Yuk Simak! Cara Bikin Klien Tertarik Liat Portfolio Desain Kamu

Saat ini, sudah ada banyak sekali cara untuk menunjukkan karya atau hasil pekerjaan Anda, melalui berbagai saluran di internet; entah itu melalui media sosial seperti Instagram atau Pinterest, hingga channel komunitas seperti DKV Daily atau jejaring kreator seperti GetCRAFT.

Di satu sisi, menyajikan informasi profesional jadi makin mudah; tapi di sisi lain, makin banyak desainer yang mengoptimalkan berbagai channel tersebut, dan otomatis persaingan jadi semakin ketat.

Salah satu cara untuk membuat peluang Anda memikat dan mendapatkan project dari klien yang mencari desainer grafis adalah dengan menunjukkan portfolio karya yang memikat.

Berikut ini beberapa hal yang penting diperhatikan untuk memandu Anda membangun portfolio desain yang potensial menarik minat klien:

Tampilkan Portoflio Desain yang Anda Anggap Paling Baik dan Unik

Tidak perlu memasukkan semua karya desain yang pernah Anda buat. Luangkan waktu untuk memilah dan memilih karya terbaik dari berbagai desain yang pernah Anda buat. Bukan hanya yang menurut Anda paling baik dari sisi hasil teknis pengerjaan, tapi juga unik dan menampilkan karakteristik Anda sebagai desainer.

Menunjukkan karakter dan keunikan Anda sebagai desainer ini sangat penting; karena kini, banyak brand atau agency yang membutuhkan desainer, membutuhkan talenta yang tak hanya mampu membuat desain yang dibutuhkan; tapi juga memiliki look and feel yang khas dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Misalkan, Anda ingin menunjukkan portfolio desain materi profil perusahaan (company profile), Anda bisa menunjukkan look and feel profesional yang khas dan paling Anda kuasai. Sama halnya untuk portfolio desain poster acara hiburan (musik atau standup comedy), Anda menampilkan look and feel meriah, dengan komposisi dan permainan warna yang paling mewakili karakteristik Anda sebagai desainer.

Tujuannya, membuat orang yang melihat portfolio Anda bisa langsung menangkap, “Oh, desainer ini gaya profesionalnya cenderung elegan.”

Sajikan Ragam Jenis Desain

Kini, kebutuhan konten sangat banyak dan bermacam-macam tujuannya; maka itu penting juga untuk menyajikan jenis desain yang beragam. Merujuk dari project desain yang paling laris di GetCRAFT misalnya, setidaknya desainer grafis perlu menampilkan jenis:

  • Infografis (terutama desain infografis untuk ditayangkan di media sosial seperti Instagram dan Facebook);
  • Editorial layout (terutama untuk white paper dan corporate report);
  • Logo;
  • Kemasan produk; dan
  • Desain materi pemasaran (kop surat, kartu nama, dsb.)

Dengan memuat portfolio dari berbagai jenis desain, Anda memperbesar peluang mendapatkan klien; karena kebutuhan desain selalu ada—bisa dibilang hampir setiap bulan—tetapi keperluannya yang berbeda. Kalau bulan ini ada agenda membuat white paper, bulan depan mungkin lebih perlu materi buat mendukung campaign produk di media sosial.

Memilah Jenis Desain Berdasarkan Kategori Topik

Poin ini yang mungkin belum banyak dilakukan oleh para desainer grafis. Menunjukkan ragam jenis desain memang penting, tapi membuat kategorisasi untuk tiap jenis desain pun tak kalah pentingnya. Kenapa? Karena calon klien datang dari latar belakang industri yang berbeda, dengan memilahnya berdasarkan topik, membuat mereka jadi mudah untuk langsung melihat portfolio desain yang mereka butuhkan.

Contoh kategorisasi desain ini seperti: Art, Design & Home, Automotive, Business & Entrepreneurship, Female Lifestyle, Male Lifestyle, Travel, Parenting, Sports, Tech & Gadget, dsb.

Bayangkan kalau Anda klien dari produk smartphone, dengan kategorisasi seperti di atas, pasti Anda akan lebih mudah mencari portfolio yang Anda butuhkan di kategori topik Tech & Gadget, ketimbang menelusuri semua desain yang disajikan sekaligus.

Pisahkan Juga Desain Berdasarkan Kategori Kualitas

Lagi-lagi, calon klien Anda punya kebutuhan yang berbeda dari waktu ke waktu; untuk itu, ada baiknya pisahkan juga galeri desain Anda berdasarkan kategori kualitas.

Misal, untuk jenis infografis di kategori Female Lifestyle; Anda bisa menampilkan desain infografis yang Anda pertimbangkan simpel digarap, lalu yang cukup rumit, dan infografis kompleks; tentu saja Anda perlu menentukan harga berbeda pada tingkat kualitas yang berbeda.

Sehingga, jika klien ada kebutuhan desain yang masuk kategori simpel, ia bisa langsung hanya mengecek karya Anda yang berada di kategori tersebut, tanpa perlu terdistraksi dengan karya infografis lainnya. Hal ini akan sangat memudahkan calon klien saat menelusuri portfolio desain Anda, sekaligus juga menunjukkan tingkat profesionalitas yang baik; karena Anda benar-benar menyajikan jasa secara terstruktur.

“Tampilkan karya yang tidak berusia lebih dari 1-2 tahun. Karena selain menunjukkan karya yang relevan dan aktual dengan perkembangan tren, teknologi, dan teknik desain terkini; juga menunjukkan, dalam rentang waktu belakangan Anda masih menghasilkan karya terbaik.”

Pastikan Karya Ditampilkan Dengan Resolusi Terbaik

Sebagai desainer visual, Anda tentu sudah tahu kalau gambar yang tampil dengan resolusi buruk bakal tampak kabur atau pecah. Jadi, sudah jelas, dalam portfolio karya juga, Anda harus memastikan karya Anda tampil dengan resolusi terbaik di layar komputer maupun smartphone.

Selain itu, keuntungan dari soal resolusi ini adalah, di Indonesia, masih banyak klien yang bisa dibilang konvensional dalam proses kerja; sehingga masih ada kemungkinan mereka mencetak (printing) beberapa contoh karya Anda untuk approval vendor di tingkat internal perusahaan. Dengan resolusi terbaik, Anda meminimalisasi kemungkinan hasil cetakan contoh karya Anda terlihat buruk.

Kekinian Itu Penting!

Yang juga tak kalah penting dipahami, teknologi dan tren komunikasi, bahkan gaya dan teknik desain, berkembang dengan cepat; sehingga ada pula kebutuhan untuk Anda memastikan karya desain pada portfolio Anda tidak berusia lebih dari 1-2 tahun.

Selain menunjukkan contoh karya yang relevan dan aktual, hal ini juga menunjukkan bahwa Anda dalam rentang waktu belakangan Anda masih menghasilkan karya terbaik.

Terkait hal ini, lakukanlah update secara periodik pada channel portfolio Anda. Jika ada desain baru yang Anda anggap lebih mewakili Anda saat ini, baik dari sisi gaya maupun teknis, unggah karya tersebut untuk menambah atau menggantikan salah satu desain lama yang sebelumnya Anda pajang.

Perlakukan portfolio desain Anda seperti media sosial yang perlu diperbarui secara konstan, bukan saluran yang hanya Anda buat sekali di awal, dan ditambah sesekali saja.

Melakukan perbaruan secara konstan, sembari menerapkan poin-poin di atas bakal membuat portfolio desain Anda lebih terstruktur dan mudah untuk ditelusuri oleh calon klien. Efeknya, peluang Anda mendapatkan klien pun jadi lebih besar.

Selain itu, dengan melakukan semua hal di atas, Anda juga jadi lebih mendapatkan gambaran jelas tentang detail jasa desain yang Anda tawarkan. Dengan demikian, Anda juga bisa membuat pekerjaan lain, seperti pricing dan membuat quotation (penawaran harga), jadi lebih efisien; karena Anda sudah memilah jasa desain Anda berdasarkan jenis, kategori topik, dan kualitas.

sumber: academy.getcraft.com

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles