Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Biar Mudah Paham, Lihat Yuk Ilustrasi Penggunaan Aperture, Shutter Speed, dan ISO

- Advertisement -
Sebelumnya saya telah menulis pembahasan tentang segitiga eksposur (exposure triangle). Jadi pada artikel ini saya tak perlu panjang lebar lagi menjelaskan lebih dalam tentang segitiga eksposur. Namun saya akan memberikan contoh berupa ilustrasi hasil dari penggunaan aperture, shutter speed, dan ISO pada nilai tertentu.

1. Aperture / Diafragma

- Advertisement -
- Advertisement -

Sesuai gambar ilustrasi di atas, contoh aperture dimulai dari pembukaan terkecil (diwakili nilai terbesar yaitu f/32) sampai ke pembukaan maksimal (diwakili nilai terkecil yaitu f/1.4).

Pada pembukaan aperture atau diafragma terkecil, ruang ketajaman yang dihasilkan sangat luas bahkan hampir tidak terjadi blur pada background. Begitu pula sebaliknya pada pembukaan aperture terbesar, ruang ketajaman terjadi namun hanya sebatas pada area subjek saja dan terjadi blur pada background. Inilah cara kerja ruang ketajaman yang dikenal sebagai Dept of field yang erat hubungannya dengan aperture.

2. Shutter Speed

Sesuai gambar ilustrasi di atas, contoh shutter speed dimulai dari nilai tercepat 1/1000 sampai nilai paling lambat 1/2.

Untuk shutter speed yang sangat cepat mampuh menangkap gerakan subjek yang cepat pula seperti aktivitas olahraga. Teknik ini disebut juga sebagai “membekukan subjek”. Sedangkan pada shutter speed lambat tidak dapat digunakan untuk menangkap subjek bergerak cepat. Namun bukan berarti ini harus dihindari. Sebaliknya shutter speed lambat memliki penempatan untuk situasi tertentu bahkan Anda bisa berkreasi dengan shutter lambat. Apakah Anda pernah melihat foto ombak dilaut atau arus air disungai yang terlihat seperti asap? Itulah salah satu kegunaan shutter speed lambat yang menggunakan teknik bulb.

3. ISO
Sesuai gambar ilustrasi di atas, contoh ISO dimulai dari nilai paling rendah yaitu 50 (umumnya 100) dan nilai tertinggi yaitu 25600 (umumnya 32000).

Penggunaan ISO yang aman dan yang sering direkomendasikan adalah 100 – 800. Nilai ISO tinggi di atas itu akan muncul “noise” (bintik-bintik) pada gambar. Semakin tinggi ISO yang Anda gunakan maka semakin keras dan banyak noise yang timbul. Oleh sebab itu harus hati-hati menggunakan ISO.

sumber: kelasfotografi.com
- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles