Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Berikut Proses Non-Instant untuk Mendesain UX Terbaik, Jangan dilupakan!

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

User experience adalah nilai atau value yang kamu berikan kepada user / pengguna ketika mereka menggunakan produk atau jasa kamu.

User Experience Design (UXD atau UED) adalah proses meningkatkan kepuasan pengguna dengan suatu produk dengan meningkatkan kegunaan, aksesibilitas, dan kepuasan yang disediakan dalam interaksi dengan produk.”

Mengembangkan user experience agar pengguna merasa puas akan produk atau jasa yang diberikan bukan hanya tanggung jawab satu orang atau tim, melainkan merupakan visi perusahaan.

Kenapa UX Itu Penting ?

Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works.” — Steve Jobs.

Desain bukan hanya menyangkut masalah penampilan dan perasaan, melainkan cara kerjanya. Itulah pandangan CEO Apple terhadap pentingnya User Experience dalam visi perusahaannya.

Desain UX yang luar biasa tidak hanya menyoroti dan mempromosikan produk kamu, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam membangun dan menumbuhkan kepercayaan terhadap pelanggan.

Produk atau konten yang menarik tanpa adanya elemen User Experience yang baik dapat memengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan bisnisnya.

Pendekatan Terbaik bagi Desain (UX)

User experience (UX) yang baik selalu menjadi bagian dari proses pengembangan suatu produk. Kamu berinteraksi dengan pengguna untuk membangun kombinasi unik dari struktur, konten, dan pengalaman pengguna agar dapat mencapai tujuan dengan cara yang efisien.

Faktor utama dalam kesuksesan kamu tergantung pada User experience yang pengguna rasakan, maka dari itu sangat penting untuk menjadikan hal tersebut sebagai prioritas kamu dalam mengembangkan desain.

Cara ini mampu membuat desain anda terlihat rapi, simpel, intuisif, fleksibel, dan menarik serta memberikan pengalaman berbeda kepada pengguna produk atau jasa kamu dan membuat kamu terlihat unik di hadapan kompetitor lain.

Proses Desain User Experience (UX)

Proses desain User Experience adalah metode berulang yang membantu kamu terus meningkatkan dan memoles desain kamu.

Dalam prosesnya, kamu melalui tahapan yang berbeda berulang kali sambil mengevaluasi desain kamu pada setiap tahapnya.

Setiap tahap melibatkan stakeholder atau pemegang peran penting  yang relevan dalam organisasi kamu yang mengambil bagian dalam proses untuk membuat produk kamu sangat efisien dan memberi manfaat.

Proses desain User Experience melibatkan enam tahap berikut :

  1. Understand – Understand ialah memahami apa yang dibutuhkan pengguna
  2. Research – Menganalisa pesaing atau kompetitor, Meriset Trend UX terkini, dan memperhatikan aturan-aturan UX yang berlaku
  3. Sketch – Mengumpulkan Ide, Menggambarkan sketsa dan wireframes, Serta lakukan evaluasi secara berulang-ulang
  4. Design – Desain image atau gambar, Membuat Prototype
  5. Implementation – Mengetes fungsi desain, bangun pengalaman
  6. Evaluate – Lakukan uji coba kegunaan desain, Buat laporan audit, indentifikasi pengembangan yang ada.

1. Understand (Pemahaman)

Desain mengatasi masalah, guna memberikan solusi kamu perlu memahami akar permasalahannya. Sebelum membangun desain, ada baiknya agar tim desain kamu memahami apa-apa saja yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah yang ada.

Untuk menganalisa hal apa saja yang dibutuhkan, ikuti standar riset yang diterapkan perusahaan kamu baik secara konstektual maupun interview individu.  Di waktu yang sama lakukan observasi kepada pengguna secara nyata.

Lakukan sesi brainstorming dengan user kamu, dan tunjukan produk atau jasa yang kamu tawarkan, serta minta pendapat mereka tentang hal tersebut.

Business Manager adalah peran dalam organisasi yang bekerja secara langsung dengan klien dan mendapatkan persyaratan dari mereka. Tim desain dapat bekerja sama dengan Business Manager untuk memahami apa yang pengguna butuhkan.

Pengetahuan tentang pengguna dan lingkungannya bisa membantu kamu dalam membuat desain user experience yang baik.

2. Research (Penelitian)

Riset adalah langkah dasar dalam membangun desain User Experience.

“Butuh beberapa detik untuk menggambar desain User Experience, tapi butuh 34 tahun untuk belajar menggambarnya dalam beberapa detik ”- Paula Scher

Tim desain melakukan penelitian untuk mengeksplorasi bagaimana dunia luar bekerja pada fitur-fitur tersebut.

Sherif Amin, Desainer Produk menyebutnya sebagai Analisis Kompetitif UX. Ia mencantumkan tiga tujuan analisis yaitu :

  1. Pahami Kompetisi Pasar Kamu
  2. Pelajari Domain produk kamu
  3. Cari Inspirasi dan Ide dari Kompetitor Kamu

Terus update terhadap trend User Interface yang ada, bangun prinsip, dan panduan User Experience yang ada.

Saat meneliti, coba pikirkan desain dan opsi yang dapat membangun desain user experience  yang bagus.

Sebagai contoh, ketika kamu akan membuat desain cara upload file yang ramah UX, kamu bisa mencari terlebih dahulu Desain Interface nya di Google Image:

3. Sketch (Sketsa)

Tahap ini melibatkan definisi UI dari fitur yang diperlukan. Tim desain menggerakkan kegiatan ini yang didasarkan pada dua tahap terakhir dari proses.

Gambar sketsa kertas, Whiteboard Flow, dan gambar kerangka untuk berbagi ide kamu dengan para pemangku kepentingan. Tahap ini sendiri merupakan proses berulang.

“Desain bukanlah sesuatu yang baru saja kamu buat dan mulai menggunakannya. Gambar dan buat konsep, gambar dan cetak secara berulang-ulang,  sehingga menciptakan pengalaman yang tak tertandingi. ”

Pengujian dan evaluasi wireframes atau kerangka gambar adalah bagian dari tahap ini. Tim desain membangun mockup awal dan membagikannya dengan para pemangku kepentingan untuk mendapatkan saran dari mereka.

Sepanjang proses, penting untuk mengingat tujuan kamu – buat kerangka atau sketsa desain yang dapat digunakan untuk mencapai kepuasan end-user atau pengguna akhir.

Jika dilakukan secara bersungguh-sungguh nantinya desain UX anda akan tampil lebih ramah pengguna.

4. Design (Desain)

Langkah selanjutnya adalah memberikan sentuhan akhir pada desain UX yang kamu buat.

Ubah mockup dan wireframe awal menjadi desain yang tampak hebat dengan memberikan sedikit sentuhan gaya dan tema yang sesuai.

Mempersiapkan dan berbagi spesifikasi desain (gambar, tema, warna, tipografi, ikonografi) ke tim Pengembangan juga merupakan bagian dari tahap ini. Share ide dengan mereka, dan cari tahu desain mana yang dapat memberikan Pengalaman user yang berbeda.

5. Implementasi

Karena orang-orang teknis berpartisipasi dalam tahap awal proses, mereka dapat memulai implementasi saat fase Desain sedang berlangsung.

Tim pengembang membangun fungsionalitas back-end desain terlebih dahulu dan menghubungkannya dengan User Interface.

Lebih baik tim Desain terlibat dalam langkah ini untuk membantu tahap pengembangan. Saat implementasi, mungkin akan ada perubahan kecil yang perlu dilakukan untuk menghasilkan desain UX yang optimal.

6. Evaluate (Evaluasi)

Ketika fitur produk diimplementasikan, produk akhir dievaluasi berdasarkan beberapa faktor berikut :

  • Kegunaan sistem
  • Sulit tidaknya ketika digunakan end User
  • Apakah fleksibel dan mudah diubah ?
  • Apakah memberikan solusi yang diinginkan untuk mengatasi masalah pengguna ?
  • Tingkat kredibilitas yang membuat seseorang menggunakan produk kamu

Setelah tahap terakhir ini, proses akan beralih sendiri dan tergantung pada perubahan yang diperlukan, kamu mungkin harus kembali lagi ke tahap 2,3, atau 4.

Proses ini berlangsung hingga desain User Experience yang diinginkan dan kepuasan pelanggan tercapai.

Sumber: techfor.id

- Advertisement -

Latest articles

15.1k Followers
Follow

Related articles