Perbedaan Qualitative Research dan Quantitative Research

1. Qualitative Research

Budi adalah seorang user researcher di perusahaan teknologi. Saat ini ia dan team nya sedang mengembangkan sebuah aplikasi untuk mendengarkan musik (music streaming).

Budi memulai project tersebut dengan mencoba memahami bagaimana kebiasaan orang orang dalam mendengarkan musik.

Salah satu cara yang dilakukan Budi adalah mengobrol dengan orang orang yang berada di cafe, yang saat itu sedang mendengarkan musik dengan earphone.

Berikut pertanyaan yang diajukan:

“Bisa diceritakan bagaimana proses Anda dalam memilih lagu untuk diputar?”

“Apa yang memotivasi Anda untuk memilih lagu tersebut?”

“Apa pertimbangan Anda dalam memilih lagu untuk diputar?”

“Apa kendala yang Anda alami saat menggunakan aplikasi musik (music streaming)?”

Dan ketika Budi mendapatkan fakta yang menarik, maka Budi akan menggali informasi nya lebih dalam. Hal ini dilakukan agar Budi mendapatkan pemahaman yang mendalam.

Jadi, apa fungsi Qualitative Research?

  • Digunakan untuk memahami lebih dalam apa kesulitan yang dialami oleh user.
  • Membantu untuk memahami apa masalah yang sebenarnya.
  • Membantu untuk memahami apa motivasi user.
  • Membantu untuk memahami kebiasaan yang dilakukan oleh user.
  • Membantu mengembangkan asumsi atau hipotesis dalam proses mencari sebuah solusi, dimana asumsi dan hipotesis ini nanti bisa di validasi melalui Quantitative Research.

Apa metode yang bisa digunakan?

  • Interview
  • Ngobrol
  • Focus Group Discussions (FGD)

2. Quantitative Research

Setelah Budi melakukan obrolan dengan 10 orang, ia mendapatkan beberapa fakta menarik. Diantaranya adalah:

  • Orang orang memutar musik berdasarkan mood mereka hari itu
  • Orang orang memutar musik yang kemaren baru saja diputar karena cenderung masih suka
  • Orang orang memutar musik karena rekomendasi dari teman nya
  • Orang orang memutar musik yang sedang hits

Dari beberapa fakta tersebut, Budi langsung terbayang solusi yang akan dibuat untuk aplikasi streaming music yang sedang dikerjakan bersama team nya. Diantaranya adalah:

  • Membuat kategori mood seperti relax, chill, refreshing, powerful, dll untuk memudahkan orang memilih musik berdasarkan mood mereka
  • Membuat fitur Recent Playeduntuk menampilkan musik musik yang baru saja diputar
  • Membuat fitur socialagar orang orang saling terkoneksi dengan teman teman nya dan mengetahui apa musik yang sedang di dengarkan teman nya
  • Membuat fitur Top Musicagar orang orang mengetahui musik apa yang sedang populer

Tetapi Budi masih bingung, karena tidak mungkin ke-empat fitur tersebut langsung dikerjakan semua, mengingat waktu yang mepet. Budi lalu melakukan riset untuk membantu nya memutuskan fitur mana yang pengaruhnya paling besar.

Riset yang dilakukan Budi adalah dengan membuat polling menggunakan google forms, lalu menyebarkan melalui sosial media

Berikut salah satu pertanyaan dari polling yang dibuat oleh Budi

Pertanyaan:
Apa yang membuatmu memilih sebuah lagu untuk diputar?”

Opsi Jawaban:
A. Mood saya sedang cocok mendengarkan lagu tersebut
B. Kemaren baru saja mendengarkan lagu tersebut dan suka
C. Rekomendasi dari temen
D. Karena lagu nya sedang hits

Setelah melakukan polling, Budi mendapat data sebagai berikut:

Pertanyaan:
Apa yang membuatmu memilih sebuah lagu untuk diputar?”

Opsi Jawaban:
60% — A
. Mood saya sedang cocok mendengarkan lagu tersebut

20% — B. Kemaren baru saja mendengarkan lagu tersebut dan suka.

10% — C. Rekomendasi dari temen

10% — D. Karena lagu nya sedang hits

Dari data tersebut, Budi memutuskan untuk membuat fitur mood pada aplikasi streaming music yang sedang dikerjakan bersama team nya.

Jadi apa fungsi Quantitative Research?

  • Mengukur sebuah masalah melalui angka, dimana angka tersebut bisa diubah dalam bentuk statistik dan dijadikan pertimbangan dalam membuat sebuah solusi

Metode yang bisa digunakan?

  • Kuisioner
  • Surveys
  • Polling

Semoga bermanfaat 🙂

sumber : medium.com / dwinawan

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles