Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

11 Karakteristik Desain Interior Vintage yang Perlu Kamu Ketahui

- Advertisement -

Mengenal Karakter Desain Vintage yang Unik

- Advertisement -
- Advertisement -

Masing-masing gaya desain interior pasti memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya saja desain industrial yang identik dengan material besi, desain minimalis yang didominasi warna monokrom, desain Skandinavia yang identik dengan alam, hingga desain vintage yang identik dengan kesan jadul.

Ya, selama ini desain vintage dikenal sebagai gaya jadul dan sering diterapkan oleh para wanita karena warna-warnanya lembut. Tapi tahukah kamu beberapa ciri khas lain dari desain vintage? Kalau belum, langsung saja simak 11 ciri desain vintage yang belum kamu tahu berikut ini!

1. Penggunaan furnitur jadul

ciri desain vintage adalah furnitur jadul

pinterest.com

Ciri desain vintage adalah identik dengan kesan jadul sehingga furnitur yang biasanya digunakan juga bernuansa jadul. Furnitur jadul pada desain vintage ada 2 macam; furnitur dengan model yang populer di masa lampau dan furnitur dengan model modern yang terkesan lusuh.

Contoh furnitur dengan model yang populer di masa lampau adalah meja, kursi, dan lemari jengki. Furnitur dengan model jengki ini populer pada tahun 1950 hingga 1970-an. Ciri khas dari furnitur model jengki ini adalah penggunaan material kayu dan bentuk kaki furnitur yang mengerucut dan tidak tegak lurus. Kursi goyang dengan kayu yang melingkar pun populer di masa lampau.

furnitur desain vintage

pinterest.com

Sedangkan untuk furnitur dengan model modern yang terkesan lusuh ini bisa dibuat sendiri dengan cara mengecat ulang sebuah furnitur kesayangan dengan efek cat mengelupas di beberapa bagian. Tidak hanya dengan mengecat ulang, kamu bisa mengalih fungsikan sebuah benda menjadi furnitur untuk kesan desain vintage yang khas.

Misalnya menggunakan peti bekas sebagai meja kopi atau drum bekas minyak berukuran sedang sebagai tempat duduk. Terlepas dari jenis furnitur yang digunakan, semua furnitur pada desain vintage terbuat dari kayu berkualitas yang dikerjakan menggunakan tangan, bukan dari plastik atau besi seperti furnitur buatan pabrik.

2. Penggunaan warna pada desain vintage

penggunaan warna pada desain vintage adalah warna lembut

idealhome.co.uk

Ciri khas yang paling mudah ditebak dari desain vintage adalah penggunaan warnanya. Desain vintage umumnya didominasi dengan warna-warna lembut atau warna pastel seperti hijau telur asin, biru muda, oranye, kuning, merah, pink, dan akuamarin.

Warna-warna tersebut diterapkan pada dinding, lemari TV, dekorasi, sofa bed, hingga peralatan makan. Makanya, kamu akan sering menemukan desain vintage yang diaplikasikan di ruang tamu. Hal yang membuat desain vintage begitu digemari oleh kaum hawa dan cenderung kurang diminati pria dewasa karena vintage adalah gaya dengan warna-warna yang lembut.

3. Pilihan dekorasi yang khas

dekorasi desain vintage

aliexpress.com

Dekorasi wajib pada desain vintage adalah dekorasi vas bunga berukuran sedang yang lengkap dengan beberapa tangkai bunga. Vas bunga ini bisa diletakkan di meja TV untuk menemani televisimu atau meja makan sebagai pemanis suasana di dalam ruangan.

Untuk tambahannya, dekorasi yang juga banyak menggunakan desain vintage adalah cermin dan jam antik. Cermin antik ini biasanya berbentuk persegi atau oval dengan bingkai dari kayu yang memiliki ukiran cantik. Sedangkan untuk jamnya menggunakan jam analog yang digantung di dinding atau jam berukuran besar yang lengkap dengan bandul.

4. Desain vintage banyak memakai barang elektronik retro

desain vintage pada benda elektronik

pinterest.com

Jika umumnya bahan atau material dasar furnitur pada desain vintage adalah bahan kayu dan memiliki model jadul, untuk barang-barang elektronik yang menggunakan desain vintage adalah bergaya retro. Barang-barang elektronik bergaya retro yang dimaksud di sini adalah TV cembung, radio, bahkan oven untuk dapur.

Untuk menemukan barang-barang elektronik ini bisa dibilang susah-susah gampang, karena jarang sekali ada barang elektronik yang diproduksi dengan gaya retro saat ini. Sebagai gantinya, kamu bisa mencari di pasar barang antik atau membongkar koleksi barang elektronik milik kakek dan nenek. Jika barang-barang tersebut sudah tidak bisa berfungsi, kamu masih bisa meletakkannya di dalam ruangan sebagai dekor ruangan.

5. Penerapan motif pada sejumlah benda

motif desain vintage

pinterest.co.uk

Saat melihat hunian yang menerapkan desain vintage, kamu akan menyadari satu hal yang cukup mencolok yakni penerapan motif pada sejumlah benda. Motif yang menjadi ciri khas dari desain vintage adalah motif floral, dedaunan, burung, hingga motif abstrak yang berulang-ulang. Motif-motif tersebut biasanya diterapkan pada sebagian dinding, sarung bantal, tirai, sampai peralatan makan.

6. Model tempat tidur dengan kelambu

tempat tidur desain vintage

mellaniedesign.com

Tempat tidur yang menjadi ciri khas dari desain vintage adalah tempat tidur dengan model sederhana namun dilengkapi dengan kanopi atau kain kelambu. Kanopi dan kain kelambu ini akan menciptakan suasana yang nyaman dan lembut, sehingga bisa mempengaruhi kualitas tidur penghuninya. Selain itu, kanopi dan kain kelambu bisa membantumu tidur nyenyak tanpa gigitan nyamuk.

7. Hiasan dinding yang wajib pada desain vintage

bingkai foto desain vintage

pinterest.com

Hiasan dinding yang wajib ada pada desain vintage adalah bingkai foto dengan pinggiran berukir atau bergaya shabby chic. Ukurannya bisa disesuaikan dengan ukuran ruangan agar terlihat seimbang. Jika ingin bingkai foto ini terlihat lebih menarik, kamu bisa menyusunnya tanpa pola simetris dan menggunakan beberapa bingkai foto yang berbeda sekaligus.

Kamu juga bisa berkreasi dan membuat kolase bingkai foto. Dengan bingkai foto, kamu tidak memerlukan hiasan lainnya untuk melengkapi tampilan desain vintage pada hunian.

8. Lampu dengan hiasan yang khas

lampu desain vintage

pinterest.com

Rahasia cantik pada desain vintage adalah penerangan. Penerangan juga memiliki peran penting pada desain vintage. Biasanya penerangan yang digunakan berwarna kuning temaram agar ruangan terasa hangat. Pada desain vintage, penerangan ini didapatkan dari sejumlah lampu khas vintage. Lampu yang pertama adalah lampu meja dengan kap lampu berukuran sedang dari kain berenda dengan warna netral. Lampu berikutnya adalah lampu bohlam berukuran sedang hingga besar, baik yang tampil polos atau dilengkapi dengan penutup.

9. Identik dengan penggunaan wallpaper dengan corak vintage

wallpaper desain vintage bermotif

aliexpress.com

Hal yang paling umum digunakan untuk desain vintage adalah penggunaan wallpaper atau wall covering bermotif. Ada beberapa orang yang menggunakan wallpaper untuk melapisi seluruh dinding, ada juga beberapa orang yang menggunakan wallpaper hanya pada beberapa bagian dinding agar tidak terlihat terlalu sumpek. Motif wallpaper yang lazim digunakan adalah motif floral, abstrak, atau pepohonan.

10. Pelapis lantai khas desain vintage

lantai desain vintage

overstock.com

Kesan yang biasanya ditonjolkan pada desain vintage adalah kesan jadul dan nuansa yang hangat. Oleh karena itu, sebagian besar hunian dengan desain vintage akan menggunakan pelapis lantai berupa ubin terakota, parket, serta kayu. Khusus untuk penggunaan parket dan kayu sebagai pelapis kayu, sebagai pemilik hunian kamu harus memberikan perhatian ekstra terhadap perawatannya.

Seperti yang sudah kamu ketahui, lantai kayu memiliki plus minusnya sendiri, seperti mudah lapuk dan terkena baret sehingga harus rutin diberi cat pelapis khusus dan tidak boleh diinjak menggunakan sepatu hak tinggi.

11. Bentuk plafon yang beragam

plafon desain vintage

pinterest.com

Tak hanya barang-barang unik saja, bagian rumah yang seringklai menggunakan desain vintage adalah plafon. Bentuk plafon untuk desain vintage pun beragam. Pada sejumlah hunian dengan desain vintage, bagian plafonnya berbentuk datar ditutupi dengan material kayu sehingga ruangan terlihat rapi. Ada juga hunian yang bentuk plafonnya dibiarkan terbuka alias diekspos sehingga memperlihatkan struktur kayu penopang. Kesan yang berhasil diciptakan oleh penggunaan desain plafon vintage adalah kesan yang klasik dan lebih luas.

sumber:https:dekoruma.com

- Advertisement -

Latest articles

15.1k Followers
Follow

Related articles