Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Apakah Referensi Membantu Dalam Mendesain UI?

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Dibawah ini 👇 adalah eksplorasi design saya di tahun 2015

Waktu itu, design saya cenderung:

  1. Layout nya Monoton 😐
  2. Kebanyakan bermain warna putih 👻
  3. Membosankan 😪

Lalu seorang teman menyarankan saya untuk mengubah referensi.

Akhirnya, saya meninggalkan referensi referensi yang sering saya gunakan dan mulai melihat referensi referensi yang lain.

Berikut adalah beberapa designer yang saya jadikan referensi…


1. Martin Strba


2. Jakub Antalik


3. Aurelien Salomon


Perubahan

Setelah mengubah referensi saya merasakan perubahan cara memandang suatu design. Saya jadi tahu bagaimana warna warna yang nyaman di mata, bagaimana cara membuat layout yang secara fungsionalitas bagus tetapi juga menarik untuk dilihat

Dan setelah merubah referensi, beginilah eksplorasi design saya… 👇


Tips browsing referensi:

  • Luangkan waktu 30 menit setiap hari
  • 1 hari untuk 1 jenis referensi (contoh: hari senin untuk browsing referensi mobile app, hari selasa untuk website, hari rabu untuk dashboard, dst)
  • Dan yang paling terpenting adalah jangan terburu — buru saat melihat suatu referensi. Nikmati setiap detail nya.
  • Cari tahu apa yang membuat design tersebut menjadi menarik, diskusikan dengan temanmu juga bisa menambah keseruan.

Semoga bermanfaat 🙂

sumber : medium.com – dwinawan

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles