Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Kenapa Sih Motret Itu Harus Dengan Format RAW? Yuk Ketahui 10 Alasannya!

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Dengan membaca artikel ini, kamu akan memahami apa alasan mengapa kebanyakan photographer harus memotret dengan format RAW.

RAW adalah file gambar yang disimpan secara mentah oleh kamera tanpa proses pengolahan lebih lanjut.

Apa yang ditangkap sensor itulah yang disimpan ke dalam memory card.

Gambar dalam format RAW tidak mengalami proses kompresi sama sekali sehingga informasi yang ada di dalamnya tetap utuh. Kondisi ini membuatmu lebih leluasa mengkoreksi atau mengedit gambar lebih lanjut, hal yang tak berlaku pada format JPEG.

Pada JPEG, gambar sudah mengalami kompresi sehingga banyak informasi yang hilang dan tidak bisa dipulihkan kembali, akibatnya proses editing ekstrem akan merusak foto.

Nah, pastinya kamu sering mendapat petuah dari para fotografer senior, potretlah dengan format RAW…!

Tahukah kamu alasan? Apa pentingnya? Simak ulasan berikut..

Mengapa Harus Motret dengan Format RAW?

1. Mendapatkan Kualitas Terbaik dari Gambar

Secara teknis, semua kamera selalu membidik dengan format RAW, tetapi tidak semua kamera punya opsi menyimpan foto dalam format ini, terutama pada kamera HP atau low end. Kamera langsung mengubahnya menjadi JPEG dengan memberikan style pada foto yang kamu ambil.

Ada masalah di sini, kamera tidak sehebat jiwa seni manusia jadi hasil akhir foto belum tentu sesuai dengan keinginan dan seleramu.

Dengan RAW, informasi yang diterima sensor dapat diproses lebih lanjut menggunakan software editing dengan memberi style sendiri bagaimana seharusnya gambar terlihat agar foto jadi lebih bagus dan sesuai selera tanpa merusak foto.

Selain itu, kamera merekam semua data yang masuk ke sensor jadi kamu bakal mendapatkan foto dengan kualitas tertinggi. Ini merupakan salah satu manfaat terbesar penggunaan RAW. 

Seandainya kamu mendapatkan foto yang bagus, alangkah baiknya kalau kamu juga memiliki file RAW-nya.

2. Merekam Lebih Banyak Tingkat Kecerahan

Tingkat kecerahan adalah banyaknya rentang warna hitam ke putih dalam sebuah foto. Semakin tinggi rentangnya, semakin halus pula transisinya sehingga hasil foto akan terlihat lebih bagus.

Format RAW bisa mencatat 4.096 hingga 16.384 tingkat kecerahan, sementara file JPG hanya mencatat 256 tingkat kecerahan. Hal ini biasa disebut dengan istilah “bit”. JPG hanya menangkap 8 bit sedangkan RAW berada di 12-14 bit.

Selain itu, rentang kecerahan yang tinggi membuatmu lebih mudah untuk menghindari atau memperbaiki posterisasi pada foto yang akan terlihat jelek kalau foto dicetak.

Foto ini dijepret dengan format RAW :

https://digital-photography-school.com/

Dengan RAW, kamu bisa membuat foto lebih berwarna tanpa merusaknya karena RAW menyimpan banyak informasi..

Ini contohnya setelah dikoreksi :

https://digital-photography-school.com/

Penyesuaian exposurecontrastbrightness dan lainnya dengan mudah tanpa ada penurunan signifikan dari kualitas gambar aslinya.

3. Mudah Memperbaiki Foto yang Under / Over Exposed

Tentunya semua orang ingin mendapatkan eksposur normal pada setiap foto. Masalahnya, ada momen-momen tertentu yang berlangsung singkat sehingga sang fotografer tak sempat mengatur kamera dengan benar, akhirnya foto yang dihasilkan bisa under/over exposed.

Dengan RAW, terdapat informasi tambahan yang tidak hilang sehingga proses koreksi lebih mudah dilakukan tanpa penurunan kualitas yang drastis.

Contoh foto under exposed :

https://digital-photography-school.com/

Hasil koreksi foto tanpa merusak kualitas foto :


https://digital-photography-school.com/

Detail yang hilang pada bagian highlight dan shadow juga mudah untuk dikembalikan.

4. Mudah Mengkoreksi White Balance

White balance yang benar merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan hasil foto yang bagus dan mengagumkan.

Jika white balance salah, hasil foto bakal cenderung kekuningan, kebiruan, keunguan bahkan terkadang cenderung hijau, tergantung dari temperatur sumber cahaya yang ada pada saat foto diambil.

Berikut ini contoh white balance yang diberikan oleh kamera :

Foto di atas cukup baik, tapi terlalu kuning karena white balance yang kurang pas.

Dengan RAW, kamu bisa mengkoreksinya dengan mudah..

Memotret dengan JPEG, white balance langsung diterapkan pada foto jadi kalau ada kesalahan, tidak ada opsi untuk menggantinya.

5. Mendapatkan Detail yang Lebih Banyak

Aplikasi editing foto seperti Lightroom, Adobe Camera RAW, Canon DPP, Capture NX serta aplikasi bawaan vendor kamera membutuhkan informasi yang cukup untuk proses peningkatan ketajaman foto (sharpness) dan mengurangi noise (bintik di foto).

Dengan RAW, kamu bisa menyediakan semua informasi yang dibutuhkan untuk hasil yang lebih memuaskan.

Selain itu, algoritma sharpness dan noise semakin baik dari waktu ke waktu jadi kamu bisa membuka file RAW-mu kembali dan memanfaatkan peningkatan fitur ini di kemudian hari.

6. Melakukan Proses Editing tanpa Mengubah File Asli

Saat meng-edit file RAW, sebenarnya kamu tidak melakukan perubahan apapun pada file aslinya..

.. yang sedang kamu lakukan adalah membuat pengaturan bagaimana file RAW tadi diproses ke format JPEG atau TIFF dengan menghasilkan file baru.

Kondisi ini membuatmu tak perlu khawatir jika salah edit tanpa sengaja atau tidak bisa mengembalikan foto seperti semula, semua proses koreksi tetap bisa dilakukan dari awal kembali.

Selain itu, ada kelemahan file JPEG :

Foto akan mengalami penurunan kualitas setiap kali file dibuka, dikoreksi dan menyimpannya kembali. Ini yang disebut dengan format file “lossy”.

Jadi solusinya, gandakan setiap gambar dan simpan kembali ke file berbeda kalau tidak ingin mengalami penurunan kualitas foto.

7. Hasil Cetakan yang Lebih Baik

Dengan RAW, kamu bakal mendapatkan cetakan yang lebih baik karena gradasi warna dan tonal yang lebih halus. Kamu juga bisa mengurangi color banding atau posterisasi yang kelihatan kurang bagus pada hasil cetakan.

Mencetak foto dalam ukuran besar seperti baliho juga menjadi salah satu alasan mengapa harus memotret dengan format RAW.

8. Bebas Memilih Colour Output sesuai Kebutuhan

Berbicara tentang color space memang sedikti rumit, tapi intinya kamu bisa memilih color space yang cocok sesuai dengan kebutuhan kamu.

Dengan RAW, kamu bisa memilih color space apa pun saat mengekspornya sesuai dengan situasi dan kebutuhan.

.. misalnya Adobe RGBsRGB, atau ProPhoto RGB.

  • sRGB » untuk upload di media sosial, website atau hanya ditampilkan di layar komputer karena color space ini paling kompetibel di hampir semua browser;
  • Adobe RGB » untuk keperluan cetak dan diberikan kepada klien;
  • ProPhoto RGB » kalau ingin mendapatkan ruang warna yang lebih luas.

Intinya, color space mempunyai tipe yang paling cocok untuk situasi dan kebutuhan yang berbeda. Dengan RAW, kamu bisa mengekspor sebuah foto ke beberapa color space.

9. Proses Editing yang Lebih Mudah dan Maksimal

Kalau bisa menggunakan Adobe Lightroom, proses editing dalam jumlah besar sekaligus akan terasa lebih mudah jika dibandingkan dengan Photoshop.

Dengan RAW, semua fitur di Lightroom bisa kamu dapatkan sehingga proses editing akan semakin maksimal.

10. Merupakan Pilihan bagi Photographer Professional

Bagi seorang photographer profesional, menggunakan RAW adalah suatu kewajiban agar kamu bisa memberikan klien foto berkualitas tinggi.

Koreksi highlightshadow, serta white balance bisa dilakukan dengan mudah.

Mengganti color space juga bisa dilakukan dengan cepat untuk menyesuaikan kebutuhan klien.

Tak hanya profesional saja, saat ini hobbies juga memanfaatkan opsi tingkat pro ini untuk mendapatkan file dan cetakan yang lebih bagus. 

Jadi meski menggunakan kamera kecil, coba periksa apakah kameramu memiliki format RAW dan temukan manfaatnya.

Kekurangan Menggunakan RAW dan Solusinya

Setiap kelebihan pasti ada kekurangan, ini dia..

1. Perlu Diproses Terlebih Dahulu.

File RAW tidak bisa langsung digunakan, perlu diproses dulu menjadi JPEG. Andai merasa tak perlu mengolah highlightshadowwhite balance dan lainnya, langsung saja ekspor ke JPEG secara masal dengan ukuran tertentu, selektif dan tidak butuh waktu lama (batch process).

Alternatif lain..

.. kalau kamera memiliki memory card yang lega, atur kamera agar menghasilkan file RAW+JPEG sekaligus.

2. Memerlukan Ruang Penyimpanan Lebih

RAW berisi data mentah, maka ukurannya sangat besar hingga 10 x lipat dari JPEG.

Solusinya, pindahkan setiap foto ke hardisk eksternal 1 hingga 2 TB atau hapus file RAW yang kurang bagus dan tidak kamu butuhkan lagi.

3. Proses Penulisan Data Lebih Lambat

Karena ukurannya yang besar, kamera butuh waktu lebih lama untuk menuliskan data foto ke memory card.

Kalau memotret dilakukan secara cepat dan beruntun, coba gunakan kartu memory dengan kecepatan tulis yang tinggi misalnya class 10. 

4. Tiap Merk Kamera Memiliki Ekstensi Sendiri

Setiap merk kamera memiliki ekstensi file RAW sendiri-sendiri, contohnya Canon berekstensi .CR2, Nikon berekstensi .NEF dan sebagainya.

File RAW keluaran terbaru biasanya tidak terbaca pada aplikasi editing yang lawas. Contohnya file RAW Canon 80D tidak terbaca di Adobe Lightroom 5.6 jadi kamu harus selalu update software editing kamu.

Adobe kini memperkenalkan format RAW berekstensi .DNG yang diharapkan bisa menyeragamkan file RAW berbagai merk di masa mendatang.

Bagaimanapun, memotret dengan RAW memiliki banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan baik dari segi kualitas dan pengolahan.

Semoga bermanfaat..!

sumber: kamerashot.com

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles