Darbotz, Seniman Mural misterius asal Jakarta

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Mural atau seni lukis di dinding kini menjadi bagian dari identitas kota. Bagi pembuatnya, mural kini tak hanya jadi sebuah kesenangan, namun juga bisa menjadi bentuk protes atau pesan keresahan pada situasi sosial atau politik. Bahkan dengan semakin bekembangnya pemanfaatan seni ini, kini mural dapat dijadikan tombak dalam berbisnis.

Para seniman mural lokal terus bermunculan dengan segudang kreativitas. Pria yang sering memilih pakaian berwarna hitam ini pun mengundang tanda tanya ditengah-tengah para seniman mural lainnya. Kecintaan terhadap mural membuat pria berusia 36 tahun ini menolak menyebutkan nama aslinya karena ingin karya-karyanya yang lebih dikenal. Uniknya, ia tidak pernah menyisipkan tanda tangan sebagai identitas pembuat. Serta selalu menutup sebagian wajahnya jika dipotret, termasuk ketika diwawancara maupun jumpa pers.

Darbotz dengan karya muralnya © rappler.com
Darbotz dengan karya muralnya © rappler.com

Darbotz, sosok seniman jalanan yang sudah melegenda di Tanah Air hingga ke kancah Internasional. Karya-karyanya menghiasi berbagai sudut jalanan ibu kota, galeri-galeri hingga ruang publik lainnya.


Mulai membuat karakternya di jalanan pada tahun 2004, karakter itu sendiri selalu berkembang, seperti dinamika masyarakat perkotaan yang selalu berkembang. Kehidupan sehari-hari yang dilaluinya menjadi daya dorong Darbotz untuk terus berkarya. Ia juga salah satu pendiri dari Tembokbomber.com, salah satu komunitas terbesar seni jalan di Indonesia. Hanya dengan menggunakan warna sederhana dalam karyanya, yakni hitam putih dan pemberian sedikit penekanan pada warna lain, karyanya mampu mencuri perhatian setiap mata yang lewat.

Darbotz dengan karya muralnya © divertone.amayaperdanakreasindo.com
Darbotz dengan karya muralnya © divertone.amayaperdanakreasindo.com

Darbotz mengungkap bahwa karakter monster cumi-cumi (Cumi Kong) yang dibuatnya sedikit banyak menggambarkan sosok dirinya dalam mengekspresikan kota kelahirannya, Jakarta. Seniman jalanan yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta ini menyukai riuhnya kemacetan dan lalu lintas yang terjadi di berbagai sudut ibu kota. Baginya kondisi urban ibukota inilah membuatnya terinspirasi dalam menciptakan mural.

Banyak tawaran kerja sama yang datang kepadanya. Namun, Darbotz mengaku tidak sembarangan menerima tawaran tersebut. Jika tawaran tersebut dirasa tidak cocok dengan seni dan identitas muralnya, maka dirinya juga enggan untuk mengambil tawaran tersebut.

Digandeng oleh desainer Monica Lim dengan label ‘Fame Agenda’, salah satu karya seni jalanan buatan Darbotz mejeng di Melbourne pada tahun 2014. Kota yang disebut sebagai kota-nya seniman dunia dan penuh coretan artistik di setiap ruas jalan. Tak hanya itu, karya mural Darbotz juga pernah dipamerkan di berbagai ekshibisi internasional. Di antaranya Singapura, Malaysia, Hongkong, Australia sampai Prancis. Bahkan salah satu karyanya dikoleksi oleh Mizuma Gallery, Singapura. Dan dipertengahan tahun 2015, Darbotz menggelar pameran kolektifnya di Filipina. Ia merupakan salah satu seniman jalanan yang sukses karena telah bekerja sama dengan banyak pihak seperti salah satu hotel yang ada di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, dan juga dalam acara pameran seni MiFA (Melbourne Intercultural Fine Art).

Yang lebih membanggakan adalah saat karya muralnya kini digandeng oleh brand DC Shoes, berkolaborasi menghasilkan produk sepatu DC dengan konsep berciri khas mural karya Darbotz. Pada 13 Juli 2017 lalu, DC Shoes Indonesia secara resmi memperkenalkan produk barunya dengan tema street artist Indonesia yang bertajuk DC Shoes X Darbotz.

Kolaborasi DC Shoes x Darbotz © extremeina.com
Kolaborasi DC Shoes x Darbotz © extremeina.com
DC Shoes x Darbotz © extremeina.com
DC Shoes x Darbotz © extremeina.com

Menurut Yusar Odang (DC Shoes Indonesia Marketing Manager) atau akrab disapa Dede, awalnya desain yang mengangkat konsep “Keep Em Dirty” hanya akan diproduksi dan dipasarkan di Indonesia saja. Konsep “Keep Em Dirty” ini adalah sebuah slogan yang dibuat untuk menggambarkan suasana kota-kota besar, yang sebersih apapun pasti akan tetap ada sisi kotornya. Namun, setelah dipersentasikan ke DC Shoes pusat di AS, ternyata mereka menyambut positif desain tersebut. Pihak DC pusat kemudian tertarik untuk menjualnya secara global

Konsep “Keep Em Dirty” juga jadi slogan yang melekat pada sepatu ini kala dipakai dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi kota besar dan problematikanya. Melalui gambar dari kolaborasi ini, ia memberi pesan bahwa jangan takut kotor kalau tinggal di kota besar seperti Jakarta. Menurutnya, sebersih apapun kota pasti akan ada sisi kotornya. Khusus untuk kolaborasi ini, ia juga membuat satu pola yang menggambarkan hal tersebut dan diaplikasikan ke semua desain yang dibuat.

Produk DC Shoes x Darbotz © extremeina.com
Produk DC Shoes x Darbotz © extremeina.com

Penggunaan nuansa hitam dan putihnya dengan karakter Cumi Kong yang mudah dikenali tetap relevan dengan perkembangan zaman bahkan saat Jakarta dan kota-kota besar lainnya terus tumbuh dan berubah.

Sepatu keluaran teranyar DC Shoes x Darbotz dapat ditemukan di gerai street wear terkemuka di seluruh dunia. Untuk di Indonesia sepatu ini telah diluncurkan pada awal Agustus 2017 hanya dengan total produksi sejumlah 3.000 pasang dan tersedia di gerai sepatu yang cukup berkelas.

Sumber: goodnewsfromindonesia.id

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles