Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Berbagai Media Lukis Yang Bisa Kamu Coba!

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Media lukis adalah bahan yang digunakan untuk membuat lukisan, biasanya berupa kanvas dan cat namun terdapat media alternatif lain seperti kertas, kaca, papan kayu, dan sebagainya. Bukan hanya jenis-jenis cat dan media lukisnya saja yang harus diketahui. Sangat mudah untuk mengetahui jenis cat yang tersedia di pasaran, tapi kita harus mengetahui terdapat komponen apa saja yang bisa dimodifikasi pada cat untuk mencapai tujuan gambar yang kita kejar. Bagaimana cara membuat cat lebih transparan tapi tetap memiliki daya rekat yang baik? Apa yang harus dilakukan ketika kita ingin memberikan efek timbul pada lukisan yang digarap?

Mengetahui media lukis lebih lanjut akan memberikan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menghasilkan lukisan dengan mutu yang tinggi. Bukan hanya mutu yang baik dalam gambar lukisannya saja, melainkan bahan yang cocok untuk material lukisan. Jika kita tidak mengerti bahan lukisan, apakah kita yakin material yang digunakan itu akan bertahan baik melawan usia? Bisa jadi lukisan tidak akan bertahan lama, berjamur atau malah rusak total dalam beberapa tahun kedepan. Memahami media berarti memahami apa yang akan ditempuh saat melukis, sehingga kita dapat menguasai prosesnya dan memastikan bahan yang kita gunakan bertahan dengan baik.

Kanvas

Kanvas adalah media lukis yang paling banyak digunakan untuk melukis. Kanvas memiliki beberapa permukaan yang berbeda. Permukaan halus hingga ke permukaan yang sangat kasar. Permukaan tersebut memberikan berbagai posibilitas teknik kuas  yang beragam. Pada kanvas permukaan kasar kita dapat melakukan teknik scumbling, yaitu menyapukan kuas pada bagian permukaan kasar yang menonjolnya saja. Teknik itu hanya akan mewarnai sebagian permukaan kanvas yang menonjol dan menciptakan efek transparan menyerupai kumpulan halftone atau titik piksel yang renggang pada media digital.

Permukaan kanvas halus (kiri) dan permukaan kanvas yang kasar (kanan). aliexpress.com: ayman art supplier
Permukaan kanvas halus (kiri) dan permukaan kanvas yang kasar (kanan). aliexpress.com: ayman art supplier

Linen

Linean adalah media lukis yang cukup banyak digunakan juga untuk melukis. Kelebihan linen adalah mungkin kainnya yang lebih halus. Intinya linen juga sebetulnya kanvas, hanya saja bahannya berbeda. Jika kita tidak akan menggunakan teknik menggunakan permukaan kanvas maka kain linen dapat menjadi alternatif. Namun biasanya harga linen relatif lebih mahal dan kurang cocok untuk proses belajar.

Media Khas/Alternatif

Media khas adalah media lukis selain kanvas atau media alternatif lain diluar media yang umum digunakan dalam seni lukis sehingga menjadi ciri khas dari suatu kebudayaan/perkumpulan atau individu seni tertentu. Jackson Pollock sempat menggunakan papan fiber sebagai media lukisnya. Banyak seniman modern dan kontemporer lain yang menggunakan media lukis alternatif dalam membuat karyanya.

Sebetulnya kita bebas memilih media melukis, tidak ada batasan untuk kreativitas yang ingin kita ekspresikan. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah daya rekat dan pengaruh lain dari cat yang kita gunakan pada media tersebut. Kedua, apakah media yang kita gunakan memberikan dampak positif pada estetika visual atau tata ungkap karya kita? Cat minyak yang digunakan diatas kertas akan ”memakan” kertas itu seiring berjalannya waktu. Karya yang kita buat tidak akan bertahan lama. Jackson Pollock berhenti menggunakan papan fiber untuk media lukisnya, mungkin karena ia menganggap bahwa media tersebut tidak memberikan dampak positif pada karyanya.

Agus Suwage pernah menggunakan lempengan seng sebagai media lukisnya. Dia memanfaatkan warna dan tekstur seng agar tampak menjadi hamparan pantai pada lukisannya. Ia bahkan dengan sengaja membuat beberapa bagian seng berkarat dan dibentuk menjadi seperti batu/karang yang biasa terdapat di pantai. Media lukis yang digunakan oleh Agus Suwage adalah media khas yang efektif penggunaannya. Eksperimental namun patut untuk diperjuangkan.

Landscape With Man and Skeleton, oleh Agus Suwage. galeri-nasional.or.id
Landscape With Man and Skeleton, oleh Agus Suwage. galeri-nasional.or.id

Media lukis lain yang digunakan antara lain:

  1. Kaca
  2. Sutra
  3. Dinding (mural)
  4. Papan Fiber
  5. Papan Kayu
  6. Kain tekstil
  7. Lempengan logam
  8. Kertas Cat Air/Aquarel
  9. Cardboard

Media Digital

Lukisan dapat dibuat dengan menggunakan media digital seperti komputer bahkan telpon genggam. Tidak perlu banyak dibahas karena penggunannya sendiri sudah jelas. Menggunakan media digital berarti menggunakan cat dan alat lukis digital juga yang tidak relevan dengan pembahasan artikel ini. Catatan yang perlu ditekankan mungkin adalah beberapa pelukis digital atau desainer yang unggul biasanya tetap menggunakan media tradisional/konvensional terlebih dahulu untuk memulai karya digitalnya. Sehingga karya digitalnya tampak lebih memanusia/crafted.

Selain itu pengetahuan dasar mengenenai algoritma pembentukan gambar pada media digital diperlukan. Misalnya raster/bitmap dan vektor, untuk mengetahui resolusi yang kita butuhkan pada saat kita akan mencetak karya tersebut. Beberapa seniman menggunakan pemrograman visual untuk membuat berbagai bentuk, tekstur hingga warna unik dan hanya dapat dibuat melalui coding. Teknologi 3d printer juga membuka jalan baru untuk membuat karya tiga dimensi melalui media digital.

sumber : serupa.id

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles