Tips Dalam Membuat Komik!

Lewat komik, kamu bisa merasakan senang, sedih, resah, dan gejolak emosi lainnya tergantung genre yang kamu baca. Kami yakin sudah banyak di antara kamu yang membaca komik, namun ada berapa orang yang pernah membuat? Di dalam artikel ini, kami akan membahas seputar komik, termasuk cara membuat komik sendiri. 

Buat kamu yang pernah membuat, wah selamat, itu artinya kamu berhasil naik level dari sekadar pembaca menjadi penulis komik. Untuk yang ingin membuat tapi belum tahu caranya, tenang saja, tidak perlu bingung. Yuk, kita bahas cara membuat komik. 

Ciri-ciri Komik

Pertama-tama, ada baiknya kamu mengetahui lebih dulu apa ciri-ciri komik. Tujuannya agar komik ciptaanmu memiliki semua komponen penting yang harus ada. Selain itu, ini juga bertujuan agar kamu paham hal-hal mendasar apa saja yang membedakan komik dengan karya lain. Apa saja sih ciri-cirinya? Yuk simak!

1. Bersifat Proporsional 

Ciri-ciri komik yang pertama adalah bersifat proporsional. Lewat komik, seorang pembaca bisa terlibat secara emosional yang membuatnya seakan-akan masuk ke dalam cerita dan menjadi tokoh utama. Biasanya pembaca merasa memiliki simpati dan kesamaan watak dengan tokoh utama, sehingga ia merasa menjadi bagian cerita.

2. Bahasa Percakapan 

Berikutnya adalah bahasa percakapan yang digunakan di dalam dialog komik. Gunakan percakapan sehari-hari agar lebih mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, karena dialog komik dibatasi dengan bubble text atau balon kata membuat author harus memilah kata-kata penting yang tidak bertele-tele.

3. Penggambaran Watak Tokoh 

Selanjutnya adalah penggambaran watak tokoh. Tujuan dari penggambaran adalah agar pembaca lebih memahami watak setiap tokoh. Biasanya penulis komik membuat profil setiap pemain secara detail.

Mulai dari nama, tanggal lahir, tinggi badan, berat badan, hobi, zodiak, golongan darah, dan masih banyak lagi. Semakin detail penggambaran watak tokoh, maka kamu akan semakin mengenal tokoh ciptaanmu sendiri.

3. Bersifat Kepahlawanan 

Ciri-ciri komik yang berikutnya adalah bersifat kepahlawan. Maksudnya bukan pahlawan dalam perang ya, GenK. Kepahlawanan artinya si tokoh memiliki misi untuk keluar dari situasi sulit yang biasa menimpanya. Pada umumnya, pembaca akan ikut merasakan perjuangan si tokoh.

Semua pembuat komik pasti ingin pembacanya memiliki rasa simpati terhadap tokoh utama atau tokoh pendukung lain yang mereka buat.

4. Memiliki Humor 

Biasanya, terdapat humor di dalam dialog komik. Umumnya humor yang digunakan merupakan humor yang memang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.

Maka dari itu, humor di dalam komik jadi mudah dipahami. Memilih humor ini agak tricky, GenK. Tidak salah jika kamu memilih humor khusus yang segmented hanya dimengerti kalangan tertentu, namun tentu membuat pembaca lain yang masih asing dengan humormu merasa bingung, karena tidak dekat dengan kesehariannya. 

Jenis Komik Berdasarkan Medianya

Setelah mengetahui ciri-ciri komik, hal yang perlu kamu ketahui lagi adalah media yang akan kamu gunakan untuk menerbitkan komik buatanmu. Ada dua jenis media, yaitu media cetak dan media digital.

Pilih salah satu media yang akan kamu gunakan, agar kamu tahu apa saja yang harus kamu persiapkan, baik dari segi teknik gambar, desain karakter, warna, sampai target audiens. Agar lebih jelas, yuk kita bahas dua jenis komik berdasarkan medianya!

1. Media Cetak

Komik cetak, Cara membuat komik

Komik cetak (Sumber: unsplash.com)

Media cetak merupakan media untuk menyampaikan informasi yang disajikan dalam bentuk cetakan yang tertulis. Dalam hal ini, komik yang dipublikasikan dengan menggunakan media cetak bisa dinikmati pembacanya dalam bentuk buku. Tersedia dalam cetakan hitam putih dan juga berwarna.

Kamu bisa membelinya di toko buku maupun toko jual beli online. Komik yang dicetak akan memberikan nilai dan kepuasan tersendiri bagi pembacanya. Namun, beberapa orang memilih beralih ke media digital untuk membaca komik.

2. Media Digital

komik digital Cara membuat komik

Komik Digital (Sumber : plus.kapanlagi.com)

Kebalikan dari media cetak, media digital merupakan media untuk menyampaikan informasi yang disajikan dalam bentuk digital, contohnya melalui desktop dan ponsel. Dengan sajian digital, kamu bisa lebih praktis saat membaca komik, karena tidak perlu jauh-jauh pergi ke toko buku dan tidak memerlukan cara khusus untuk merawat komik.

Melalui media digital, kamu bisa hanya mengunggah satu halaman struktur frame gambar. Misalnya kamu unggah di media sosial Instagram atau Deviantart. Praktis bukan?

Cara Membuat Komik

Masuk ke dalam bagian yang paling ditunggu-tunggu nih, yaitu cara membuat komik sendiri. Pertama-tama, perbanyak referensi agar kamu tahu konsep apa yang ingin kamu bangun di dalam komik buatanmu. Komponen yang paling penting adalah tema cerita dan gaya visual yang nantinya akan kamu sajikan kepada pembaca. 

Dalam membuat komik, kamu bisa menjadikan pengalaman sebagai ide konten cerita. Semakin kamu paham dengan detail konsep cerita, maka semakin mudah pula saat merealisasikan komik buatanmu. Sudah siap berkarya? Yuk ikuti cara-cara di bawah ini!

Cara membuat komik

(Sumber: unsplash.com)

1. Tentukan tema cerita

Langkah pertama adalah menentukan tema cerita. Ini menjadi langkah yang paling krusial, karena tema akan menjadi fondasi dasar komik buatanmu. Pilihlah tema-tema yang unik dan out of the box agar menarik minat pembaca.

Tidak perlu takut konsep ceritamu akan disukai pembaca atau tidak, karena yang terpenting adalah kegigihan dan semangat kamu dalam setiap langkah membuat komik. 

2. Buat unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita

Langkah selanjutnya adalah membuat unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita. Dalam unsur intrinsik, kamu perlu menentukan tema, tokoh dan penokohan, latar tempat dan waktu, alur, sudut pandang, dan gaya bahasa. Sedangkan, dalam unsur ekstrinsik, hal-hal yang harus kamu cermati adalah pesan yang ingin sampaikan ke pembacamu.

Kedua unsur ini merupakan pengembangan dari tema yang kemudian akan berguna untuk mempermudah kamu saat mulai menulis naskah dan dialog.

3. Buat detail penokohan

Selanjutnya buat detail penokohan, seperti nama, umur, tanggal lahir, tinggi badan, berat badan, hobi, zodiak, golongan darah, dan lain-lain. Setelah itu buat watak tokoh lebih detail lagi, misalnya, apakah dia ceria dan penuh semangat atau pemurung. Detail penokohan yang sudah dibuat akan berguna pada saat kamu merancang desain karakter.

4. Merancang desain karakter

Pada tahap ini kamu harus menentukan gaya visual yang akan menjadi hal krusial kedua setelah tema. Pilih gaya yang cocok dengan alur cerita komikmu, jangan sampai kamu memaksakan satu gaya visual yang sebenarnya tidak cocok dengan alur cerita.

Desain karakter dibuat berdasarkan detail penokohan. Misalnya tinggi tokoh adalah 170 cm, maka kamu harus membuat visual karakter yang kelihatan tinggi.

funny gif comic

5. Tentukan format komik

Format komik merupakan tata letak gambar. Sebenarnya tidak ada ketentuan pasti untuk pemilihan format. Akan tetapi umumnya para komikus menggunakan 3 kategori format, yaitu single frame (biasanya untuk komedi), strip (satu urutan frame)dan comic page (lembar komik penuh). Pilih format yang sekiranya cocok dengan alur ceritamu.

6. Tulis naskah dan dialog setiap panel

Panjang atau tidaknya sebuah naskah komik merupakan kebebasan yang dimiliki oleh komikus. Namun, usahakan tidak menulis cerita yang bertele-tele agar setiap panel berisikan adegan penting.

Pastikan tulisan dialog tidak memenuhi frame, karena pada dasarnya komik lebih menonjolkan visual daripada teks. Tetap pikirkan mood pembaca saat menikmati cerita komikmu ya.

7. Buat sketsa frame atau storyboard

Storyboard cara membuat komik

Storyboard cara membuat komik (Sumber: storyboardthat.com)

Sketsa atau storyboard akan mempermudah kamu untuk menggambar komik nantinya. Dengan storyboard, kamu sudah menentukan dialog apa yang digunakan pada satu frame, panel gambarnya, angle gambarnya, dan background gambarnya. Pastikan garis imajiner tidak rusak agar tidak mengganggu kelanjutan cerita.

8. Mulai menggambar komik

Saatnya menggambar. Tahap ini merupakan tahap merealisasikan semua konsep yang sudah kamu buat untuk dijadikan komik yang sesungguhnya. Kamu bisa menggambar secara manual maupun digital. Tergantung media gambar apa yang kamu miliki.

9. Buat outline gambar

Apabila semua gambar sudah selesai, jangan lupa untuk memberi outline atau menebalkan garis pinggir agar gambarmu menjadi lebih rapi. Kamu bisa memainkan tebal tipis garis untuk menyimbolkan sesuatu. Misalnya, jika kamu mau memusatkan perhatian pembaca kepada suatu objek, maka pertebal outline gambar objek tersebut.

10. Scan gambar

Tahap ini hanya dilakukan kalau kamu menggunakan media kertas untuk menggambar komik. Eh, tapi mungkin kamu punya pertanyaan seperti “Kenapa harus di-scan?”. Gambar di-scan untuk disunting dengan menggunakan software pengedit gambar, contohnya seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, dan SAI. Penyuntingan ini akan membuat karyamu lebih mulus.

11. Bersihkan gambar

Setelah gambar di-scan, buka gambar satu per satu di aplikasi software. Tujuannya untuk membersihkan sisa-sisa garis yang tidak terpakai dengan cara menghapusnya.

12. Pilih jenis huruf yang menarik

Pilih jenis huruf yang sekiranya menarik pembaca dan tentunya sesuai dengan genre cerita. Misalnya komik kamu bergenre horor, maka pilih jenis tulisan yang memiliki kesan seram dan mencekam.

13. Pilih bentuk bubble text atau balon kata

Sama halnya dengan jenis huruf, pemilihan bentuk bubble text atau balon kata juga disesuaikan dengan genre cerita atau bahkan disesuaikan dengan dialog yang sedang berlangsung. Misalnya dialog seorang tokoh yang sedang marah dan berteriak, maka pilih bentuk bubble text yang ujung-ujungnya tajam agar memberi kesan sedang berteriak nyaring.

14. Warnai gambar

Selanjutnya masuk ke tahapan mewarnai gambar.👩‍🎨 Pilih warna-warna yang sesuai dengan alur cerita. Akan lebih bagus lagi kalau menggunakan warna yang akan menjadi ciri khas kamu, misalnya warna pastel, warna bold, dan lain-lain. Tujuannya agar menjadi pembeda antara kamu dengan author komik lainnya.

15. Finishing

Ini merupakan proses terakhir dalam proses merancang komik. Pastikan kembali tidak ada dialog, gambar, dan warna yang terlewat. Jika ada yang terlewat, segera koreksi bagian tersebut.

16. Unggah komikmu ke media sosial

Komik buatanmu sudah siap diunggah ke media sosial! Gunakan caption yang unik agar menarik minat pembaca. Kamu juga bisa menambahkan tagar agar hasil karya komikmu bisa diapresiasi oleh banyak orang.

17. Cetak komikmu

Tahap ini merupakan pilihan bagi kamu yang ingin mencetak komik menjadi buku. Tidak ada salahnya loh untuk coba menerbitkan komikmu. Siapa tahu kamu adalah calon komikus hebat yang dinantikan dunia! 

Nah, itu dia penjelasan seputar cara membuat komik khusus untuk kamu. Tidak perlu khawatir soal jumlah pembaca, yang terpenting kamu sudah berani menunjukkan passion-mu kepada dunia. Jangan berkecil hati jika menurutmu hasilnya kurang memuaskan, karena masih banyak waktu untuk terus berlatih sampai karyamu sempurna. Selamat berkarya! 🤗

sumber : kreativv.com

Latest articles

41.6k Followers
Follow

Related articles