Tau Ga sih 6 Manfaat Membuat Konten Visual Untuk Bisnis? Yuk Ketahui!

Pada suatu hari Rahman berangkat dari kampung halamannya menuju kota rantauan tempat pamannya tinggal. Rahman hendak melanjutkan pendidikan di sebuah kota besar di timur Jawa.

Masalahnya, Rahman tidak ingat pernah datang ke kota tersebut. Rahman hanya dibekali sebuah kertas oleh bapaknya di kampung dan ingatan samar-samar di masa kecil tentang rumah paman. Kertas dari bapak ada coret-coretan denah lokasi tempat tinggal sang paman dan sebuah foto rumah. Coret-coretan yang minim kalimat. Hanya ada beberapa simbol dan penjelasan arah mata angin.

Rahmah kemudian berangkat ke kota besar tujuannya.

Singkat cerita Rahman sampai di terminal bis kota tujuan. Dia kemudian membuka lagi peta yang ia bawa. Ia mulanya kebingungan karena petunjuk yang diberikan cukup asing baginya. Apalagi di kota ini dia masih belum mengenal siapa-siapa kecuali pamannya. Paman pun tidak memiliki alat komunikasi, alhasil Rahman harus mengandalkan kemampuannya sendiri.

Dari peta yang ia miliki itu, Rahman mulai mencari petunjuk. Petunjuk pertama adalah sebuah kantor polisi yang dekat dengan tempat tinggal paman. Di peta disimbolkan dengan rumah dengan keterangan “Polisi”. Rahman kemudian bertanya pada warga di mana kantor polisi terdekat.

Rahman diberi petunjuk bahwa kantor polisi terdekat ada di seberang jalan layang. Rahmah hanya perlu berjalan kaki 10 menit menuju kantor polisi sesuai dengan peta. Tidak lama berjalan, Rahman bisa melihat kantor polisi dari kejauhan. Ia kemudian ingat kalau sepertinya bapak Rahmah pernah berhenti di kantor polisi ini untuk bertanya letak rumah paman.

Dari kantor polisi tersebut Rahman melihat lagi peta, kali ini dia hanya perlu mengingat rute sederhana menuju rumah paman. Kapan belok kanan dan kapan belok kiri jalan ia cermati kemudian ia ingat dalam pikirannya. Rahman juga mencoba untuk bertanya pada polisi yang berjaga.

Keputusan Rahman untuk mengingat benar, karena tidak lama kemudian hujan turun dan membasahi peta miliknya. Rahman tidak lagi punya petunjuk selain ingatan dalam kepalanya dan informasi dari polisi.

Rahman ingat polisi berkata tentang ada pertigaan dengan rambu warna kuning besar di atasnya. Pertigaan semakin dekat saat Rahman berjalan kaki ke arah barat. Dari pertigaan itu Rahman perlu mencari gapura berwarna hijau.

Gapura itu ternyata ada di sebelah kanan Rahman. Tidak jauh dari pertigaan. Rahman kemudian jalan menyusuri gapura dan kemudian mulai mencari rumah yang sesuai dengan foto yang ia punya.

Di foto, tampak depan rumah itu berwarna merah menyala. Ada pohon mangga kecil tumbuh di pelataran samping rumah tanpa pagar itu.

Namun saat Rahman hujan-hujan menyusuri kampung, tidak ia temukan rumah berwarna merah. Ia hanya menemukan satu rumah dengan pagar rendah berwarna kuning. Sementara rumahnya bercat warna kebiruan. Satu yang Rahman sadari adalah rumah itu memiliki pohon mangga yang besar dan rindang.

Rahman mencoba mencocokkan rumah itu dengan foto miliknya. Ternyata mirip, tapi Rahman masih ragu. Ia kemudian mencoba mengetuk rumah. Dan ternyata benar rumah itu adalah rumah paman Rahman.

Akhir cerita, Rahman berhasil menemukan rumah pamannya dan bisa mulai tinggal di kota besar itu bersama sang paman.

Cerita ilustrasi di atas adalah cerita yang dimaksudkan untuk menjelaskan bagaiman cara kerja otak manusia dalam memproses sebuah informasi. Dari informasi yang ada Rahman bisa mencapai tujuannya dengan mengandalkan ingatan visualnya.

Nah dipembahasan kali ini kita akan berbicara tentang bagaimana manusia mengandalkan kemampuan memproses informasi berbasis visual.


Photo by Soroush Karimi on Unsplash

Manusia adalah makhluk visual

Manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan untuk mencerna informasi jauh lebih kompleks dibandingkan makhluk lain. Salah satu bentuk dari informasi tersebut adalah informasi berbentuk visual. Informasi yang paling dominan dicerna oleh manusia.

Menariknya, manusia pada dasarnya adalah makhluk yang sangat bergantung dengan visual sebab kemampuan memori manusia didominasi oleh gambar. Ini yang kemudian menyebabkan banyak sekali informasi dan edukasi dilakukan menggunakan gambar dibandingkan dengan tulisan.

Petunjuk jalan atau rambu-rambu jalan misalnya, mayoritas menggunakan gambar dan bukan kata-kata. Jika manusia tidak mengenal gambar, mungkin semua itu akan berbentuk kata-kata dan akan sulit untuk dicerna.

Memangnya salah jika hanya menggunakan kata untuk petunjuk jalan? Tentu saja itu tetap bisa dilakukan namun hasilnya tidak maksimal. Sebab rambu-rambu yang menggunakan gambar visual akan lebih mudah di kenali dan dipahami dibandingkan kata-kata.

Kata-kata cenderung tidak inklusif karena ada persoalan perbedaan pemahaman bahasa dan konteks. Sementara gambar cenderung universal meski tidak sepenuhnya.

Apalagi jika digunakan di jalanan. Petunjuk harus bisa dimengerti dalam waktu yang sangat singkat karena orang berkendara dalam kecepatan tinggi.

Penundaan pengambilan keputusan sepesekian detik saja bisa mengakibatkan kesalahan atau bahkan kecelakaan. Dan rambu-rambu bergambar bisa membantu pengambilan keputusan tersebut dengan lebih cepat karena penelitian membuktikan bahwa otak manusia mampu mengenali sebuah gambar secepat 13 milidetik.

Sebagai pemasar atau marketer kita tentu bertanya, “jika manusia bisa mengenali gambar secepat itu untuk keselamatan berkendara. Lalu bagaimana memanfaatkannya untuk sebuah brand?”

Photo by Y. Cai on Unsplash

Manfaat Menggunakan visual untuk bisnis

Bisnis membutuhkan identitas dan identitas ini sering dikenal dengan branding. Namun kita tidak akan banyak membahasa branding di sini. Kita hanya membahas tentang penggunaan visual.

Di era sosial media seperti saat ini visual menjadi sangat dibutuhkan untuk bisa menarik perhatian orang. Jika dahulu sebelum adanya internet, bisnis hanya dipasarkan menggunakan media visual seperti koran, majalah, buku, banner, baliho kemudian televisi,

Semua media visual di atas adalah komunikasi masal yang menyasar pada semua orang. Padahal tidak semua orang membutuhkan produk atau jasa yang sama.

Sementara saat ini sudah ada begitu banyak komunikasi yang dilakukan oleh bisnis dan perusahaan. Dan semua orang berlomba-lomba untuk bisa menarik perhatian audiens yang dibombardir oleh ribuan informasi setiap harinya.

Coba lihat data ini.

  • Ada 28 ribu posting baru di Instagram setiap detiknya.
  • Ada 27 juta pesan dikirimkan setiap hari melalui Whatsapp.
  • Ada 60 jam lebih konten yang diunggah melalui Youtube setiap menit.
  • Ada 1500 pos lebih yang diterbitkan melalui WordPress setiap menit.
  • Ada 9.000 cuitan dikeluarkan setiap detik di Twitter.

Data-data mengejutkan itu terjadi dalam hitungan yang sangat singkat. Sementara bisnismu perlu untuk bersaing dengan itu semua agar bisa dikenal oleh target pasar yang dituju.

Bagaimana caranya bersaing dengan ribuan informasi baru itu? Caranya adalah dengan menggunakan konten visual. Konten visual jenis dan bentuknya bermacam-macam. Namun secara umum konten visual bisa memberikan manfaat pada bisnis.

Photo by David Rangel on Unsplash

Berikut adalah manfaat konten visual pada bisnis:

1. Konten visual mudah dikenali dan diingat

Sebagaimana ilustrasi di awal bahwa informasi visual akan mudah dikenal dan diingat. Begitu pula jika bisnis menggunakan konten visual. Bisnis akan mudah dikenali dan juga diingat oleh calon konsumen dan pelanggan.

Itu mengapa bisnis harus bisa membuat konten visual dengan baik di setiap kanal informasi yang digunakan. Entah itu di sosial media, di televisi, di koran, di majalah atau pun di website.

2. Konten visual meningkatkan interaksi

Konten visual yang baik akan bisa meningkatkan interaksi karena manusia cenderung menyukai hal-hal berwarna-warni. Dengan adanya interaksi brand akan bisa membangun hubungan dan relasi berkelanjutan dengan calon konsumen ataupun pelanggan.

Tentu saja jika bisnis tidak membuat konten visual maka tidak ada pesan yang disampaikan alhasil tidak akan ada interaksi yang tercipta apalagi penjualan.

3. Konten visual mengoptimalkan fungsi mesin pencari

Mesin pencari adalah salah satu cara menemukan brand di jagat internet seperti saat ini. Lewat konten visual, brand akan mudah dikenali dari identitasnya yang khas. Selain itu konten visual juga bisa memperkuat kepercayaan pengguna mesin pencari pada brand yang menawarkan solusi pada masalah yang dialami.

4. Konten visual meningkatkan jumlah follower

Bagi brand yang mengandalkan sosial media, jumlah follower bisa diibaratkan sebagai sebuah jangkauan pasar yang ingin bisa diubah menjadi pembeli. Itu sebabnya meningkatkan jumlah follower adalah penting.

Kabar baiknya, untuk meningkatkan jumlah follower brand juga bisa menggunakan konten visual. Lewat konten visual ini orang yang sebelumnya tidak follow akan melakukan interaksi dengan konten yang diberikan, dan jika tertarik ada kemungkinan ia akan menjadi follower untuk menyimak informasi yang terus diberikan oleh brand.

5. Konten visual bisa memicu emosi

Konten visual selain mudah diingat, ternyata juga bisa memicu reaksi emosional dari seseorang. Penyebabnya adalah karena visual bisa menggambarkan perasaan apa yang dirasakan ketika seseorang relate dengan sesuatu.

Hal yang paling terasa adalah ketika seseorang menonton film dan terbawa cerita. Mereka sedang menonton konten visual yang telah membuat merek larut dalam emosi di dalamnya. Begitu pula dengan konten visual lainnya.

6. Konten visual membuat brand dipercaya

Kemampuan konten visual yang bisa membuat audiens mudah ingat, terbawa emosi, dan terlibat interaksi pada akhirnya akan bisa membuat brand menjadi lebih dipercaya. Kepercayaan ini tumbuh karena proses-proses yang terjadi selama audiens berinteraksi lewat visual-visual yang diberikan oleh brand.

Photo by David Lezcano on Unsplash

Nah, maka jelas bahwa konten visual untuk bisnis adalah hal yang sangat bermanfaat. Sehingga sangat disarankan bagi brand dalam melakukan bisnis untuk terus membuat konten visual.

Konten-konten visual yang ada dan diterbitkan oleh brand akan memberikan dampak sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Misalnya seperti menjangkau pasar lebih luas, meningkatkan follower, menumbuhkan komunitas loyalis brand, dan tentu saja meningkatkan penjualan.

Brand sering kesulitan membuat konten

Sayangnya, tidak semua brand mampu untuk membuat konten visual yang baik. Padahal tanpa konten visual yang baik, manfaat-manfaat di atas tidak akan bisa memberikan dampak yang diinginkan.

Ada alasan yang paling lazim digunakan oleh brand saat mereka berusaha membuat konten yaitu tidak memiliki keahlian. Alasan ini adalah alasan yang sebenarnya tidak bisa dibenarkan karena bisnis pada umumnya telah memiliki pendapatan dan mengalokasikan dana untuk aktifitas pemasaran.

Dari alokasi dana ini perusahaan bisa memberikan pelatihan yang dibutuhkan oleh tim untuk membuat konten visual yang menarik dan bisa memberikan dampak pada bisnis. Atau alokasi dana yang ada bisa digunakan untuk merekrut pegawai baru yang memiliki kemampuan untuk membuat konten dengan baik.

Bagi perusahaan yang tentu tidak ingin keluar biaya untuk merekrut pegawai baru, opsi memberi pelatihan adalah pilihan yang paling memungkinkan. Karena pelatihan hanya membutuhkan waktu yang singkat dan biaya yang rendah.

Atau jika memang tidak ingin keluar biaya sama sekali. Bisa mencari berbagai referensi yang ada di internet. Ada begitu banyak panduan dan cara yang bisa ditiru untuk membuat konten visual yang menarik untuk bisnis.

Nah jadi untuk para pebisnis jangan pernah menunda ya untuk memiliki kapabilitas membuat konten visual. Ada banyak cara dan pilihan yang bisa dilakukan. Buat konten visual sekarang dan rasakan dampaknya pada bisnis Anda!

sumber: teknoia.com

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles