Ingin Belajar Menjadi Fotografer Model Handal? [Pelajari 11 Rahasia Ini]

Menjadi fotografer model handal dan professional merupakan impian banyak fotografer khususnya bagi mereka yang senang bergelut dibidang modeling photography.

Yah, siapa sih yang tidak senang jika bisa memotret model dan hasilnya bagus dan memuaskan? Modelnya senang, anda pun puas hehehe 

Tapi, tentu saja ini tidak mudah. Sangat tidak mudah. Ada harga yang harus anda bayar. Harga untuk menjadi sukses sebagai seorang fotografer model handal dan professional. Bukankah segala sesuatu itu memiliki harga?

Nah, jika anda ingin belajar fotografi model dan ingin menjadi fotografer model handal dan professional sudah pasti ada yang harus anda korbankan bukan? Bukankah sukses itu butuh perjuangan dan pengorbanan?

Yah, anda harus berani berkorban tidak hanya waktu anda tetapi juga energi, tenaga, pikiran, uang dan kesempatan untuk bersenang – senang jangka pendek. Agar anda bisa senang sekali jangka panjangnya.

Tapi hasil yang anda dapatkan nanti akan kembail berkali – kali lipat dari apa yang telah anda investasikan sebelumnya. Yah, karena anda telah menginvestasikan waktu dan energi anda untuk belajar. Saya teringat sebuah ungkapan bijak yang berbunyi seperti ini. Invest in learning then you will reap in earning. Berinvestasilah dalam belajar maka anda akan memanen dalam penghasilan.

Bahkan Benjamin Franklin pernah berkata “1 dollar you invest in your head, will return million dollar in your pocket” 1 dollar yang anda investasikan di dalam pikiranmu (pengetahuanmu) akan kembali jutaan dollar di dalam kantongmu!

Sungguh luar biasa dahsyat bukan?

Karena itu, sekaranglah saat yang tepat untuk anda berinvestasi. Berinvestasi dalam belajar mengetahui 11 rahasia menjadi fotografer model handal professional berikut ini. Oke, anda sudah siap? Mari kita lanjutkan perjalanan ini 

  1. Pikirkan konsep yang ingin anda usung

Sebelum memulai kegiatan memotret model, tentukan dulu konsep yang anda ingin usung. Konsep seperti apa yang kira-kita ingin anda tampilkan. Hal ini penting agar sang model tidak bingung terlebih saat memilih kostum nantinya.

Dengan konsep yang bagus dan unik, hasil foto model anda akan lebih memiliki cerita dibandingkan dengan memotret model tanpa konsep sama sekali. Ada banyak konsep yang bisa anda coba. 4 jenis konsep dibawah ini bisa jadi bahan pertimbangan anda 

  1. Mood and Vintage Concept
  2. Sweet Memories Concept
  3. Futuristic Concept
  4. Gothic Concept, dll
  1. Persiapkan kamera terbaik anda

Untuk memotret model, hal pertama dan terutama yang harus anda persiapkan adalah kamera anda. Jenis kamera apapun sebenarnya bisa digunakan. Namun, alangkah baiknya jika kamera terbaiklah yang harus anda siapkan.

Seperti apa kamera terbaik itu? Idealnya kamera yang lensanya bisa ditukar lepas. Bisa diganti – ganti. Seperti DSLR atau mirrorless misalnya. Sehingga dalam pemotretan anda dapat membuat foto close up dengan menggunakan lensa tele atau lensa zoom.

Tapi kalau anda hanya memiliki kamera saku atau digicam atau kamera konvensional (kamera film) bahkan kamera hp atau ponsel atau smartphone saja, itu tidak jadi masalah.

Kamera apapun itu yang jelas, anda piawai menggunakannya. Ingat peribahasa yang pernah saya katakan di postingan sebelumnya?

“Kamera hanya memiliki andil 20% terhadap hasil foto terbaik, 80% nya adalah anda sebagai seorang fotografer”

Namun, alangkah lebih baik jika anda bis berinvestasi dengan memiliki kamera yang lebih serius dan professional seperti DSLR atau mirrorless. Apabila kamera anda memiliki fitur zoom, gunakan pada posisi zoom atau tele.

Sehingga jarak antara anda dengan model yang anda potret bisa agak jauh. Dan usahakan tidak memotret dengan lensa pada posisi wide angle (lensa lebar) khususnya untuk pemotretan close up.

Karena selain jarak anda dengan model lebih dekat, pada hasil foto wajah model akan terlihat lebih lebar karena terdistorsi. Contoh efek distorsi yang sederhana dapat dilihat kalau anda bercermin di depan kaca yang berbentuk cembung.

  1. Temukan model yang tepat

Apakah anda ingin mendapatkan model yang professional? Ataukah sekedar model yang biasa-biasa saja namun dengan bentuk tubuh yang ideal? Apapun itu. Pemilihan model yang tepat tetap harus anda pikirkan dengan baik.

Siapapun itu sebenarnya bisa menjadi seorang model, gak perlu harus seorang model yang mahal dan professional. Seorang wanita biasa-biasa saja namun dengan tubuh proporsional bisa anda jadikan model.

Teman atau kawan anda, sahabat anda, keluarga anda bisa juga anda jadikan model. Yang jelas model haruslah minimal camera face, bodi yang proporsional dan bisa berpose. Namun, tentunya harus anda sesuaikan dengan tema atau konsep yang ingin anda tampilkan.

Misalnya, jika anda ingin mengusung tema pantai, tentu akan lebih baik dan tepat jika model tersebut seorang pria atau wanita yang bertubuh langsing atau atletis dan ber-camera face. Pemilihan model yang tepat sangat penting agar hasil foto model yang dihasilkan nantinya bisa lebih maksimal dan menarik.

  1. Komunikasikan konsep anda ke sang model

Anda punya konsep yang anda rasa unik dan menarik. Komunikasikan konsep tersebut dengan sang model. Konsep yang bagus haruslah disampaikan agar model paham apa yang ingin anda tampilkan dari sesi pemotretan tersebut.

Selalu upayakan untuk berdiskusi dan berkomunikasi dengan model, hal ini penting agar menghindari terjadinya miscommunication atau kesalahpahaman antara anda dengan model. Komunikasi yang terbuka dan sehat sangat penting untuk menjaga agar tujuan anda dapat tercapai dengan lebih mudah.

Jangan ragu untuk menanyakan seperti apa pose paling favorit dari sang model atau tanyakan terlebih dahulu jenis foto apa yang diinginkan sang model sebelum anda menerapkan konsep yang anda inginkan.

  1. Hati – hati dengan pencahayaan

Photography is all about light. Inti dari fotografi adalah permainan cahaya. Sehingga kunci dan esensi dari fotografi adalah anda harus berusaha untuk cerdas dan cerdik bermain dengan cahaya dan pengendalian terhadap cahaya baik yang kuat maupun yang lemah.

Bayangan pada foto harus anda kontrol dan anda kendalikan. Foto tanpa bayangan akan terasa mati. Pengambilan dari arah yang tepat akan menjadikan foto menarik.

Sebenarnya penggunaan flash atau blits terkadang diperlukan. Keuntungan menggunakan flash adalah untuk menambah estetika dari model yang akan anda potret.

Flash dapat membantu memunculkan dimensi dari lekukan tubuh sang model. Misalnya anda ingin menonjolkan bentuk tubuh sang model, maka anda dapat menambahkan flash di belakang model (backlight) agar pinggiran siluet tubuh sang model lebih menonjol.

  1. Perhatikan property, wardrobe, kostum dan make up-nya

 Property

Hal yang tak kalah penting lainnya adalah mempersiapkan peralatan atau property dan wardrobe yang sesuai dengan konsep yang anda ingin tampilkan. Baik fotografi indoor maupun outdoor 2 hal ini harus anda perhatikan.

Misalnya nih, katakanlah anda memilih vintage sebagai konsep yang ingin anda usung. Maka property yang dibutuhkan antara lain koper, meja, atau kursi vintage, vespa, dan barang-barang lain yang berbau vintage.

Jangan gunakan istilah “manfaatkan apa yang ada” saja. Memotret model harus memiliki konsep yang matang, karena itu menggunakan property yang sesuai harus anda pikirkan.

Penggunaan property yang tepat akan memberikan detail yang sangat baik bagi foto anda. Karena itu, sediakanlah property yang sesuai dengan konsep yang telah anda susun.

Jika anda merasa sulit dalam mengadakan property, penyewaan adalah salah satu jalan keluar termudah dan termurah dibandingkan dengan membeli.

 Wardrobe

Jangan lupa juga dengan wardrobenya seperti baju, riasan dan juga aksesoris. Jika sesi foto yang anda ikuti bertema pantai dan swimsuit dengan baju yang minim, mintalah model anda untuk memakai pakaian yang sedikit minim.

Kalau perlu tunjukan tato yang ia miliki. Yah, ini jika ada yah. Jika tidak, bersyukurlah karena tato pada kulit model juga mempengaruhi komposisi dan nilai artistik sebuah foto.

Jika penempatannya tepat maka bisa sangat membantu foto anda, jika tidak maka hal ini sangat sulit untuk menghilangkan objek tersebut dari dalam foto.

Satu hal yang harus diingat adalah tidak semua model yang ada memiliki koleksi pakaian yang lengkap di lemarinya karena itu sangat penting untuk mengetahui cara pengadaan wardrobe bagi model.

Reflector, juga sangat dibutuhkan dalam memotret model yang berfungsi sebagai media pemantul cahaya matahari atau sering disebut sebagai fill in light.

 Kostum dan Make Up

Hal yang juga harus anda perhatikan adalah tentang pengadaan kostum dan make up model. Dalam pemotretan model, make up dan kostum model merupakan 2 hal yang sangat penting yang harus anda perhatikan.

Carilah kostum yang tepat dengan model dan konsep yang sudah ditentukan. Begitu juga dengan make up, buatlah make up yang sesuai dengan konsep atau keinginan anda. Kostum dan make up akan sangat mempengaruhi keberhasilan foto anda nantinya.

  1. Berikan feedback (umpan balik) ke sang model (Sering – seringlah berkomunikasi dengan sang model)

Faktor selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah meluangkan waktu untuk berkomunikasi, berbincang – bincang dan berbicara dengan sang model. Hal ini penting untuk mencairkan suasana.

Jangan ragu untuk menanyakan pose paling favorit dari sang model atau tanyakan terlebih dahulu jenis foto apa yang diinginkan sang model sebelum anda menerapkan konsep yang anda inginkan.

Biasakan untuk mengajak bicara sang model saat pemotretan. Jangan hanya diam sehingga model tidak tau apakah sudah berpose sesuai konsep yang diinginkan apa belum.

Jangan hanya memberikan komentar “Pose terserah anda” “yah, tahan” arahkanlah model terlebih dahulu kemudian biarkan proses selanjutnya mengalir. Jangan sungkan untuk menegur bagian tubuh model seperti tangan yang kelihatan kaku atau gesture yang sedikit mengganggu foto anda.

Adalah penting untuk menunjukan hasil foto yang telah anda ambil ke sang model, kemudian mintalah koreksi atau sekedar komentar mengenai hasil atau kekurangan foto. Jika sudah lakukan perbaikan sesuai dengan saran yang diberikan.

Pemberian feedback atau umpan balik yang cepat dan segera sangatlah penting. Hal ini agar sang model paham dan mengerti hasil yang telah dicapai dan bisa berpose lebih baik dan lebih kreatif lagi nantinya.

  1. Jangan Lupa Candid Shot!

Anda tahu apa itu candid shots? Candid shots adalah foto yang diambil secara diam – diam tanpa diketahui dan disadari oleh subjek atau objek yang difoto.

Dalam fotografi ada yang namanya candid photography. Foto yang diambil dengan sengaja secara diam – diam oleh sang fotografer tanpa sepengetahuan si subjek foto.

Ada beberapa alasan yang paling umum mengapa fotografer baik yang pemula maupun yang sudah professional melakukan foto candid khususnya foto model, 5 alasan utama diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Untuk melihat ekspresi natural sang model
  2. Untuk menghindari persiapan awal yang justru tidak terlalu ekspresif
  3. Sengaja untuk memberikan kejutan kepada sang model
  4. Agar tidak mengganggu subjek foto ketika sesi pemotretan
  5. Ini dilakukan ketika subjek foto (model) sedang bergerak
  1. Tunjukan hasil foto anda ke sang model

Tidak ada salahnya untuk menunjukan hasil foto yang telah anda ambil, kemudian mintalah koreksi atau sekedar komentar mengenai hasil atau kekurangan foto. Jika sudah, lakukan perbaikan sesuai dengan saran yang diberikan.

Hal ini penting karena kita ingin melihat sudut pandang yang berbeda dari sebuah foto. Sebuah foto yang menurut anda bagus dan sudah sempurna boleh jadi masih memiliki sejumlah kekurangan kecil yang mesti diperbaiki jika dilihat dari kacamata model tersebut.

  1. Ambil Break Dan Jeda Waktu

Setelah sesi pemotretan berlangsung untuk beberapa saat, ambillah break sejenak untuk beristirahat. Ini penting agar anda dan juga model anda tidak terlalu letih dan kelelahan.

Dalam sesi break anda bisa berbincang-bincang dan mengajak ngomong sang model. Carilah topik percakapan yang dapat mencairkan suasana. Lelucon, humor atau cerita lucu bisa sangat efektif untuk membuat anda dan sang model lebih akrab.

Ibarat baterai yang bisa lowbet. Manusia khususnya si model pun bisa capek dan letih. Anda juga khan? Yah, iyalah… fotografer juga khan manusia hehehe 

Yah, kecuali anda superman J nah, setelah break dan jeda, anda bisa lebih bersemangat lagi memotret tentu dengan energi dan semangat baru yang lebih fresh.

  1. Pelajari 10 Tips ketika berhubungan dengan model

Berhubungan denga model memang gampang – gampang susah. Apalagi jika model tersebut merupakan seorang model yang terkenal dan profesional. Tentu saja tingkat kesulitannya lebih tinggi lagi.

Namun demikian, model juga tetaplah manusia yang punya pikiran, hati dan perasaan dan rasa lelah ketika telah terlalu lama bekerja.

Karena itu anda yang fotografer mesti tau bagaimana tips dan trik berhubungan dengan model sehingga tujuan anda untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal dari sesi pemotretan anda bisa berjalan lancar dan mulus.

Penasaran dengan ke-10 tips tersebut? Ini dia 10 tips dan rahasianya.

  1. Temukan koneksi dan chemistry antara anda dan model

Hal pertama yang harus anda perhatikan dalam membangun sebuah hubungan adalah ada tidaknya koneksi atau chemistry antara anda dan sang model. Karena itu, ambillah waktu untuk berbincang-bincang sejenak dengan si model. Cari topik percakapan yang menarik untuk dibahas.

Misalnya, bertanya dan memulai percakapan tentang bagaimana sang model bisa masuk ke dalam modeling business. Tanyakan juga apa brand atau merek produk yang biasa dia endorse. Sudah berapa lama jadi model, apa tantangan terbesar menjadi seorang model, apa suka duka menjadi seorang model, dan lain – lain.

Intinya anda mencoba untuk membuka diri anda sekaligus menciptakan ruang agar tercipta sebuah percakapan yang lebih hidup dan dinamis sehingga anda bisa mendapatkan koneksi atau click dengan sang model. Buat dia merasa anda adalah orang yang menarik untuk diajak bicara. J

  1. Buatlah model merasa nyaman

Setelah anda paham dan mengerti dengan latar belakang sang model, anda juga telah membangun percakapan yang hidup dan menarik. Selanjutnya buat dia merasa nyaman. Ini adalah salah satu faktor yang paling penting. Khususnya dalam membina hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan sang model.

Siapapun itu kalau sudah merasa nyaman, maka bisa dengan leluasa mengekspresikan dirinya dengan santai dan tanpa beban. Begitu juga dengan sang model. Buat dia merasa nyaman terlebih dahulu.

Cari topik pembicaraan yang bisa mencairkan suasana. Buat cerita – cerita lucu, anekdot atau humor yang bisa membuat dia tersenyum dan tertawa. Ini salah satu cara yang paling efektif dan bisa anda terapkan di semua kondisi termasuk dalam berhadapan dengan model.

Anda juga bisa membawa sebotol minuman dingin dan makanan kecil sebagai pelengkap suasana. Berilah pujian yang tulus kepadanya. Anda bisa memujinya secara fisik atau secara non-fisik. Anda bisa memuji penampilannya saat itu.

Kalau model tersebut wanita, berilah sedikit pujian jika pakaian dan make up yang dia pakai menarik dan cantik. Pujian yang diberikan secara tulus akan sangat membekas dalam hati seseorang.

  1. Kenali dan pelajari psikologis sang model (Sesuaikanlah dengan kepribadian model)

Manusia adalah makhluk yang emosional sekaligus individualistis. Karena itu penting bagi anda untuk mempelajari sisi psikologis sang model. Bagaimana kepribadian dan karakter sang model.

Bagaimana temperamennya. Apa yang dia sukai, apa yang tidak dia sukai. Anda bisa menanyakannya tentang hal ini. Anda juga bisa menanyakan teman atau sahabatnya jika memungkinkan.

Dengan mengenali secara seksama karakter, kepribadian dan psikologi dari sang model, akan sangat memudahkan anda dalam berhubungan dan berinteraksi dengannya. Sehingga ketika sesi pemotretan berlangsung, anda dan model akan lebih bisa membangun hubungan yang lebih baik dan professional.

  1. Temukan hal kecil yang mampu membantu sang model merasa lebih baik

Apakah model anda termasuk orang yang pemalu? Apakah dia termasuk seorang yang introvert alias tertutup? Apakah model tersebut hobi dengerin musik? Apa dia orang yang cenderung pasif dan menunggu instruksi?

Temukan hal-hal kecil yang bisa membuat model tersebut selain merasa nyaman dengan anda, juga bisa merasa lebih baik karena anda. Temukan hal-hal kecil yang mampu membuat anda dan sang model merasa nyaman. Tidak ada kecanggungan sehingga semuanya bisa berjalan lebih mulus dan meksimal.

Jika model anda sedang lelah misalnya, atau ingin sendiri untuk sejenak berikan dia sedikit waktu untuk beristirahat. Berikan dia sedikit me time. Dengan begitu anda membuatnya merasa dihargai dan trust dan kepercayaan dari sang model pun secara perlahan akan terbangun.

  1. Berikan model pandangan tentang apa tujuan yang ingin anda capai dari sesi pemotretan tersebut

Ingat, seorang model apalagi yang telah professional tentu sangat paham tentang apa yang harus dia lakukan. Dia paham harus berpose seperti apa.

Namun demikian, alangkah lebih baik jika anda sebagai seorang fotografer untuk mengarahkannya sesuai dengan tema dan konsep yang ingin ditampilkan.

Sebelum sesi pemotretan, beritahu apa konsep serta tujuan yang ingin anda capai. Luangkan waktu dengan model untuk berdiskusi tentang pose dan gaya yang terbaik.

Pikirkan apa kira-kira kendala yang mungkin akan muncul dan jelaskan secara detail maksud dan tujuan dari konsep yang ingin anda usung tersebut.

Dengan begitu anda bisa membuat sesi pemotretan berjalan lebih maksimal dan lancar dan kendala yang mungkin akan muncul bisa diminimalisir.

  1. Hati – hati dengan kata – kata anda (Jangan pernah berkata-kata negatif di depan model atau menyinggung perasaannya)

Mulutmu adalah harimaumu. Demikian pepatah yang sering kita dengar. Karena itu sebagai fotografer. Hati – hati ketika berbicara dan berkata-kata dengan sang model, jangan sampai menyinggung perasaan model tersebut.

Sebisa mungkin pilih kata-kata yang tidak mengandung SARA atau bermakna ambigu dan bias. Kata – kata yang keluar dari mulut anda mencerminkan karakter dan kepribadian anda. Jadi selalu selektif dalam berkata-kat dan berbicara.

Ada pepatah melayu yang mengatakan, “karena pulut santan binasa, karena mulut orang binasa” yah, pepatah yang sangat tepat menggambarkan lidah yang tak bertulang ini. Sebagai seorang fotografer yang baik dan professional, sudah sepantasnyalah memilih kata-kata dan ucapan yang enak didengar dan baik.

Jika anda tidak suka dengan gaya sang model, pilih kata-kata yang lebih positif. Misalnya, daripada mengatakan jangan berpose begitu…. Tidak bagus kalau begitu….,dst. Lebih baik berkata “saya ingin anda berpose dari angle sebelah sini” “sepertinya kalau dari arah sini lebih baik” dan seterusnya.

  1. Jangan pernah menyentuh sang model

Jangan pernah sama sekali menyentuh sang model. Baik anda fotografer pria ke wanita ataupun sebaliknya. Hal ini tentunya tidak etis. Kecuali kalau memang ketika model tersebut mengijinkan dan anda memang sudah meminta ijin terlebih dahulu.

Lakukan hal ini hanya jika benar-benar perlu saja. Jika tidak sebisa mungkin hindari kontak fisik. Ini untuk menjaga imej dan wibawa anda sebagai seorang fotografer professional.

  1. Ingat untuk selalu menjaga profesionalisme

Menjaga profesionalisme selama bekerja dengan model mutlak diperlukan. Tidak hanya bagus bagi anda untuk jangka pendek, tetapi juga sangat bagus untuk menjaga kredibilitas anda sebagai fotografer professional dimata model.

Model adalah klien anda yang harus anda jaga. Sebisa mungkin jaga mood anda ketika sedang bekerja. Selalu memilah dengan baik dan professional mana yang memang berhubungan dengan pekerjaan dan mana yang tidak.

Profesionalisme seorang fotografer tercermin dari bagaimana dia bertindak dan bersikap dengan klien. Jika anda bisa melakukan hal ini. Saya yakin kepercayaan dan trust dari model sebagai klien anda akan terbangun.

  1. Respek dan hormati sang model (Bangun trust dan kepercayaan)

Selalu meminta ijin ketika ingin memberikan instruksi kepada model. Apakah ketika anda ingin mmodel tersebut untuk menaiki tangga, berjalan ke arah datangnya angin, mengangkat sedikit wajahnya sampai ketika anda ingin sang model untuk berpakaian sedikit minim.

Dengan begitu anda secara tidak langsung menunjukan rasa hormat dan respek kepada model sebagai klien anda. Sebagai imbasnya, anda akan mendapatkan respek pula dari model. Trust dan kepercayaan akan terbangun. Hubungan professionalisme pun akan terjaga.

  1. Ingat untuk selalu menjaga hubungan baik dengan sang model.

Menjaga hubungan yang baik itu ibarat menjaga telur yang ada ditangan anda agar tidak jatuh dan pecah. Ini memang tidak mudah dan perlu kehati-hatian.

Namun jika anda piawai anda bisa bukan hanya membuat hubungan yang ada menjadi harmonis tetapi juga membuat sebuah investasi jangka panjang dengan sang model dan juga membuat kesan bahwa anda adalah seorang fotografer professional.

Secara jangka panjangnya lebih penting lagi. Trust, kepercayaan dan kredibilitas akan terbangun dan portofolio anda sebagai seorang fotografer handal dan professional pun diakui.

Demikian 11 rahasia belajar menjadi fotografer model handal professional. Bagaimana, menurut anda? Anda pendapat? Sampaikan di kolom komentar, yah 

sumber:foto.co.id

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles