Kenalin Penggiat Designer Toys di Indonesia

Dalam dunia mainan designer toys termasuk aliran baru di antara mainan konvensional, yang pada masanya diciptakan oleh artist dan designer yang biasanya hanya diproduksi secara terbatas. Para artist menggunakan material yang ber variasi, seperti plastic ABS, vinyl, kayu, metal, logam dan resin.

Urban vinyl adalah format lain dari designer toy, meskipun istilah ini kerap tertukar dan disalahpakai dengan istilah designer toy. Tidak semua designer toys masuk ke dalam klasifikasi urban vinyl, tapi urban vinyl bisa dikatakan sebuah designer toys, berdasarkan proses produksinya. Cabang dari designer toys ini tidak hanya urban vinyl. Masih ada resin toys, designer plush, gashapon, dan yang lainnya.

Kemunculan designer toys pun sejalan dengan munculnya urban vinyl yang mulanya diprakarsai oleh Michael Lau, seorang artis yang pertama kali membuat urban figures di Hong Kong pada akhir tahun 1990. Nama lain sebagai pencipta urban vinyl figures adalah artis/designer dari Jepang bernama Takashi Murakami yang karyanya sudah dipamerkan lintas negara; Designer asal Australia, Nathan Jurevicius’s Scarygirl yang terkenal dengan karakter komik dengan namanya.

Singkat cerita, designer toys sampai wabahnya ke Indonesia. Eric “Thunderpanda” Wirjanata, adalah salah satu nama yang kerap muncul bila berbicara mengenai designer toys dalam negeri. Ia adalah salah satu toy designer yang cukup produktif berkarya.


Lemi “the space wanderer” karya Thunderpanda.

Paulus Hyu dari Jakarta, dan Touma dari Jepang adalah toy artist favorit Eric saat ini, “Saya suka desain mereka yang sederhana, kalau istilah saya efisien dan efektif. Karena cukup dengan bentuk lingkaran dan sedikit garis saja, mereka bisa memunculkan karakter mereka” alasan Eric menggemari mereka.


Karya Paulus Hyu (Instagram @paulushyu)


Salah satu buah tangan Touma

Seorang toys collector yang mempunyai ketertarikan khusus untuk designer toys bernama Vinodii (@vinodii)  menyebut Michael Lau, ThreeA dan Coarse sebagai favoritnya.

Ia memuja Michael Lau justru karena dulu Ia mengoleksi sneakers, lalu ada kolaborasi Nike dengan Michael Lau dengan paket boxset dan ada figure-nya. Dari situ tuh Vinodii mulai mencari tahu lebih tentang michael lau yang memang ternyata vinyl toys designer yang koleksi figurnya sangat urban dengan esensi hiphop culture di dalamnya. “dan karena perjalanan hidup gue dari kecil udah cinta sama musik dan culture hip hop jadi nyambung sih” tambahnya.


“Sneakers, celana gombrong, streetwear, bling-bling, hoodie, graffiti, elemen-elemen  itu ada di mainan-mainan  buatan Michael Lau.” –Vinodi

“Man… it’s Ashley Wood masterpiece” Ia serukan untuk mulai menjelaskan ThreeA. Sulit untuk tidak kenal dengan artist ini, karena reputasi Ashley Wood disebutnya sangat tersohor di antara pecinta komik/toys.


“Tapi ThreeA itu kan project-nya Ashley Wood sama Kim ThreeZero, dimana karakter-karakter buatan Wood yang tadinya cuma dibikin buku atau komik dibikin figurnya sama si ThreeZero yang detail mainannya keren2 banget.”

Nama terakhir yang Vinodii favoritkan adalah Coarse, “tapi mahal banget, hahaha” candanya, namun ia masih setia mengikuti update dari koleksi terbaru Coarse.


Karya Coarse (@coarselife Instagram)

Untuk dalam negeri, Eric merasa perkembangan penggemar vinyl toys di Indonesia sebenarnya semakin banyak, namun pembelinya berkurang. Keadaan ekonomi global menjadi salah satu faktor, terutama dampaknya terhadap vinyl toys di Indonesia, “karena vinyl toys itu harus diproduksi dalam jumlah besar, modalnya sangat besar dan harganya jadi relatif mahal.” tambah Eric. Namun demikian, Ia melihat artis-artis (toy designer) baru terus bermunculan.

Keadaan itu diperkuat oleh opini Vinodii, Ia menganggap di Indonesia tidak hanya peminatnya saja, bahkan designer vinyl toys memang bermunculan. Tetapi Ia merasa, peminatnya atau komunitas-komunitas di ranah ini tidak banyak. “ada, tapi mungkin lebih underground/low-key, jadi ga kedengeran”.

Designer toys adalah sebuah seni. Sebuah karya seni yang penyampaiannya melalui wadah mainan. Seni yang mempunyai value tersendiri, dan value ini bisa ditangkap oleh orang-orang seperti Eric dan Vinodii.

sumber:mldspot.com

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles