Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Karya Seniman Visual ‘Evelyne Axell’ Karena Kritikan Laki-Laki!!!

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Ada berbagai artis berbakat yang domainnya tidak dikenal selama masa hidup mereka, dan alasannya beragam. Demikian halnya dengan semua orang yang tidak cocok dengan model yang diinginkan dari seorang seniman pria kulit putih.

Ambil contoh Evelyne Axell, yang merupakan seorang teater dan aktris film Belgia dan presenter televisi. Kontribusinya sebagai seniman visual dirusak oleh kritik laki-laki karena kurangnya pemahaman tentang agenda feminis di balik karya-karyanya, karya-karya yang pada saat itu dianggap teliti dan dangkal.

Untuk mengoreksi perlakuan buruk ini dan memberi penerangan baru pada lukisannya yang menggoda, namun subversif, Swiss Muzeum Susch akan menyajikan survei Evelyne Axell dengan judul Body Double, yang terdiri dari karya-karya paling penting dari seniman sampai ia meninggal pada tahun 1972.

Evelyne Axell – L’Appel, 1972. Enamel on plexi glass and Formica, 104 × 128 cm. Courtesy Collection Philippe Axell, Photo Paul Louis. Copyright: ADAGP, Paris – Prolitteris, Zurich 2020

Seni Pop Dari Perspektif Wanita

Di bawah kurasi bersama oleh Anke Kempkes, kurator internasional, sejarawan seni dan kritikus seni dan Krzysztof Kościuczuk, direktur artistik Muzeum Susch, pameran ini cenderung menggarisbawahi seberapa baik Evelyne Axell merangkul referensi sejarah seni, khususnya Surrealisme (yang tidak biasa sejak René Magritte) mengajari dia), mencampurkannya dengan kecenderungan Pop Art terbaru, dan mengembangkan kosa kata visualnya yang unik yang dipenuhi dengan kebahagiaan dan sensualitas wanita.

Yakni, Axell beralih ke melukis pada tahun 1964, tetapi seperti yang disebutkan, karya-karyanya yang berani tidak disambut oleh para kritikus, dan karenanya ia menolak nama depannya Evelyne dan mulai mempersembahkan karya-karyanya dengan nama androgini Axell untuk menghindari hubungan dengan jenis kelaminnya. Kariernya tiba-tiba berhenti karena kematiannya yang tak terduga dalam kecelakaan mobil yang tragis, yang baru berusia tiga puluh tujuh.

Untuk alasan itu, kontribusi Axell untuk feminis awal dan Pop Art tidak dimasukkan dalam kanon sejarah seni bersama dengan beberapa orang sezamannya seperti Kiki Kogelnik, Pauline Boty, Dorothy Iannone, dan Rosalind Drexler, yang domainnya telah direklamasi dalam beberapa tahun terakhir.

Evelyne Axell – Et fondre de plaisir!, 1964. Mixed media and collage on paper, 36.4 × 55.3 cm. Courtesy Collection Philippe Axell, Photo Paul Louis. Copyright: ADAGP, Paris – Prolitteris, Zurich 2020

Tubuh Wanita Yang Dibebaskan Di Lavish Gardens

Body Double akan menghadirkan koleksi benda-benda dan kolase yang sering dibuat-buat dengan bahan-bahan artifisial baru (misalnya teknik khasnya melukis plastik dengan enamel mobil), beserta karya di atas kertas dan potongan tiga dimensi. Hal yang sama akan menggarisbawahi sudut pandang politik artis yang keluar dari ikonografi seksual transgresifnya.

Axell mengalami era pembebasan seksual dan tampaknya terpesona dengan politik anti-kolonial dan gerakan hak-hak sipil AS. Di bawah kesan bahwa revolusi itu mungkin, Axell menggambarkan tubuh wanita terbebas dari beban konvensi tradisional yang merepresentasikan perempuan dan matriks heteronormatif.

Pameran ini akan memuncak dengan lukisan yang merangkum gaya Axell, La grande sortie dans l’espace (Perjalanan Hebat ke Luar Angkasa) yang dibuat pada tahun 1967 yang menggambarkan sosok kosmonot yang mengambang di ruang angkasa.

Evelyne Axell – Tiger Woman (Autoportrait), 1964. Mixed media and collage on paper, 54.9 × 72.9 cm. Courtesy Collection Philippe Axell, Photo Paul Louis. Copyright: ADAGP, Paris – Prolitteris, Zurich 2020

Evelyne Axell di Muzeum Susch

Setelah pameran 2011 di Museum Abteiber di Mönchengladbach, presentasi yang akan datang akan menjadi retrospektif solo terbesar Evelyne Axell di luar negara asalnya Belgia dalam beberapa dekade.

Evelyne Axell: Body Double akan dipajang di Muzeum Susch di Susch, Swiss dari 1 Agustus 2020 hingga 6 Desember 2020.

Gambar Unggulan: Evelyne Axell – Les Amies II, 1969. Enamel dan semprotan pada Plexiglas, 42 × 65 cm. Koleksi Penghargaan oleh Philippe Axell, Foto Paul Louis. Hak Cipta: ADAGP, Paris -Prolitteris, Zurich 2020. Semua gambar milik Muzeum Susch.

sumber : widewalls.ch

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles