Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Perhatikan Hal Berikut Agar Foto Arsitektur Minimalis Anda Semakin Menarik!

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Fotografi minimalis adalah dapat melihat suatu objek dengan cara yang berbeda seperti bermain bentuk geometri, pencahayaan dan ruang.

EOS 6D, EF24-105mm f/4L IS USM, f/4.0, 105mm, 1/1250 detik, ISO100
Photo by : Asparukh Akanayev

DO : Pertimbangkan beberapa aspek

Ada beberapa pertimbangan sebelum memotret, komposisi, warna, goemetri, tekstur. Kamu dapat memikirkan pesan apa yang akan disampaikan dan bagaimana membuat foto tersebut menarik.

DON’T : Memotret tepi sebuah bangunan

Memotret objek dengan negatif space yang besar dapat membuat orang yang melihat bingung jika komposisi yang kamu buat tidak menuntun mata orang yang melihat ke subjek.

EOS 760D, EF-S18-200mm f/3.5-5.6 IS, f/3.5, 18mm, 1/40 detik, ISO200
Photo by : Susanne Nilsson

DO : Bermain dengan garis

Kamu dapat menggunakan garis-garis pada arsitektur untuk memberikan kesan kedalaman. Kamu dapat bereksperimen dan memilih komposisi yang paling menarik.

EOS 500D, EF-S18-200mm f/3.5-5.6 IS, f/5.6, 200mm, 1/250 detik, ISO1600
Photo by : Cristian Bortes

DON’T : Berpikir bahwa aturan sepertiga adalah satu-satunya aturan

Fotografer minimalis, Valentina Loffredo berpikir bahwa aturan sepertiga tidak berlaku dalam fotografi minimalis. “Saya tidak suka ketika suatu foto memiliki titik fokus di tengah tapi fokus pada foto tidak benar-benar ada disana.”

DO : Latih mata untuk melihat bentuk

Kamu dapat mencoba untuk tidak memotret sesuatu secara harafiah. Misalnya jendela tidak hanya jendela tetapi terdiri dari persegi, garis, dan kurva. Tangga terdiri dari segitiga, diagonal, dan garis lurus. Kamu dapat melatih mata untuk melihat bentuk geometris sehingga dapat melihat suatu objek dengan cara yang lebih menarik.

DON’T : Memotret apa yang dipotert orang lain

Jangan memotret objek yang sudah biasa difoto oleh orang lain, dengan angle dan sudut yang sama. Biasakan untuk berkreasi dan cari sudut pandang baru ketika memotret dan tampil beda.

DO : Luangkan waktu untuk mengamati

Chan Dick, fotografer minimalis ini dapat menghabiskan waktunya untuk mengamati suatu bangunan sebelum memotret. Dengan menguasai objek yang ingin kamu potret, dapat memberikan sudut pandang dan komposisi yang menarik.

DON’T : Hanya memotret bangunan

Kamu dapat menambahkan elemen manusia pada suatu foto. Foto minimalis tidak hanya memotret seseorang pada sebuah jendela untuk menceritakan sebuah kisah dan emosi.

Sumber : keeindonesia.com

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles