadikan sejarah melalui lukisannya. Goya sering disebut sebagai Old Masters yang terakhir dan pelukis modern yang pertama (transisi dari renaisans menuju romantisisme). Selain melukiskan sejarah dia juga sering melukis potret bernuansa kontemporer (pada masanya) yang berarti sudah meninggalkan tradisi neoklasik.

Contoh Aliran Romantisisme: The Second of May 1808 & Penjelasan

Contoh karya aliran romantisisme: The Second of May 1808 oleh Fransisco Goya, gambar asli diperoleh melalui wikipedia.com
Contoh karya aliran romantisisme: The Second of May 1808 oleh Fransisco Goya, wikipedia.com

Lukisan ini adalah salah satu contoh sejarah yang dilukiskan oleh Fransisco Goya. Goya menyaksikan sendiri pendudukan Perancis di Spanyol pada tahun 1808. Upaya untuk menurunkan kerajaan Spanyol dari Madrid memicu pemberontakan yang luas. Pemberontakan itu terjadi pada 1-2 Mei 1808.

Goya mengabadikan peristiwa tersebut dengan lukisan yang mereka adegan tanpa menyaksikannya secara langsung. Ia hanya mengetahui informasi tersebut, lalu menggambarkan dengan imajinasinya. Lukisan ini adalah salah satu contoh bagaimana para seniman romantik bekerja dengan imajinasi tinggi dan mempresentasikannya dengan cara yang dramatis melalui adegan peperangan yang sengit.

J.M.W Turner

Joseph Mallord William Turner adalah seniman asal Inggris yang dikenal dengan pewarnaan ekspresif, pemandangan imajinatif dan gambar dramatis. Sehingga dapat dengan mudah diketahui bahwa ia adalah seniman beraliran romantisisme. Lukisan Turner yang paling terkenal adalah lukisan pemandangan lautanya. Turner lahir di Maiden Lane, Covent Garden, London, di keluarga kelas menengah rendah yang sederhana. Dia tinggal di London sepanjang hayatnya, mempertahankan aksen kampungnya dan tetap bersikap rendah hati di masa tenarnya.

Turner belajar di Royal Academy of Arts dari tahun 1789. Selama belajar disana, dia juga menjabat sebagai juru gambar arsitek (drafter). Ia membuka galeri sendiri pada tahun 1804 dan menjadi profesor di Royal Academy pada tahun 1807 dan mengajar sampai tahun 1828. Ia gemar melakukan perjalanan keliling Eropa dari tahun 1802 dan pulang membawa banyak sketsa pemandangan di perjalanannya.

Contoh Karya Aliran Romantisisme: Fishermen at Sea & Analisis

Contoh karya aliran romantisisme: Fishermen at Sea oleh J.M.W Turner, gambar asli diperoleh melalui wikipedia.com
Contoh karya aliran romantisisme: Fishermen at Sea oleh J.M.W Turner,  wikipedia.com

Lukisan ini adalah lukisan pertama yang dipamerkan Turner di Royal Academy. Pemandangan terang bulan ini merupakan salah satu trendsetter pemandangan malam hari di abad ke-18.

Cahaya bulan yang kontras tidak dapat ditandingi oleh cahaya halus lentera yang berkedip-kedip. Turner seakan ingin menekankan bahwa kekuatan alam tidak dapat ditandingi oleh manusia.

Ombak yang tampak tidak tenang memberikan tensi lebih pada suasana lukisan. Tidak hanya itu, di background lukisan terdapat siluet batu karang yang ditakuti oleh para nelayan di masa itu, karena berbahaya dan kerap memakan korban terutama di setting malam hari yang gelap.

Tokoh Aliran Romantisisme: Caspar David Friedrich

Caspar David Friedrich adalah pelukis pemandangan Romantik Jerman abad ke-19. Ia adalah salah satu seniman Jerman yang paling berpengaruh pada masanya. Ia juga menjadi tokoh terpenting dalam sejarah Romantisisme. Friedrich terkenal karena lukisan pemandangan alegoris atau bersifat simbolis universal, seperti fabel; cerita bintang yang menyimbolkan perilaku manusia. Lukisan Friedrich biasanya menampilkan sosok kontemplatif dalam pemandangan yang berhadapan dengan gelapnya malam, kabut pagi, pohon tandus atau reruntuhan kuno.

Minat utama Friedrich adalah perenungan terhadap alam dunia dan karyanya yang seringkali simbolis berusaha menyampaikan tanggapan subjektif dan emosional terhadap alam. Lukisan Friedrich biasanya menempatkan kehadiran manusia dalam perspektif kecil di tengah pemandangan yang besar. Perspektif tersebut menurut sejarawan seni Christopher John Murray mengarahkan pandangan pemirsa terhadap dimensi metafisik mereka.

Wanderer above a Sea of ​​Fog & Analisisnya

Wanderer Above the Sea of Fog (Pengelana di atas Lautan Kabut) oleh Caspar David Friedrich, gambar diperoleh melalui wikipedia.com
Wanderer Above the Sea of Fog (Pengelana di atas Lautan Kabut) oleh Caspar David Friedrich, wikipedia.com

Wanderer above a Sea of Fog menggambarkan seorang pria yang memegang tongkat, berdiri di atas bebatuan yang menghadap ke sebuah hamparan bukit yang berbatu dan berkabut. Rambutnya tertiup angin di depan langit yang dipenuhi oleh awan putih yang sulit dibedakan dari kabut. Latar dibelakangnya juga sangat berkabut dan membuat gunung yang berada dibelakangnya nyaris tak terlihat.

Friedrich mengibaratkan pemandangan tersebut sebagai lautan kabut. Ini merupakan salah satu contoh gaya berpikir seniman romantisisme yang selalu menggunakan simbolisme dan perumpamaan dalam lukisannya.

Lukisan ini dapat menghasilkan interpretasi:

Manusia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan alam dunia yang luas dan penuh misteri seperti yang digambarkan dalam pemandangan lautan kabut pada lukisan. Namun hal tersebut tidak menghentikan langkah manusia dengan segala akalnya (menggunakan tongkat, pakaian hangat) untuk menjelajahi dunia, meskipun halang rintang tampak dimana-mana.

Ketika manusia merenungkan luasnya lautan kabut di hadapnya, ia tidak tahu ada apa di depan sana. Semua hal sangat tidak dapat diprediksi, manusia hanya dapat melihat petunjuk-petunjuk kecil yang hadir dibalik kabut.

Sumber: serupa.id

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles