Menjadi Avatar Sebagai UI/UX Designer!

Sebelum masuk ke pembahasan inti kita harus sepakat bahwa profesi UX Designer akhir-akhir ini menjadi sorotan dan cukup hype dikalangan para IT enthusiast. Banyak seminar, talks dan workshop yang membahas topik UX ini sendiri. Mulai dari level beginnerintermediate sampai advanced. Bahkan menteri kita, Pak Nadiem Makarim mengatakan bahwa UX Designer termasuk kedalam 5 Profesi yang paling di buru di Indonesia.

Infographic by Fuad Hasan on Detik.com

Singkatnya, UX Designer adalah seorang perancang yang bertugas untuk menjembatani interaksi antara manusia dan product / services yang digunakan seperti website, aplikasi bahkan wearable devices seperti smartwatch, perangkat IoT, dll.

Untuk mencapai product yang bisa dikatakan ideal. UX Designer harus memikirkan bagaimana menyatukan 3 variable, yaitu: Pengguna, Bisnis & Technology itu sendiri.


Lalu bagaimana cara untuk menjadi seorang UX Designer? Apa saja yang harus dipelajari?

Terdengar klise bukan? Tapi nyatanya pertanyaan ini banyak sekali dilontarkan oleh orang-orang yang baru tertarik di bidang ini. Sebenernya jawabannya cuman 1, yaitu Belajar! Nah, cara belajar orang tentu berbeda-beda. Ada yang suka baca buku, baca artikel di medium, eksplorasi dari dribbble, ikut talks atau workshop, bahkan yang langsung learning by doing untuk mengimplementasikan ilmu itu di dunia industri pun juga banyak.

Nah, dari kesekian banyak jawaban. Bisa dikatakan aku punya approach yang lain untuk menjadi UX Designer yang hebat layaknya seorang Avatar. Seperti layaknya seorang avatar yang mengendalikan 4 elemen, antara lain: Api, Tanah, Air & Udara. UX juga mempunyai elemennya sendiri.

Yaps, elemen yang dimaksud disini adalah company dimana UX Designer bisa mengembangkan karirnya. Karena ada hal-hal yang begitu penting yang bisa diambil ketika designer bekerja di 4 medan tersebut.


1. Elemen Udara — Agency/Studio

Gif by Giphy

Agency/Studio is Fast like an Air

Disini agency diibaratkan sebagai elemen udara atau angin. Karena pace kerja nya yang sangat cepat. Singkatnya Agency adalah sebuah perusahaan yang di dalamnya menyediakan jasa untuk suatu project/product. Banyak design agency/studio yang ada di Indonesia, seperti contohnya: PaperpillarSebo StudioOmnicreativoraSixtytwo, dll.

Semakin banyak project yang diselesaikan, semakin banyak pula rupiah yang dihasilkan. Begitulah cara kerja agency.

Mengapa elemen udara ditaruh yang pertama? Karena banyak yang setuju dengan statement “Akan lebih baik jika karir pertama UX Designer dimulai dari Agency/Studio.” Mengapa?

Karena di agency designer bisa menghandle banyak project yang bermacam-macam, karena kebutuhan client atau customer tentunya berbeda. Dan dengan mindset harus menyelesaikan banyak project itulah yang membuat designer agency lebih punya speed yang cepet untuk mengerjakan suatu project.

Benefit yang bisa diambil dengan kita kerja di agency adalah : Mempercepat cara kerja kita untuk mendesain dan membangun banyak portfolio dengan banyak case study.

2. Elemen Tanah —Corporate

Gif by Giphy

Corporate is Stable like an Earth

Disini corporate diibaratkan sebagai elemen tanah atau bumi. Karena corporate sudah mempunyai organisasi yang solid dan bisa dikatakan stabil di berbagai hal, entah dari segi finansial, workflow, culture, dll. Singkatnya Corporate Company adalah sebuah perusahaan besar yang sudah well established, mulai dari perusahaan BUMN sampai perusahaan swasta yang sudah menjadi raksasa.

Memang ketika kita kerja di perusahaan korporat kita gak bisa agile dan se-fleksibel seperti kerja di startup maupun freelance. Contohnya: ketika kita ingin merubah workflow, sistem ataupun culture yang ada di company itu pasti gak mudah. Kita perlu alasan konkrit kenapa ada perubahan ini, kirim proposal untuk diajukan ke atasan, lalu kita akan presentasi mengapa perlu adanya perubahan dan kita harus make sure perubahannya sebesar apa dan yang terkana impactnya siapa saja. Tapi dari cara kerja itulah kita belajar banyak.

Benefit yang bisa diambil dengan kita kerja di korporat adalah : Workflow kita jadi terstruktur, belajar tentang cara kerja perusahaan yang sudah mature, mendongkrak skill komunikasi, negoisasi dan attitude.

3. Elemen Air — Freelance

Gif by Giphy

Freelance is Flexible like a Water

Disini freelance diibaratkan sebagai elemen air. Gausah dijelasin panjang lebar, kita semua tau kalo freelance ini memang yang paling fleksibel diantara elemen lain. Bagaimana tidak? Ketika kita menjadi seorang freelancer, kita menjadi bos untuk diri kita sendiri. Kita bisa memilih project yang ingin kita kerjakan, kita set sendiri harga nya, kita bisa mengerjakan dimana saja dan kapan saja. Tentunya dengan timeline yang sudah diset antara kedua belah pihak antara klien dan freelancer.

Tapi tahu gak sebenernya ke-fleksibelan itu bisa jadi pedang bermata dua? Yaps, dengan kita diberi waktu yg begitu elastis kita kadang bermalas-malasan untuk menyelesaikan tugas yg telah di set. Kita akan menjadi deadliners, dimana menyelesaikan task mepet2 deadline haha. Maka dari itu ketika kita menjadi seorang freelancer kita harus bisa me-manage waktu dengan bijak.

Benefit yang bisa diambil dari menjadi seorang freelancer adalah : Belajar tentang time management, personal financial & ideal work-life balance

4. Elemen Api — Startup

Gif by Giphy

Startup is Ambitious like a Fire

Haa? Kok bisa startup diibaratkan sebagai api? Pasti pada nanya kaya gini kan? HAHA. Ambisius disini bisa dikatakan hasrat untuk achieve something yang begitu impactful. Dengan bermodal sifat ini para pekerja startup punya willingness to innovate yang lebih tinggi untuk productnya.

Oke aku setuju kalo misal kita kerja distartup penuh ketidakpastian dan risiko. Cepat naik dan cepat turun. Tapi dari situlah inovasi dan ide-ide gila itu terbentuk. Kita gabisa fokus ke 1 solusi aja buat survive disini. Kalo idenya biasa-biasa aja ya pasti bakal kalah sama kompetitor.

Problem solving di startup begitu tricky. Gak sesimpel kita punya problem laper, solusinya makan. Problemnya haus, solusinya minum. Tapi bisa jadi kalo problemnya laper, mungkin solusinya bisa jalan ke pasar buat beli sembako sama bumbu masak, masak suatu makanan di dapur, terus dihidangkan dengan ciamik ala ala masterchef.

Berbeda dengan kerja di agency yang fokusnya ke quantity product atau project. Kalo startup harus diperhatikan quality dari product tersebut. Intinya quality over quantity lah. Bahkan ketika kita kerja di startup besar atau bahkan unicorn. Kita bakal mendesain sesuatu per micro-feature. Jadi misalkan kita bekerja di suatu ecommerce, nah kita gak ngerjain the whole marketplace system itu seorang diri. Jadi ada designer yang fokus di fitur search, terus designer lainnya fokus di fitur finance, dan seterusnya

Benefit yang bisa diambil dari kerja di startup adalah : Product ownership, totality, high innovation, data-driven, able to move quickly & easily.


4. Kesimpulan

Tidak masalah elemen apa yang sedang kita pelajari dan sekarang kita bekerja dimana. Fokus di elemen masing-masing sampai kita mahir untuk mengendalikannya dan bisa mengambil benefitnya dari masing-masing elemen.

Flexible like a Water, Solid like an Earth, Ambitious like a Fire & Fast Pace like an Air. By implementing the advantages of each element will make you a Great UX Designer.

Are u ready to be an Avatar?

Gif by Giphy

sumber : medium.com – Fahmy Habibullah

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles