Wednesday, October 27, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
HomeproductLebih Penting UX Atau UI?

Lebih Penting UX Atau UI?

“Bagaimana kalau fokus bikin UI yang bagus dulu biar nantinya user tertarik untuk melihat website atau aplikasinya”

Atau…..

“Fokus bikin UX yang bagus dulu biar nantinya user nyaman menggunakan website atau aplikasinya, UI nya seadanya saja lah”


Mari kita ubah pertanyaannya

Salah satu kunci membuat suatu produk yang bagus adalah menanyakan pertanyaan yang tepat.

Coba kita terapkan hal tersebut ke artikel kali ini.

Kita ubah pertanyaannya.

Dari awalnya “Lebih baik memprioritaskan UI dulu atau UX dulu?”

kita ubah pertanyaannya menjadi “Hal apa saja yang membuat suatu produk disukai oleh user?”

Kenapa mengubah pertanyaannya? Karena tujuan dari pertanyaan “UI dulu atau UX dulu?” adalah ke arah membuat suatu produk. Yang mana ujung ujung nya adalah memikirkan bagaimana produk itu agar selalu digunakan oleh user.


Hierarchy of User Needs

Gambar dibawah ini adalah Hirarki kebutuhan user yang digambarkan oleh Aarron Walter yang terdapat pada bukunya Designing for Emotion

Ada 4 hal yang harus dipenuhi oleh suatu produk agar disukai oleh user….

1. Functional (Memiliki Fungsi)

Sebuah website atau aplikasi yang tidak jelas apa fungsi nya tentu tidak akan menarik bagi user.

Sehingga sebelum membuat sebuah produk, definisikan dulu apa fungsi produk tersebut. Apakah itu website untuk mencari tiket pesawat, Apakah itu aplikasi untuk membeli tiket bioskop.


2. Reliable (Dapat Diandalkan)

Sebuah website atau aplikasi pencarian tiket pesawat yang bisa memberikan hasil pencarian dalam waktu yang singkat / cepat tentu akan lebih disukai oleh user.

Sebuah aplikasi penunjuk jalan yang bisa memberikan arahan yang tepat dan tidak mengarahkan user ke jalan jalan sempit dan tidak jelas, tentu akan lebih disukai oleh user.

Sebuah aplikasi ojek online yang bisa menemukan abang ojek dalam waktu yang singkat / cepat tentu akan lebih disukai oleh user.

Sebuah aplikasi atau website yang jarang sekali atau tidak pernah mengalami down (tidak bisa diakses), tentu akan lebih disukai oleh user.


3. Usable (Mudah Digunakan)

Sebuah website atau aplikasi pencarian tiket pesawat yang pengoperasiannya mudah dipahami tentu akan lebih disukai oleh user.

Sebuah website belanja online, dimana user yang memakainya tidak kesulitan menemukan tombol untuk membeli dan juga tidak kesulitan dalam memilih metode pembayaran, tentu akan disukai oleh user.

Sebuah aplikasi ojek online yang bisa menunjukkan secara akurat posisi abang ojek nya di map/peta, sehingga user yang menunggu dijemput bisa mengetahui abang ojek nya sampai dimana, tentu akan disukai oleh user.

Sebuah aplikasi ojek online yang bisa membuat user dan abang ojek nya berkomunikasi secara mudah, tentu akan disukai oleh user.

Sebuah website atau aplikasi yang bisa memberi tahu kesalahan user saat mengisi sebuah form, tentu akan disukai oleh user.

Sebuah website pencarian kursus online yang saat memperlihatkan hasil pencarian nya memudahkan user dalam membaca semua informasi, tentu akan disukai oleh user. (Seperti contoh dibawah ini….)


Sebuah aplikasi pembelian tiket bioskop yang bisa menunjukkan dimana posisi layar nya dan mana saja kursi yang masih bisa dibeli, tentu akan disukai oleh user.

Sebuah aplikasi atau website yang bahasanya to the point, mudah dimengerti dan tidak berbelit-belit tentu akan disukai oleh user.


4. Pleasureable (Menyenangkan)

Sebuah aplikasi yang bisa memberitahu user bagaimana cara menghapus data dengan cara yang unik, melalui transisi misalnya. Tentunya akan menambah kesan bagi user


Sebuah aplikasi yang bisa memberitahukan user apa hal yang seharusnya dilakukan oleh user dengan cara yang unik, melalui transisi misalnya. Tentunya akan menambah kesan bagi user.


Sebuah aplikasi yang bisa memberikan efek transisi saat berpindah halaman untuk memperjelas konteksnya tentu akan menambah kesan bagi user.


Sebuah aplikasi atau website yang bahasa nya tidak terlalu kaku dan terkadang ada nuansa humornya, tentu akan menambah kesan bagi user.


Kesimpulan

Untuk membuat sebuah produk yang disukai oleh user, maka kalian harus mempertimbangkan 4 faktor:

  • Functionality (Memiliki Fungsi)
  • Reliable (Dapat Diandalkan)
  • Usable (Mudah Digunakan)
  • Pleasurable (Menyenangkan)

Kembali ke pertanyaan awal mengenai “Lebih baik memprioritaskan UI dulu atau UX dulu?”.

Jawabannya adalah… Jika kalian bertujuan untuk membuat sebuah produk yang akan memudahkan hidup user dan selalu mempertimbangkan user dalam proses desain nya, maka apapun proses yang akan kalian ambil (entah itu UI dulu atau UX dulu), saya percaya hasilnya akan sama sama bagus.

Catatannya adalah, apakah proses yang kalian ambil itu efektif atau tidak.


Sekian, semoga bermanfaat 🙂

sumber : medium.com – Dwinawan

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments