Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Cara Start Gambar yang Benar, Pahami Dulu Hal ini!

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Belajar gambar sebaiknya dimulai dari mana dulu ya? Pertanyaan sepanjang jaman yang selalu diajukan oleh pemula yang ingin memasuki dunia gambar. Memulai belajar gambar memang terlihat mudah, namun salah langkah bisa mengakibatkan perjalanan proses menggambar terhambat atau terhenti sama sekali. Apakah mulai dari membeli alat? Mencari mentor? Mencari tutorial? Nah berikut ini adalah 5 hal yang harus dilakukan pertama kali saat mulai belajar menggambar!

1. BAGAIMANA atau MENGAPA?

Salah satu kesalahan artist pemula ketika mulai belajar menggambar, adalah sebuah pertanyaan “BAGAIMANA?”

“Bagaimana caranya menggambar yang keren, bagaimana cara menjadi artist terkenal, bagaimana biar gambar cepet improve?”

Pertanyaan “bagaimana” mengakibatkan kita fokus pada hal-hal teknis yang justru akan menyulitkan kita untuk memulai. Kita bisa saja memilih alat yang salah, teknik menggambar yang kurang tepat karena kita membutuhkan pengalaman atau petunjuk khusus. Jadi bagaimana sebaiknya? Ganti pertanyaan “bagaimana” dengan  “MENGAPA”!

MENGAPA belajar menggambar? Mengapa ingin jago gambar? Mengapa ingin berkarir di bidang ilustrasi?

Pertanyaan “MENGAPA” akan memberi kita sebuah jawaban tentang “PURPOSE”.  Jawaban dari pertanyaan ini akan menjelaskan apa yang MIMPI dan HARAPAN kita sendiri. Purpose atau tujuan yang jelas akan membantu kita membuat landasan bagi proses selanjutnya.  Kita jadi tahu prioritas dan masterplan ktia sejak dini. Dengan menemukan alasan itu kita akan memiliki motivasi kuat untuk menjalani proses seberat apapun TANTANGANNYA. Makin penting alasannya makin besar dorongan untuk mengejarnya, apalagi jika itu menyangkut kelangsungan hidup.

Bagaimana mengerti tujuan hidup kita? Untuk mengerti purpose atau tujuan kita, kita bisa menggali 2 MOTIF yang secara kuat mendasari manusia dalam bertumbuh, yaitu:

REPLICATION:

Naluri berkembang biak. Misalnya dorongan untuk menemukan pasangan. Naluri ini telah membantu manusia menguasai muka bumi dan menjadi mahluk yang unggul di antara mahluk hidup lainnya. Bahkan sel-sel mahluk hidup memiliki sistem replika untuk melangsungkan hidupnya. Mungkin kalau jaman sekarang bisa diartikan dengan dorongan untuk melanjutkan keturunan atau mendapatkan pacar keren bagi yang masih muda.

SURVIVAL:

Dorongan bertahan hidup. Misalnya ada ancaman yang membuat nyawa kita terancam kalau tidak melakukan sesuatu. Naluri dasar ini dulu menyelamatkan manusia dari ancaman kepunahan karena binatang buas, bencana dan ancaman hidup lainnya. Di jaman sekarang, ketakutan ini bisa berupa ketakutan gagal, tidak memiliki masa depan atau ketakutan memiliki hidup yang lebih baik.

Temukan dalam diri kita rasa sakit/takut yang ingin dihindari dan apa rasa senang yang ingin kita cari, disitulah dorongan terbesar akan kita temukan!

Jadi mulai sekarang, pikirkan lagi alasan “mengapa” kita menggambar dan di saat kita mengalami sebuah tantangan atau hambatan, selalu kembali ke titik “mengapa” kita mengawali proses ini.

“Menggambar itu pekerjaan yang berat, tapi gw juga sadar gw nggak akan sanggup kalo hidup tanpa menggambar”  – Bramasta Aji

2. ROLE MODEL.

Sosok role model dalah orang yang kita lihat telah meraih sukses di bidang yang kita sukai. Role model akan menjadi sosok panutan kita dalam berkembang dan meraih sukses. Dengan memiliki role model proses belajar dan berkembang kita menjadi makin efektif karena kita bisa menetapkan fokus dan prioritas dalam mengembangkan skill. Tanpa role model proses belajar kita menjadi tak terarah dan melebar ke mana-mana, tanpa fokus, target dan prioritas jelas.” Belajar painting, vector, realisme, semua dipelajari  dan kita kumpulkan tutorialnya. Akhirnya kita bisa seorang “Jack of all trades master of none” atau seseorang yang bisa banyak tapi sedikit. Kita juga bisa menjadi pecandu tutorial yang tidak pernah diaplikasikan dan hanya mengumpyulkannya dalam folder download bergiga-giga.

Temukan role model yang tepat dan spesifik.  Pelajari berbagai hal dari role model kita, style dia, cara berpikir dan bekerja dia dalam menggambar, bagaimana ia membangun karir gambarnya. Role model ini boleh lebih dari satu.

Ingat, tidak ada role model yang sempurna. Tugas kita adalah menyerap sebesar mungkin energi dari role model kita secara positif. Temukan role model yang tepat dan spesifik. Pelajari berbagai hal; style, cara berpikir dan bekerja dalam menggambar, bagaimana membangun karir gambar dan semua ”proses”nya.

3. BERSYUKUR.

Ketika kita telah memiliki role model, kita harus menyadari bahwa kita mungkin punya kapasitas yang berbeda. Bisa jadi kita tidak memiliki fasilitas atau privilege sebesar role model atau artist sukses lainnya.

“Jangan mengukur pencapaian karya kita dengan fasilitas yang kita punyai.”

Tidak memiliki fasilitas atau privilege yang setara bukan berarti kita tidak bisa mencapai sukses yang kita inginkan. Ada cara dan jalan berbeda bagi tiap individu dalam belajar dan meraih sukses. Syukuri apa yang kita miliki, walaupun itu misalnya hanya sebatang pensil. Gunakan apapun aset yang kita punyai dengan rasa beryukur semaksimal mungkin. Setiap artist akan memiliki pencapaiannya sendiri. Fokus berkarya dengan apa yang kita miliki apapun yang terjadi!

“A bad workman quarrels with his tools.” – George Herbert

4. JANGAN SOMBONG.

Sombong bukan karena karya kita bagus, kita bisa sombong karena karya kita jelek. Kita merasa kita hanya akan posting gambar kita ketika gambar kita SUPER KEREN dan layak mendapat ribuan like. Tugas artist hanyalah berkarya dan memamerkannya! Tidak bisa hanya berkarya tanpa pamer atau sebaliknya. Sikap ini justru bisa membuat kita BERHENTI menggambar.

Jangan menetapkan ekspektasi yang berlebihan. Kita harus menyadari bahwa semua hal besar dimulai dari nol. Kita bisa keluar dari jebakan “sombong karena jelek” ini dengan berkarya dan mengijinkan orang lain mengapresiasi dan mengkritik karya kita. Sikap sombong kita bisa muncul sebagai reaksi defensif kita dari ancaman kritik atau karya kita tidak diterima dengan baik. Untuk menjadi artist besar kita mutlak belajar rendah hati dan terbuka untuk setiap masukan dan SIAP belajar.

5. 1%

Apakah 1% itu? Adalah sebuah prinsip untuk mendapatkan hasil secara konsisten 1% setiap hari. JANGAN menunggu “moment sempurna” untuk membuat karya yang luar biasa.

“Compound Progress” adalah bagaimana kita mendapatkan 1% sehari dan kita akan mendapatkan 365 kali lipatnya dalam 1 tahun! Kita tidak akan pernah menyadari nilai 1% dari usaha kita namun kita akan terkejut dengan 365% yang akan kita raih di akhir tahun.

Saat belajar kadang kita merasa harus mengejar pencapaian role model kita dalam waktu singkat. Hal itu mustahil terjadi. Seorang artist membutuhkan waktu yang panjang hingga karyanya cukup layak mendapatkan kesuksesannya.

“Di balik karya keren artist besar yang kita lihat hari ini, ada ribuan karya TIDAK keren mereka yang tidak kita lihat. 365% kita terbentuk dari tiap 1% kita.”

Nha itulah 5 hal yang harus dilakukan untuk memulai belajar menggambar. Dengan memahani 5 hal tadi kita akan memiliki dasar yang kuat dan akan menjadi senjata kita untuk menyerap semua skill teknis dan non teknis dalam proses perkembangan kita. Selamat belajar gambar!

Sumber: carrotacademy.com

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles