Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Mengenal Cara Bercerita dengan Photo story, Part 1

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Banyak orang yang andal memotret tapi kurang bisa kalau disuruh bercerita, begitu pula sebaliknya. Photo story memangkas semua batas itu, karena seorang fotografer ternyata juga bisa bercerita lewat karya fotonya loh. Yuk kenal lebih dalam dengan photo story!

Perbedaan antara foto yang baik dengan foto yang hebat dapat dinilai dari cerita yang dibangun di dalamnya. Jenis aliran fotografi ini disebut dengan istilah photo story.

Bagaimana bisa bercerita lewat gambar? Inilah keistimewaan photostory di mana kamu dapat membangun cerita dan membawa perspektif audiens sesuai dengan makna yang ingin kamu sampaikan.

Ingin mengenal lebih dalam bagaimana cara bercerita lewat gambar? Pas banget, karena kami bakal membahas tentang dasar-dasar photo story untuk meningkatkan kemampuanmu dalam membuat foto yang menarik dari topik tertentu.

Apa Itu Photo Story?

Bagai mendongeng, photo story adalah sebuah jenis fotografi yang bercerita lewat ranah visual yang disampaikan dari gambar. Cerita ini dapat dirangkai dari satu atau banyak foto yang memiliki kesinambungan satu sama lain. Sehingga audiens dapat mengerti cerita apa yang sedang dibangun dalam gambar. photo story 1

Contoh photo story (sumber: expertphotography.com)

Namun bercerita lewat visual juga membutuhkan keterampilan loh. Bagaimana sudut pandang kamu saat melihat suatu fenomena yang kemudian diterjemahkan ke dalam gambar. 

Berarti untuk membuat photostory, kamu mesti peka soal storytelling, lokasi pemotretan, subjek yang ada di dalam foto, pemilihan angle kamera, dan masih banyak lagi. 

Eits, tapi ini tidak sesulit dan seberat yang kamu bayangkan kok. Kamu dapat menikmati keindahan alam suatu tempat atau belajar hal-hal baru ketika pergi menjelajah untuk hunting foto. 

Bagaimana Cara Mencari Konten Photo Story?

Dunia ini penuh dengan cerita-cerita yang berpotensial untuk diangkat menjadi konten photostory. Kapan saja dan di mana saja kamu melihat suatu peristiwa yang sedang terjadi, ambil kameramu, dan potret kejadian tersebut. 

Tidak cukup satu kali jepret, gunakan mode burst untuk mengambil sejumlah gambar dalam satu kali jepret. Meskipun hasil fotonya tidak selalu jelas, tapi itulah serunya bercerita lewat gambar.photo story 2

Ilustrasi memotret sebuah peristiwa (sumber: pexels.com)

Nah, sebutan untuk orang yang membuat photo story adalah photojournalist atau jurnalis foto. Jika kamu tertarik menjadi seorang jurnalis foto, mulailah untuk sering membaca atau menonton berita yang terkini, mana tahu ada fenomena menarik yang ingin diangkat.

Selain itu, kamu juga mesti rajin menyisihkan waktu untuk sekadar jalan-jalan ke lokasi tertentu sambil membawa kamera ke mana pun kamu pergi, GenK.

Tidak perlu konten yang rumit untuk menjadi bagus, tapi konten sederhana juga bisa menjadi bagus jika dikemas dalam visual gambar yang tepat. Bukankah ini pekerjaan yang mengasyikkan? 

1. Merancang Shot List Pengambilan Gambar

Layaknya sebuah cerita, tentu di dalamnya terdapat bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup. Sama halnya ketika kamu membuat photo story, GenK. Mengapa demikian? Supaya audiens memahami cerita apa yang ingin kamu sampaikan. 

Semua gambarnya mesti tersusun secara rapi dan konseptual guna membangun alur cerita. Salah satu cara mudahnya adalah dengan merancang shot list. Apa itu shot listshot list

Format shot list (sumber: cinecraft.com)

Nah, shot list adalah dokumen yang sengaja dibuat untuk memetakan segala aspek yang harus dilengkapi saat kamu membuat film. Isi dokumen ini benar-benar berdasarkan adegan yang ada di dalam naskah yang dipecah menjadi scene, shot, camera movement, dan lain-lain.

2. Membuat Bagian Pembuka

long shot

Long shot menggunakan drone (sumber: pexels.com)

Dimulai dengan memotret bagian awal photo story. Umumnya fotografer memilih untuk menggunakan establish shot di foto peratama. Establish shot adalah jenis shot yang mengambil gambar dari jarak jauh untuk menjelaskan ruang dan waktu pada foto atau scene video tertentu.

Misalnya kamu ingin mengangkat tentang keindahan alam di sebuah hutan yang sangat jauh dari perkotaan. Manfaatkan keindahan alam tersebut sebagai foto pembuka di photostory milikmu, GenK. Penggunaan drone untuk membantu saat memotret merupakan pilihan yang tepat.

3. Memotret Bagian Isi

rusa

Rusa di hutan (sumber: pexels.com)

Next, yaitu bagian isi dari photo story. Karena sebelumnya sudah menunjukkan foto long shot yang menjelaskan ruang dan waktu, berarti sekarang saatnya kamu memotret inti topik yang ingin kamu angkat. 

Ada yang namanya fotografi human interest yang dapat kamu aplikasikan ke bagian isi photostory. Fotografi human interest adalah aliran fotografi yang menekankan manusia sebagai tokoh utama untuk menimbulkan rasa simpati dan empati. Selain itu, kamu juga bisa memotret foto ala National Geographic biar jiwa petualangnya makin membara.

4. Saatnya Memotret Bagian Penutup

makro fotografi

Fotografi makro lebah (sumber: pexels.com)

Jika merujuk pada jenis-jenis ending dalam cerita tuh ada banyak, Ada open ending, close ending, twist ending, dan lain-lain. Pemilihan jenis ending itu penting untuk meninggalkan kenangan yang membekas kepada audiens, begitu pula di dalam photo story.

Fokus kepada hal-hal besar dan mendetail bisa menjadi salah satu cara yang diaplikasikan pada bagian penutup photostory. Misalnya kamu memotret kumbang sampai benar-benar mendetail bagian tubuhnya dengan menggunakan lensa makro. Foto yang detail ternyata mampu mengikat keseluruhan emosi yang ingin kamu sampaikan kepada audiens. 

Jika kamu tertarik untuk membuat photo story, mulailah dengan mencari topik-topik yang menarik. Cari juga topik yang punya banyak potensi untuk dikembangkan menjadi cerita lewat gambar. Yuk mulai bikin sambil baca tips dan trik photo story di artikel berikutnya! 

Sumber: kreativv.com

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles