Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

5 karakteristik desain interior industrial

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Konsep desain interior industrial umumnya digunakan pada interior kafe dan restoran karena identik dengan denah ruang terbuka. Tampilan lapang yang menjadi karakteristik interior industrial juga menarik perhatian kantor-kantor startup, yang kini mulai mengaplikasikan interior industrial. Ruangan yang lapang dan minim sekat akan membuat suasana kantor menjadi lebih santai dan tidak hierarkis.

Selain kafe, restoran, dan perkantoran, desain interior industrial juga mulai banyak diadaptasi dan direkomendasikan untuk bangunan residensial, seperti rumah dan apartemen. Gayanya yang minimalis, tegas, dan maskulin serta adanya perpaduan berbagai material interior menjadikan desain interior satu ini memiliki daya tarik tersendiri.

Nah, ingin tahu lebih detail mengenai karakteristik utama dari desain interior industrial? Yuk simak uraiannya di bawah ini!

1. Memiliki tampilan yang minimalis dan maskulin

nextluxury.com

Desain interior industrial memiliki tampilan yang minimalis dan maskulin, yang ditunjukkan  beberapa material utama yang digunakan seperti logam, beton, batu-bata, dan kayu. Sebagai contoh, beton atau semen biasanya digunakan pada dinding atau lantai dan susunan batu bata yang sering dijumpai untuk pembuatan dinding. Perpaduan unik antara material kayu dan logam pada perabot, seperti meja kayu dengan aksen logam pada kaki meja, juga menjadi karakteristik utama interior industrial. Selain material interior, penggunaan warna yang cenderung gelap seperti hitam dan coklat tua juga membuat tampilan ruangan berdesain industrial tampak lebih maskulin.

Tampilan minimalis juga dapat terlihat dari perabot dan ornamen dekorasi yang memiliki tampilan yang sederhana, tidak terlalu banyak detail, dan ramping. Agar kesan minimalis dapat tercapai dengan baik, penting juga untuk memilih perabot dan ornamen dekorasi yang tidak hanya digunakan sebagai bagian dari aspek estetika saja, tetapi juga memiliki fungsi. Sebisa mungkin, pilih perabotan yang memiliki lebih dari satu fungsi, seperti sofa yang bisa dijadikan kasur lipat atau meja ruang tamu yang memiliki laci untuk menyimpan barang.

2. Memiliki tampilan yang ‘unfinished

tinypartments.com

Desain interior industrial ditandai dengan tampilan ruangan yang unfinished, atau membiarkan beberapa unsur ruangan, seperti plafon, dinding, dan lantai tampak belum selesai. Dinding yang diekspos, konstruksi bangunan dan saluran pipa pada plafon yang dibiarkan begitu saja, menjadi visualisasi yang sangat atraktif. Memperlihatkan tampilan yang seolah-olah setengah jadi inilah yang membuat gaya interior industrial memiliki kesan yang tegas dan edgy.

3. Desain industrial lahir dari kebutuhan untuk mengonversi sebuah bangunan tua seperti pabrik

curateanddisplay.co.uk

Desain interior industrial lahir dan berkembang sepanjang abad ke-19. Gaya desain industrial awalnya lahir dari kebutuhan untuk mengalihfungsikan bangunan tua atau yang sudah tidak terpakai, seperti pabrik atau sebuah lumbung tua untuk dijadikan sebagai hunian atau tempat tinggal.

Tidak hanya berdiri sendiri, desain interior industrial juga dipengaruhi oleh beberapa desain interior seperti vintage dan bohemian. Sentuhan gaya vintage dan bohemian pada interior industrial biasanya hadir melalui furnitur dan ornamen dekorasi. 

4. Menggunakan material kayu atau beton sebagai flooring

archdaily.com

Ruangan yang mengadaptasi desain interior industrial biasanya menggunakan material kayu atau beton sebagai flooring. Lantai parket dengan kepingan kayu tersebut dapat dibuat dengan bentuk horizontal, vertikal, ataupun zigzag. Teman Narasi dapat memilih tampilan kayu yang glossy karena lantai kayu dengan tampilan yang kasar akan membuat ruangan justru terkesan rustic, bukan industrial. Pilihan alternatif lainnya yang juga selaras dengan karakteristik interior industrial adalah beton atau semen. Dengan tampilan flooring yang kasar dan banyak tambalan justru menjadi gaya unik yang dimiliki oleh jenis desain interior ini.   

5. Identik dengan konsep open space dan high ceiling

designboom.com

Konsep desain interior industrial biasanya digunakan pada ruangan yang memiliki denah open space, sehingga ruangan dibuat tanpa sekat, langit-langit dibuat lebih tinggi, dan membiarkan struktur bangunan atau susunan pipa tetap terlihat. Jika ruangan ingin dibuat menjadi 2 lantai, konsep split level dapat digunakan agar ruangan tetap terasa lapang.

Untuk Teman indonesia mendesain yang sedang mencari inspirasi desain interior kekinian untuk dijadikan tempat usaha atau bahkan hunian, desain interior industrial patut dicoba! Semoga kelima karakteristik dasar di atas dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas, agar teman lebih yakin lagi memilih desain interior industrial. Selamat berkreasi dan happy living!

sumber:narasidesign.com

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles