Cara Supaya Foto Bisa Tajam Keseluruhan dengan Hyperfocal Distance

Dengan membaca artikel ini diharapkan kamu akan memahami apa itu hyperfocal distance serta bagaimana cara mendapatkan foto tajam keseluruhan pada pemotretan landscape dengan menggunakan teknik ini.

Hyperfocal Distance, sebuah istilah dalam fotografi yang mungkin masih asing bagi sebagian orang, bahkan di kalangan fotografer sendiri. Istilah ini sering muncul dalam pembicaraan fotografer landscape serta street fotografi, jarang diperbincangkan oleh fotografer potraiture atau model.

Hyperfocal distance memang merupakan topik bahasan yang masih agak membingungkan, baik itu bagi pemula ataupun yang sudah ekspert.

Tapi bagaimanapun juga, untuk mendapatkan foto keseluruhan setajam mungkin – khususnya bagi photographer landscape – hyperfocal distance merupakan bahasan yang mestinya diketahui.

Apa itu hyperfocal distance?

Saat meletakkan titik fokus di foreground, maka background menjadi kurang fokus. Sebaliknya, saat kamu meletakkan titik fokus di background, maka foreground menjadi kurang fokus.

Bagaimana solusinya?

.. adalah hyperfocal distance, letakkan fokus di antara keduanya.

Hyperfocal distance adalah jarak dari lensa ke suatu titik fokus, dimana dari titik fokus tersebut hingga infinity (jarak tak terhingga) menjadi tajam keseluruhan, ditambah dengan setengah dari titik fokus ke lensa ikut tajam.

Jadi, tujuan utama hyperfocal distance adalah untuk mendapatkan ketajaman foto yang seluas-luasnya dari titik fokus sampai ke titik yang tak terhingga (infinity).

Kalau masih bingung, lihat ilustrasi berikut :

https://www.cliftoncameras.co.uk

Pada ilustrasi di atas, bisa kita simpulkan :

  • Dari titik hyperfocal distance ke background (infinity), tajam keseluruhan;
  • Dari titik hyperfocal distance ke foreground (setengah dari jarak hyperfocal ke lensa), juga ikut fokus.

Jadi, tugas kita adalah meletakkan titik fokus lensa ke titik hyperfocal distance agar foto tajam keseluruhan mulai dari titik hyperfocal ke infinity ditambah setengah dari titik hyperfocal ke lensa ikut fokus.

Kapan Harus Menerapkan Hyperfocal Distance?

Oke, dibagian ini sepertinya masih banyak yang salah kaprah karena sebenarnya hyperfocal distance itu tidak perlu diterapkan pada semua foto landscape atau pun street fotografi.

Perlu diterapkan pada..

Hyperfocal distance hanya perlu diterapkan pada objek foto yang memiliki foreground yang dekat dengan lensa serta background yang sangat jauh dari lensa dan keduanya harus tajam.

Lihat gambar berikut :

Foto menggunakan teknik hyperfocal distance [img src : https://www.naturettl.com]

Pada gambar di atas, kita memiliki 2 objek yang seharusnya tajam, yaitu :

  1. Gundukan gandum sebagai foreground; serta
  2. Hamparan ladang gandum dan langit sebagai background.

Tidak perlu diterapkan pada ..

Hyperfocal distance tidak perlu diterapkan pada objek foto yang tidak memiliki foreground yang dekat dengan lensa, artinya tidak ada objek dekat lensa yang mesti fokus.

Misal, kamu sedang memotret hamparan padang pasir, pegunungan atau pantai, sedangkan foreground tidak ada..

.. tak perlu menghitung jarak hyperfocal karena objek terdekat dari lensa posisinya jauh, sudah berada di titik infinity. Jadi cukup letakkan saja titik fokus ke infinity maka foto akan tajam keseluruhan.

Lihat gambar berikut :

Tidak perlu menghitung jarak hyperfocal. [img src : https://photographylife.com]

Hyperfocal distance juga tidak berguna saat memotret dengan objek yang benar-benar sangat dekat (beberapa inchi saja) dari lensa, disaat bersamaan, objek yang jauh juga mesti fokus.

Alasannya yaa seperti penjelasan sebelumnya, bagian yang bisa fokus hanya setengah dari titik hyperfocal ke lensa.

Bagaimana Menghitung Jarak Hyperfocal?

Sebenarnya bagian ini tidak perlu dipahami lebih jauh, tapi tak mengapa tetap saya tulis untuk menambah wawasan bagaimana sebenarnya cara menghitung jarak hyperfocal tersebut.

C = Circle of Conclusion (ukuran dimana munculnya titik kabur pada sensor karena keterbatasan kamera untuk fokus).

Dari rumus di atas, bisa disimpulkan bahwa yang mempengaruhi jarak hyperfocal adalah :

  • Focal length;
  • F-number; serta
  • Circle of conclusion.

Artinya, saat kamu mengubah focal length dan f-number, maka jarak hyperfocal juga berubah.

Hyperfocal distance juga dipengaruhi oleh Circle of Conclusion dimana CoC ini dipengaruhi oleh ukuran sensor kamera.

Circle of Conclusion. [img src : https://www.cliftoncameras.co.uk]

Cara Mendapatkan Foto Tajam Keseluruhan dengan Hyperfocal Distance

Pada masa awal-awal fotografi, menghitung hyperfocal distance masih dianggap tidak penting karena saat itu lensa manual dilengkapi dengan angka-angka hyperfocal.

Pada lensa keluaran terbaru, tanda-tanda hyperfocal ini umumnya sudah dihapus, yang ada cuma jarak fokus saja. Oleh karena itu, kamu harus bisa menghitung sendiri jarak hyperfocal yang tepat sesuai dengan pengaturan kamera yang digunakan.

Alih-alih menggunakan perhitungan dengan rumus yang ribet di atas, hyperfocal distance bisa diperoleh dengan cara :

  • DoF Calculator;
  • Hyperfocal Distance Chart;
  • Aplikasi iOS / Android;
  • Focusing Scale (khusus di lensa lawas).

1. DoF Calculator

Beberapa situs menyediakan perhitungan hyperfocal distance, diantaranya:

  • Camera : Tentukan tipe kamera, diklasifikasikan sebagai full frame dan APS-C;
  • Focal length : isi focal length;
  • Aperture : isi dengan f-number;
  • Subject distance : isi angka 0 saja agar tidak membingungkan sehingga yang diperoleh hanya jarak hyperfocal saja;
  • Teleconverter : jika menggunakan teleconverter.

Dari contoh pengisian parameter di atas, diperoleh data sebagai berikut:

  • Hyperfocal distance : jarak hyperfocal, artinya letakkan titik fokus pada jarak 1.45m;
  • Hyperfocal near limit : 0.72m jarak dimulainya fokus hingga ke infinity;

2. Hyperfocal Distance Chart

Salah satu faktor yang mempengaruhi jarak hyperfocal adalah Circle of Conclusion, sementara Circle of Conclusion dipengaruhi oleh ukuran sensor kamera.

.. maka, chart yang tersedia pun dibagi berdasarkan ukuran sensor kamera.

Kamera Fullframe 35 mm

https://www.thephoblographer.com

Kamera Crop Sensor [APS-C]

https://www.thephoblographer.com

Pada tutorial ini saya akan memberikan contoh bagaimana membaca chart hyperfocal distance pada kamera sensor APS-C.

Misal, kamera diatur sebagai berikut :

  • Menggunakan aperture f/8;
  • Pada focal length 18mm.

Lihat tabel di atas, ketemu angka 1.4m (0.7m – ∞).

Ini artinya, saat kamu menggunakan f/8 pada focal length 18mm, maka letakkan titik fokus pada jarak 1.4m dari lensa agar objek yang berada di 0.7m dari lensa tetap fokus hingga jarak tak terhingga.

3. Aplikasi Android

Ada beberapa aplikasi Android yang bisa digunakan, cari saja di Google Play Store atau App Store dengan kata kunci “hyperfocal distance calculator”.

Aplikasi yang sering saya gunakan adalah : Hyperfocal Pro.

Unduh dan install aplikasi kemudian jalankan;

Selanjutnya isi parameter di aplikasi kemudian Hyperfocal Pro akan menghitung berapa jarak hyperfocal sesuai dengan pengaturan yang diberikan.

4. Menggunakan Skala Fokus

Pada lensa-lensa manual atau lensa keluaran lawas, skala fokus masih tersedia di body lensa.

Dengan skala ini, kamu bisa mengetahui berapa jarak terdekat yang akan fokus hingga ke infitiny.

Misal, kamu ingin memotret menggunakan bukaan f/16 :

  1. Atur aperture ke f/16;
  2. Selanjutnya letakkan titik fokus infinity () sejajar dengan f/16;
  3. Angka yang tertera pada panah adalah jarak hyperfocal, pada contoh di atas berada di 1.5m atau 5 feet.

Jadi, letakkan titik fokus di 1.5m untuk mendapatkan fokus mulai dari 0.75m hingga tak terhingga.

Bagaimana Cara Menerapkannya di Dunia Nyata?

Saat ini hampir semua lensa keluaran terbaru menggunakan autofocus sehingga agak menyulitkan fotografer untuk menerapkan hyperfocal distance..

.. karena fokus otomatis selalu jatuh di titik infinity atau backgroud saat melakukan komposisi foto.

Jadi, cara yang saya lakukan :

  1. Mendapatkan jarak hyperfocal dengan salah satu cara di atas;
  2. Meletakkan titik fokus pada jarak hyperfocal;
  3. Selanjutnya matikan autofocus lensa;
  4. Atur komposisi foto (recompose);
  5. Jepret.

Kesimpulan

Jarak hyperfocal hanya perlu dihitung ketika kamu memiliki objek yang dekat dan jauh dari lensa dan keduanya harus tajam.

Setelah mendapatkan jarak hyperfocal, letakkan titik fokus di titik hyperfocal agar foto yang dihasilkan tajam secara keseluruhan mulai dari foreground hingga background.

Tapi perlu diingat, karena fokus diletakkan pada titik hyperfocal (di antara kedua objek), maka tidak ada objek yang benar-benar tajam sempurna (perfectly sharp), tetapi hanya mendekati sangat tajam atau cukup tajam (acceptable sharp).

Semoga bermanfaat..!

sumber: kamerashot.com

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles