Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Tilt Shift Lens Ternyata Bukan Hanya Untuk Foto Arsitektur Loh! Simak Artikel Berikut

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Hartblei 80mm Super-Rotator Tilt Shift Lens MC TS-PC 80mm f/2.8

Latar belakang

Ini artikel pertama saya, jadi mohon maaf kalau masih amburadul. Dalam artikel ini saya ingin mengulas lensa yang biasanya digunakan untuk foto arsiktektur, lensa tilt-shift untuk perspective control.  Tetapi kali ini saya mengunakan lensa dengan kemampuan tilt-shift ini untuk foto product, untuk mengkontrol ruang ketajaman. Tilt shift bukan hal baru bagi fotografer arsitektur, dan biasanya fotografer menggunakan kamera view atau medium format dengan lensa tilt-shift atau seperti hasselblad flex body.

Tapi saya ingin mencoba untuk mengexplore and membuktikan kalau tilt-shift bukan hanya untuk foto  arsitektur saja menggunakan kamera format besar tetapi pengguna 35mm SLR atau DSLR juga dapat menggunakannya untuk foto selain foto arsitektur. Mungkin untuk para teman2 professional di forum ini yang sudah mengunakan kamera view untuk foto2 product mereka ini bukan hal baru lagi, tapi kamera view sangat terbatas sekali penggunaanya (maksudnya di studio saja). Kecuali teman2 tidak keberatan membawa kamera view untuk foto jalan2 atau foto session di lokasi. Serta keterbatasan dana yang membuat saya memilih lensa yang akan saya pakai dalam artikel ini.

Lensa dengan kemampuan tilt-shift sangat dibutuhkan oleh fotografer professional karena lensa ini dapat mengkoreksi perspektif secara analog. Maksudnya perspektif adjustment melalui lensa bukan software. Walaupun software2 sudah semakin canggih untuk kontrol perspektif tapi semua itu dilakukan bukan tanpa kehilangan pixel. Jadi kemampuan perspektif control dalam pemotretan dapat meningkatkan kualitas workflow kita.

Shift dari lensa di gunakan untuk mengkontrol perspektive dari foto, sedangkan kemampuan tilt untuk mengkontrol ruang ketajaman. Karena lensa  yang saya pakai bukan wide angle jadi percuma untuk memberikan contoh kemampuan shiftnya, jadi saya hanya memberikan contoh untuk kemampuan tilt dari lensa ini.

Jika ingin tahu teori dasarnya, yaitu teorinya si Scheimpflug  untuk ruang ketajaman silahkan liat sendiri kesini http://en.wikipedia.org/wiki/Scheimpflug_principle. Singkatnya kalo sumbu object dan sumbu kamera paralel maka fokusnya fokusnya jadi sempit. Untuk memperlebar ruang fokusnya salah satu sumbu object atau kamera harus di modifikasi. Sumbu object nggak mungkin di modifikasi (karena komposisi) jadi yah sumbu kamera yang di modifikasi dengan mengubah sumbu lensanya jadi separalel mungkin dengan sumbu object (contoh foto A and B).

Hampir semua merek besar membuat lensa spesial ini. Tapi jika melihat harganya membuat pengguna biasa jadi mundur teratur. Contohnya , lensa Nikon 85 mm f/2.8 PC Micro-Nikkor, atau Canon 90mm TSE Harga terakhir yang saya cek sekitar US$1600, kira2 sekitar 15 jutaan kalo di Indonesia. Kalo bekas mungkin masih diatas 10 jutaan. Untuk  kantong kita2 yang hanya advance amatiran mengeluarkan duit puluhan juta untuk alat yang hanya dipakai sesekali sangatlah berat..

            Jadi saya ingin mencoba alat yang dapat dipakai oleh kamera 35mm atau digital, ringan, ringkas, cukup terjangkau harganya, memiliki kualitas lensa yang tinggi, kuat (professional grade) dan yang terpenting mempunyai kemampuan tilt-shift. Saya memerlukan tilt-shift untuk dapat mengatur ruang ketajaman dan perspectif. Dan pemenangnya adalah

HARTBLEI 80mm Super-Rotator Tilt Shift Lens MC TS-PC 80mm f/2.8, The Monster

Setelah research selama berbulan-bulan saya menemukan lensa yang saya maksud diatas yaitu; HARTBLEI 80mm Super-Rotator Tilt Shift Lens MC TS-PC 80mm f/2.8.

Hartblei mungkin bukan merek baru di dunia fotografi. Mereka adalah pembuat kamera kiev system. Kamera tersebut cukup terkenal pada jaman dulu mungkin sektar tahun 70an. Walupun mereka masih membuaat kamera dengan format medium, tetapi kalah pamor dengan merek2 kamera sekarang seperti Mamiya, Contax, Hassie dan lain2.

Okay cukup segitu aja perkenalannya sama merek tersebut, kalo masih penasaran silahkan lihat langsung saja ke http://www.hartblei.com.

Kembali ke lensa, berikut spek dari lensa ini (note: foto lensa and spek dibawah diambil langsung dari website hartblei, http://www.hartblei.com)

Lens mount type          Canon EOS, Canon FD, Nikon, Minolta Dynax / Maxxum / AF, Minolta MD, Pentax K, M42 Zenit / Praktica / Pentax M, Leica R
Frame format   24×36 mm (35mm SLR / DSLR)
Focal length    80 mm
Focusing          manual
Maximum aperture      1:2.8
Aperture range            2.8 – 22 (manual, 12-blade)
Construction   6 elements in 5 groups
Angle of view             42° (45° with optical unit shifted)
Minimum focus           0.65 m
Filter size         Ã˜62 mm
Lens movement           TS-PC Super Rotator, both tilt and shift in any direction
Shift movement range             0 to 10 mm in any direction
Tilt movement range   0 to 8° in any direction
Rotation movement range             360°, with click stops every 15°
Dimensions     Ã˜88×80 mm
Weight            660 grams

Ketika saya melihat spek tersebut saya langsung kesengsem dengan lensa ini. 12 blade aperture pasti bisa menghasilkan bokeh yang cantik, hasil silahkan dinilai sendiri2.

Tilt-shift kesemua arah, wow, tidak satu pun lensa PC atau tiltshift buatan merek besar yang bisa melakukan ini, TSEnya canon rotate 180 derajat. Ini sama seperti saya membawa kamera view tanpa bebannya. Ukuran filter yang standard untuk Nikon yaitu 62mm, jadi nggak usah beli filter2 lagi kecuali uv atau protective filter untuk lensa ini. Dan setelah di telusuri optic lensa ini ternyata menggunakan teknologi lensa2 carl zeiss. Karena memang lensa2 carl zeiss ceritannya dulu di bikin di pabriknya hartblei.  Yang paling  penting adalah harganya hanya 1/3 dari harga lensa2 merek terkenal, US$500an saja baru gress. Merek tersebut juga mengeluarkan lensa 35mm dengan kemampuan yang sama tapi harganya lebih mahal $300. Mungkin kalo untuk foto arsitektur lebih baik pake lensa itu atau 24mm dari Nikon atau Canon.

Walaupun terlihat kayak monster lensanya tapi masih lebih ringan dan effective di banding medium format atau view kamera. Jadi saya manggil lensa itu monster lens

Untuk membeli lensa ini tidak bisa ditoko biasa, harus langsung dari pabriknya di kiev, Rusia. Saya beli lensa ini di  Ebay sekitar US$500, dikirim langsung dari Rusia. Pemaketan cukup baik walaupun tidak rapih sekali. Didalam paket saya mendapatkan Lensa, soft pouch, lens cap depan dan belakang, dan manual singkat.

Kualitas bahan lensa sangat bagus, karena terbuat dari besi. Jadi agak berat, tapi kalo dibanding 85mm f/1.4 nggak beda jauh kok. Saya tidak secara detail mengukur kualitas lensa tersebut karena keterbatasan waktu. Tetapi saya hanya ingin menegaskan kalau lensa TS-PC bukan hanya untuk foto arsitektur saja.

Berikut adalah contoh hasil dari penggunaan lensa ini;

Technical detail:

Lighting : Hensel integra pro (Foto A dan B)

Kamera: Fujifilm S5pro

Lensa: Hartblei 80mm

Aperture: F/8

Speed: 1/125

Tilt: 8 0

Foto A

Foto B

Contoh untuk pemakaian foto portraiture foto C(maaf kalo nggak bagus, no post processing cuman di crop ajah fotonya, saya hanya ingin menunjukan bokehnya) Technical detail f/2.8, 1/40, iso 640 available light

Foto C

bokeh_hartblei

Kesimpulan

    Mungkin foto2 diatas biasa saja dari segi teknik, maaf saya bukan fotografer professional (nggak cari makan lewat motret). Tapi semua komentar saya terima. Tapi mudah2an tujuan yang saya ingin sampaikan tercapai. Dengan menggunakan tilt-shift lensa ini dapat menghasilkan foto yang mempunya ruang ketajaman yang bisa diatur. Karena dalam foto produk ruang ketajaman adalah hal yang penting, walaupun perspektif juga penting. Lensa ini untuk ketajaman menurut saya cukup tajam setara dengan lensa2 nikon saya yang lain dan menghasilkan warna2 yang menarik. Bokeh (saya baru tahu kalau ini diambil dari bahasa jepang) juga nggak kalah sama fast lens nikon yang lain. Mungkin ada yang bisa membandingkan bokehnya dengan nikon 85mm f/1.4?

  Kelebihan

  • Harga lebih terjangkau dibanding dengan merek asli dari Kamera
  • 12 blade aperture menghasilkan bokeh yang bagus
  • Tilt dapat di putar 360°
  • Shift dapat diputar 360°
  • konstruksi yang sangat kuat
  • Dapat dipakai di SLR atau D-SLR
  • Lebih mobile dibanding view kamera (dengan segala kekurangannya)

  Kekurangan

  • Lensa terlihat besar
  • Tidak ada chip untuk kamera 2 modern
  • Tombol kunci pemutar tilt sulit dijangkau, terutama untuk kamera modern yang ujung kepalanya nongol
  • Untuk D-SLR agak  sulit untuk focus (harus dibantu dengan Live-View)
  • Kualitas cap dan softcase tidak bagus
  • Manual hanya satu lembar saja untuk lensa yang cukup rumit pemakaiannya
  • Butuh learning curve yang tajam bagi pemakai biasa

Keunikan lain

    Lensa ini dapat digunakan untuk stiching. Kira2 bisa nambah sekitar 80% foto untuk stiching dengan menggunakan fungsi shift. Tetapi saya belum coba. 

Untuk fotografer portrait, mungkin bisa mengexplore lensa ini untuk selective focusnya. Di US ada beberapa fotografer portrait bahkan wedding yang pakai lensa tilt-shift.

Lihat foto yang pertama lensa saya tilt horisontal 8 derajat dan fokus pada anak yang sedang lari kecil, ruang ketajaman foto tersebut berubah menjadi hanya bagian tengah saja (memanjang kebelakang dari si anak kecil sampai kaki kursi bayi di ujung belakang sana), dan pinggir kiri dan kanan jadi tidak focus.
Detail untuk foto2 dibawah: f/2.8 , 1/30

Foto 1

hartblei_aksan

Untuk foto kedua lensa saya tilr 8 derajat vertikal dan fokus pada muka si anak (fotonya bukan nggak focus tapi goyang, maaf soalnya pake available light), ruang ketajaman hanya sebatas kepala dan leher saja, selebihnya out of focus

Foto 2

hartblei_aksan2

 Tambahan

Saya kurang tahu untuk pengiriman ke Indonesia bisa atau tidak(aman atau tidak). Saya berdomisili bukan di indonesia, jadi pengiriman dari Rusia bukan masalah.

sumber:fotografer.net  Pujo C Agustiyanto

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles