Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Tips Street Photography dari Enche Tjin agar Hasil sesuai Harapan

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Kadang-kadang ada yang menanyakan bagaimana menghilangkan rasa malu/takut untuk memotret orang di jalan. Kelihatannya memang tidak sulit untuk memotret, tapi di lapangan memang pasti ada rasa canggung. Saat mini-trip infofotografi ke Hoi An, Vietnam bulan Februari 2019, salah satu agendanya adalah memotret di pasar di pagi hari di pasar Hoi An.

Sambil jalan tim infofotografi mencoba memotret. Ada yang secara candid atau diam-diam, ada yang secara langsung atau terbuka. Untuk motret secara candid tidak sulit di pasar, karena biasanya orang-orang sibuk dengan aktivitas mereka, tinggal kita pintar-pintar mengambil posisi sudut yang menarik.

Yang paling mudah adalah memilih latar belakang misalnya rumah, toko, tembok, yang menarik, lalu menunggu orang yang menarik untuk lewat, jika memungkinkan orang lokal dengan karakteristiknya. Misalnya di Vietnam, ibu-ibu yang memanggul dagangannya dan mengenakan caping.

Cara yang sedikit lebih sulit adalah mengikuti subjek dan menunggu gesture/sikap tubuh dari seseorang. Contohnya foto dibawah Enche Tjin sudah dari jauh mengamati emak-emak baju merah cerah dengan sapu berwarna hijau.

Atau menunggu di sebuah sudut, lalu menunggu waktu yang tepat untuk memotret, misalnya saat ekspresi subjeknya menarik. Jika ragu, foto beberapa kali atau secara kontinyu kemudian memilih momen yang tepat (decisive moment).

Kalau ingin foto dari jarak dekat, pasti ketauan orangnya langsung, tapi jangan kuatir, yang penting sapa saja, dengan bahasa lokal lebih bagus tentunya. Contohnya di Vietnam kata sapaan itu yaitu xin chào (baca: Sin chau). Mereka lebih gembira jika kita menyapa dengan bahasa mereka daripada sekedar Hello saja. Setelah itu kita bisa menunjuk/menggangkat kamera yang dipakai. Kalau orangnya tidak keberatan, baru potret sana-sini. Setelah memotret, tentunya kita mengucapkan terima kasih, kalau dalam bahasa Vietnam cảm ơn (bacanya seperti Kam en). Kata lain yang membantu yaitu cakep: đẹp.

Tidak semua nenek-nenek di Vietnam mau dan senang di foto, nenek yang ini terlihat santai dan percaya diri saat kami memotretnya.

Hati-hati terhadap orang-orang yang sengaja minta difoto, tapi kemudian meminta uang, di Vietnam masih tergolong sedikit, tapi di negara lain terutama di tempat wisata sangat marak seperti itu, contohnya di Nepal dan India dimana banyak orang yang berpura-pura berdandan bagaikan pertapa, di Papua orang berpakaian adat, dan sebagainya. Pantas atau tidak pantas memberi uang tergantung dari tujuan foto masing-masing, ingin yang otentik/asli atau model?

Untuk street photography ini, Leica Q populer dengan fotografer lainnya karena ukuran dan desainnya yang tidak mencolok, tapi kualitas gambarnya sangat baik. Lensa Q adalah lensa yang lebar, dengan bukaannya besar, jadi kita perlu agak dekat dalam memotret, dengan jarak yang dekat memang perlu keberanian ekstra, tapi hasil fotonya unik, kesannya lebih intim, seakan-akan pemirsa berada persis didepan orang/keadaan dengan yang dipotret.

Sumber: infofotografi.com

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles