Basuki Abdullah, Seniman era Kemerdekaan dengan 3 Aliran Lukisan

Basuki Abdullah dikenal sebagai pelukis aliran realisme dan naturalisme. Lahir di masa kolonial dan meninggal di era kemerdekaan membuatnya menjadi native post kolonial. Mungkin konteks tersebutlah yang membuat Basuki Abdullah tak kunjung berhenti dalam mengeksplorasi berbagai tema dan teknik lukis. Ia terpengaruh oleh banyak teknik dan aliran di masa hidupnya. Mulai dari sekolahnya di Belanda, hingga studi bandingnya ke negara-negara eropa lain.

Meskipun demikian ia tetap tidak meninggalkan berbagai kearifan lokal dan tradisi negeri ini. Tema kebangsaan dan bela negara tidak luput dari lukisannya. Jika kita melihat karyanya, Abdullah terpengaruhi oleh aliran romantisisme tetapi tidak terlalu berlebihan dan masih berada di selimut aliran realisme. Meskipun begitu, aliran realisme yang ia usung juga terkadang tidak memiliki gambaran yang di indah-indahkan dan disitulah garis aliran naturalisme ditarik

Mungkin berbagai kontradiksi tersebut juga yang menjadikannya salah satu seniman terhebat sepanjang masa di Indonesia. Basuki Abdullah adalah seorang maestro yang tak pernah berhenti melukis bahkan tidak takut untuk terus bereksplorasi. Dinamika lukisannya sama seperti kehidupannya yang melewati berbagai masa yang yang cukup rumit. Dilengkapi dengan kecintaan dari dini pada seni dan pendidikan yang mumpuni.

Aliran Seni Basuki Abdullah

Aliran Seni Basuki Abdullah telah lama dilansir sebagai seorang naturalis. Karya Basoeki Abdullah dinilai cenderung memperindah realitas yang ada, tetapi di beberapa karyanya ia tampak menampilkan subjek lukisannya apa adanya, seperti yang dapat dilihat pada karyanya yang berjudul “Adik dan Kakak”.

Kakak dan Adik oleh Basuki Abdullah
Kakak dan Adik oleh Basuki Abdullah, gambar diperoleh melalui galeri-nasional.or.id

Meskipun Abdullah terkenal melalui aliran naturalisme, sebetulnya karirnya juga memperlihatkan berbagai aliran lain yang tidak mengkerucut pada hanya satu mazhab saja. Melalui karyanya kita dapat merasakan aliran-aliran lain seperti romantisisme dan realisme. Ia juga sering mengambil subjek dari dongeng, legenda dan mitos. Abdullah juga melukis karya abstrak di masa hidupnya.

Tampaknya Basoeki Abdullah adalah seorang seniman yang sudah mulai berlayar di gaya seni kontemporer pada masanya. Ia tidak menganut mazhab tertentu dan terus bereksperimen dengan berbagai aliran yang diinginkannya. Meskipun begitu pada akhirnya aliran naturalismelah yang paling mengharumkan namanya.

Selain itu, naturalisme sendiri memiliki beberapa sudut pandang yang berbeda dalam cabang seni. Dalam seni rupa terdapat pendapat bahwa naturalisme adalah realisme yang mengungkapkan subjek tidak lebih indah dari yang sebenarnya. Subjek atau objek ditampilkan apa adanya namun tetap dapat terlihat indah.

Sementara di dunia sastra, naturalisme adalah bentuk realisme yang lebih radikal: Apa adanya tanpa ‘sensor’ dalam artian figur subjek yang dibicarakan digambarkan apa adanya tanpa mempertimbangkan estetika dan etika secara umum. Keterpurukan sosial biasanya diceritakan dengan gamblang.

Secara umum lukisan-lukisan Basuki Abdullah berpijak pada tradisi melukis Romantisisme dan Naturalisme. Gambar dalam kanvas selalu tampak memanjakan mata dan memperlihatkan kemampuan teknis keindahan secara fisik. Keindahan visual tampak lebih menonjol pada permukaan kanvas, bukan keindahan isi atau makna. Keindahan visual dari teknik adalah titik fokus dari karya-karya Basoeki Abdullah.

Tema Dongeng, Legenda, Mitos dan Tokoh Terkenal

Karya Abdullah juga menelusuri tema dongeng, legenda, mitos dan tokoh terkenal. Abdullah memulai pameran awalnya dengan menggunakan tema ini. Berkat bantuan Prof. Wolff Schoemacher, seorang guru besar atanomi di Technische Hoogeschool ia mendapat kesempatan untuk memamerkan lukisannya di Jaarbeurs (Pameran Dagang Bandung). Untuk seorang bangsa Indonesia, kesempatan tersebut sangatlah langka karena biasanya yang mengikuti pameran Jarbeeurs hanyalah pelukis-pelukis dari Eropa saja.

Pertempuran Gatotkaca dan Antasena
Pertempuran Gatotkaca dan Antasena, gambar diperoleh melalui kemdikbud.go.id

Potret dan Figur Wanita

Subjek kecantikan wanita adalah salah satu karya Basoeki Abdullah yang paling menonjol. Ia selalu fokus terhadap kecantikan-kecantikan lokal perempuan Indonesia, meskipun tidak membatasinya disitu saja. Subjek yang dilukis beragam dari perempuan yang mengenakan pakaian tradisional hingga ke pakaian modern pada masanya. Potret dan figur pria juga sebetulnya tidak dilewatkan oleh Basoeki Abdullah.

Javanese Girl oleh Basuki Abdullah
Javanese Girl oleh Basoeki Abdullah, gambar diperoleh melalui wikiart.org
Wajah Model oleh Basuki Abdullah
Wajah Model oleh Basuki Abdullah, gambar diperoleh melalui museumbasoekiabdullah.or.id

Mooi Indië: Mendokumentasikan Keindahan Alam Indonesia

Basuki Abdullah juga banyak melukis pemandangan, situasi masyarakat yang sedang beraktifitas (seperti membajak sawah) hingga binatang dan tumbuh-tumbuhan, baik secara bersama-sama maupun tunggal. Dalam kategori pemandangan, biasanya ia juga memadukan figur manusia yang sedang berinteraksi dengan alam.

Karya-karya pemandangan Basoeki Abdullah tampak terinspirasi oleh lukisan pemandangan gaya Inggris, seperti yang digubah oleh John Constable. Ia juga sedikit terpengaruhi oleh gaya langit yang dikembangkan oleh William Turner. Meskipun Basuki Abdullah menambahkan kesan keindahannya (ciri khas aliran naturalism) tetapi ia tergolong tidak melakukan penympangan yang terlalu jauh dari realita. Subjek dan Objek yang digambar tidak terlalu berlebihan dan masih alami.Advertisement

Coastal View of Indonesia (Probably Java) oleh Basuki Abdullah
Coastal View of Indonesia (Probably Java) oleh Basuki Abdullah, gambar diperoleh melalui mutualart.com

Sumber: serupa.id

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles