Segalanya tentang simbolisme warna – part 2

Melanjutkan dari artikel sebelumnya, kita akan kembali membahas warna sebagai simbolisme, dengan warna ungu, coklat, hitam, abu-abu dan putih sebagai subjeknya.

Warna ungu

(FYODOR ROKOTOV (1736-1808) (‘Catherine the Great’, 1780)

Ungu adalah warna bangsawan, kekayaan, dan kekuasaan. Jaman dahulu, pewarna ungu sangatlah langka dan mahal. hanya orang kaya dan berkuasa yang mampu mengenakan pakaian dengan warna ini.

Catherine II, menyokong perkembangan seni, literatur dan pendidikan di Rusia. Koleksi personal seninya menjadi fondasi Hermitage Museum di St. Petersburg. dalam lukisan ini, ia digambarkan mengenakan gaun sutra ungu, dengan jubah bulu di pundaknya. sungguh sebuah pakaian yang pantas untuk status bangsawannya.

Warna coklat

(VINCENT VAN GOGH (1853-1890) (‘Shoes’, 1888 (Cat minyak pada kanvas)

Dengan warna tanah, kayu dan batu, coklat menimbulkan sifat keterampilan yang baik, alam natural dan kerendahan hati.

‘Shoes’ ini adalah lukisan sepatu orang desa yang terlihat ‘lelah’ dan hidup penuh kesusahan. Van Gogh menggunakan warna-warna gelap untuk menunjukan hal tersebut sekaligus menghormati derajat buruh.

Warna hitam

(KATHE KOLLWITZ (1867-1945) (‘The Widow’, 1922-23 (potongan kayu)

Kegelapan, kejahatan, kematian, ketakutan, magis, dan dukacita adalah sekian dari banyaknya interpretasi warna hitam. 

‘The Widow’ adalah sebuah seri dari portofolio bernama ‘Kreig’ (peperangan) yang menggambarkan tragedi manusia dalam perang dunia pertama. warna hitam sungguh cocok untuk keadaan sedih dan kelam dalam gambaran seorang istri yang memeluk memori almarhum suaminya.

Warna abu-abu

(PABLO PICASSO (1881-1973) (‘Goat Skull, Bottle and Candle’, 1952 (Cat minyak pada kanvas)

Abu-abu adalah warna natural untuk besi dan batu, namun bisa dikaitkan juga dengan hal negatif seperti cuaca kelam, kebosanan, kerusakan, umur lanjut, kematian, dan ratapan. Berdasarkan warna pembentuknya, abu-abu juga menjadi warna kematian (hitam) dan ketenangan (putih). 

‘Goat Skull, Bottle and Candle’ adalah sebuah karya modern bergenre ‘vanitas’ yang menanyakan ide moralitas manusia. Lukisan ini memberikan makna simbolik pada benda mati, seperti: tengkorak sebagai simbol kematian, dan lilin sebagai api kehidupan.

Warna putih

(KAZIMIR MALEVICH (1887-1935) (’Suprematist Composition: White on White’, 1918 (Cat minyak pada kanvas)

Jika ingin menggambarkan kedamaian, kesucian, dan kebaikan, gunakanlah putih.

Pada tahun 1915, Seniman Rusia ini mengembangkan style dalam seni abstrak yang ia sebut ‘Suprematism’. Malevich percaya keabstrakan yang suci memiliki kekuatan spiritual yang mampu membuka pikiran kepada ‘the supremacy of pure feeling’ dan tidak ada warna yang lebih suci untuk hal itu selain putiih. 

sumber: artyfactory.com

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles