Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Sebenernya Bikin Portofolio Content Writer itu Gampang Atau Susah Sih? Yuk Simak Tips Ini!

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Membuat portofolio memang butuh ketekunan tersendiri agar portofolio yang dibuat menarik perhatian sekaligus berkualitas. Untuk profesi content writer, portofolio menjadi hal yang mutlak dimiliki agar kemampuan menulis pun dapat dilihat dengan mudah.

Begini nih tips membuat portofolio bagi para content writer.

Tentukan Objektif yang Hendak Ditampilkan Saat Membuat Portofolio Content Writer

Tentukan Objektif yang Hendak Ditampilkan saat Membuat Portofolio Content Writer
Sumber: Make a Living Writing

Sebelum menampilkan karya-karya tulisan yang pernah dibuat, cantumkan keahlian yang dimiliki di bagian awal. Tulisan jenis apa saja yang bisa dibuat, mulai dari artikel, copywriting iklan atau produk, hingga tulisan teknis.

Saat menampilkan objektif kemampuan yang dimiliki, perekrut pun dapat lebih mudah untuk membaca portofolio. Jadi, pastikan karya tulisan yang selama ini dibuat terwakili di bagian awal portofolio.

Dalam Membuat Portofolio, Tampilkan Tulisan-Tulisan yang Pernah Diterbitkan

Dalam Membuat Portofolio, Tampilkan Tulisan-Tulisan yang Pernah Diterbitkan
Sumber: Journo Portfolio

Hal yang paling penting tentu saja melampirkan beberapa sampel tulisan ke dalam portofolio. Pilih saja beberapa karya yang pernah dibuat dan usahakan tipe tulisan yang ada mewakili objektif penulisan. Dengan begitu, perekrut menjadi lebih tertarik pada portofoliomu.

Jangan lupa cantumkan juga tautan dari tulisan yang sudah pernah dimuat atau diterbitkan. Ini mempermudah perekrut untuk mengecek keaslian tulisan yang dimuat di portofolio. Ingat, tulisan berkualitas menjadi poin penting dalam profesi content writer.

Jangan Lupa Cantumkan Biografi sebagai Content Writer Saat Membuat Portofolio

Jangan Lupa Cantumkan Biografi sebagai Content Writer saat Membuat Portofolio
Sumber: Foreground Web

Sebelum “memamerkan” hasil-hasil tulisanmu, buat perekrut sedikit penasaran denganmu. Salah satu caranya adalah dengan melampirkan biografi singkat mengenai dirimu. Tentu saja biografi yang kamu buat harus berhubungan dengan pengalaman kepenulisan ya.

Kamu bisa cantumkan keahlian menulis di bidang dan bentuk apa saja, pengalaman kerja di perusahaan, dan lain-lain. Semakin menarik biografi, semakin besar pula untuk dilirik perekrut. Hanya saja, sebisa mungkin buat biografi yang singkat dan padat saja ya agar tidak bertele-tele.

Buat Portofolio secara Online agar Mudah Diakses

Buat Portofolio secara Online agar Mudah Diakses
Sumber: Dribble

Di zaman serba canggih ini, ada baiknya membuat portofolio content writer yang mudah diakses secara online. Memang tidak salah sih jika ingin mencetak portofolio dalam bentuk kertas. Hanya saja, hal tersebut jelas kurang efisien.

Buat saja blog khusus yang bisa kamu gunakan sebagai portofolio. Bukan hanya kualitas tulisan yang bagus, kamu bisa juga menampilkan visual portofolio yang menarik. Dengan portofolio online, perekrut lebih mudah menelusuri rekam jejak karier kepenulisanmu.

Hindari Kesalahan Penggunaan Tata Bahasa

Sebagai content writer, ini poin paling penting dalam membuat portofolio. Hindari kesalahan dalam berbahasa dan cek kembali portofolio yang sudah dibuat. Jangan sampai ada kesalahan pengetikan karena ini dapat mengurangi penilaian perekrut kepadamu.

Sebenarnya hal ini tidak hanya harus diperhatikan oleh content writer. Hanya saja kesalahan dalam menulis tentu menjadi poin krusial bagi profesi ini.

Ternyata membuat portofolio content writer butuh trik tersendiri ya. Jangan lupa ya rajin update portofoliomu, siapa tahu sewaktu-waktu kamu membutuhkannya untuk melamar pekerjaan baru!

sumber: magazine.job-like.com

- Advertisement -

Latest articles

15.1k Followers
Follow

Related articles