Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Baru Pertama Kali Memotret Potrait? berikut Tips & Trik Melakukannya

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Seperti halnya genre fotografi yang lain! Fotografi Portrait memiliki tantangan tersendiri yang tidak bisa dibilang sepele. Salah satu tantangan yang unik adalah bagaimana berhadapan dengan model Kalian. Seperti kita tahu bahwa model adalah manusia, dan manusia pasti memiliki mood atau suasana hati yang berubah – ubah. Akan menjadi kacau jika mood mereka jelek saat memotret!

Tantangan yang lain pada fotografi Portrait adalah bagaimana menciptakan “Soul” pada hasil foto kalian, karena fotografi Portrait adalah tentang wajah dan bukan pada lokasi yang indah.

Kali ini, kita akan menjelaskan beberapa tips dan trik fotografi portrait:

Pertama, Cari dan temukan sumber cahaya yang “paling cantik”, seperti cahaya yang berasal dari jendela besar atau mungkin bisa di outdoor dimana model akan lebih santai tanpa rasa gugup dihadapkan dengan banyak sekali perangkat studio foto. Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan reflektor untuk memperkaya sumber cahaya kalian.

Untuk mempermudah;

A. gunakan reflektor untuk meberikan efek “catch light”. Catch light merupakan refleksi cahaya kecil dari sumber cahaya yang mengarah ke mata subyek. Agar tampak natural, arahkan sumber cahaya ke bagian atas mata (arah jam 2 atau 11) karene ketika Sobat mengarahkannya dari bawah akan tampak tidak natural.


B. Perhatikan bayangan pada bagian wajah ! Apakah bayangan tersebut diatas atau dibawah wajah? coba cermati kembali agar tampak natural! Rubahlah dengan menggeser reflektor atau dengan merubah posisi model sampai mendapatkan apa yang kalian inginkan!

Kedua, Carilah lokasi yang sederhana tanpa banyak obyek2 yang bisa menjadi pengalih perhatian penikmat foto! Foto portrait bukan perkara lokasi, tetapi ada pada wajah.

Hal yang paling penting dalam foto portrait adalah: model tidak menganggap keberadaan kamera disana. Cobalah berbincang ringan dengan model kalian! lihat mata mereka dan lakukan pendekatan personal! Bantu mereka untuk melupakan keberadaan kamera dan keluarkan ekspresi terbaik mereka!

Satu rahasia mengeluarkan ekspresi mereka adalah dengan bercanda ringan dan bertanya tentang semua hal, seperti “bagaiaman harimu? Apa pekerjaanmu? warna apa yang jadi favoritmu?” Jika dia memperhatikan pertanyaan – pertanyaan Sobat pastinya dia akan menjawab dengan berbagai ekspresi. Carilah sedikit saja perubahan yang ada pada mata dan mulut mereka yang menunjukan ekspresi atau emosi. Komuniasi adakah kunci untuk sukses.

Ketiga, Potretlah menggunakan Depth of Field tipis, dengan aperture 2.0 atau 2.8 mengingat foto portrait adalah tentang wajah seseorang bukan keseluruhan lokasi foto.

Untuk mendapatkan “feel” foto portrait, bisa menggunakan lensa 70-200mm, 2.8, 135mm, 2.0 dan 50mm, 1.2.

Jika model kalian terlalu kaku atau kalian butuh cahaya tambahan, bisa meminta mereka bergeser atau berpindah tempat dengan cara seperti cermin, berdiri berhadapan dengan mereka dan demonstrasikan bagaimana posisi yang kalian inginkan

Keempat, Jangan terlalu serius! Kalian akan kehilangan momen – momen beharga! buatlah model kalian senyaman mungkin.

Kelima, Gunakan Angle kamera yang tepat! ketika memotret wanita yang sudah berumur, potretlah dari angle kamera tinggi yang mengarah ke bawah! ini menghindari terlihatnya kulit yang agak longgar di seputaran leher. Angle dari atas akan mengarahkan perhatian penikmat foto pada bagian atas wajah dan bukan pada rahang.

Untuk laki – laki, gunakan angle rendah yang mengarah ke atas! ini bisa menggambarkan model memiliki kuasa atau kekuatan dan lebih tinggi.

Berlatihlah terus dengan tips dan trik fotografi portrait diatas, jangan ragu untuk memindahkan model (atau reflektor) dan selalu lakukan observasi bagaimana dampaknya pada foto – foto kalian! Lakukan terus sampai mendapat foto portrait yang hebat!

Sumber: infotografi.com

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles