Segalanya tentang simbolisme warna – part 1

Pengakuan dan apresiasi warna sebagai kekuatan simbolik bisa ditemukan sejak dahulu kala. namun, pengertian dan interpretasi simbolisme warna saling berbeda antar negara dan budayanya. Berikut penjelasan mengenai beberapa warna dan maknanya secara universal.

Warna merah

(PAUL GAUGUIN (1848-1903) (‘Vision After The Sermon’, 1888 (Cat minyak pada kanvas))

Merah biasanya di asosiasikan dengan api dan darah yang cocok untuk menginterpretasikan kemarahan dan kekerasan. untuk alasan yang sama, warna merah juga mampu menggambarkan rasa cinta dan gairah.

Dalam lukisan diatas, Yakub bergulat secara spiritual dengan malaikat di lapangan merah darah, sebuah gambaran atas perlawanan di dalam dirinya terhadap keinginan Tuhan.

Warna jingga

(Mark Rothko (1903-1970) (‘Orange and Yellow’, 1956 (Cat minyak pada kanvas))

Warna ini menjadi simbol untuk kreatifitas, perubahan, energi, dan ketahanan. ia juga merepresentasikan musim gugur. sebagai warna sekunder, jingga mengkombinasikan unsur warna sebelumnya: semangat kreatif dari merah dan energi kesenangan dari kuning.

Mark Rothko, seorang seniman ekspresionis abstrak Amerika, mendukung pengunjung yang datang melihat lukisannya  ini untuk mendekat dan mengalami pengalaman spiritual, seperti katanya: “a spiritual kinship with primitive and archaic art.”

Warna kuning

(VINCENT VAN GOGH (1853-1890) (‘Sunflowers’, 1889 (Cat minyak pada kanvas))

Kuning adalah warna matahari, suatu kehidupan yang menyokong planet kita. karenanya, ia menggambarkan kehidupan, energi, kesenanggan, harapan, dan kebijaksanaan.

‘Sunflowers’ secara keseluruhan, hampir dilukis hanya dengan warna kuning dan tanpa bayangan. ia mengekspresikan cahaya matahari ketimbang deskripsi detail atas bunga tersebut. Van Gogh juga menggunakan kuning sebagai simbol harapan atas kedatangan temannya Paul Gauguin ke Rumah Kuning di Arles. 

Warna hijau

(PAUL CEZANNE (1839-1906) (‘The Bridge at Maincy’, 1879 (Cat minyak pada kanvas))

Sebagai warna dari tanaman dan rumput, hijau identik dengan alam, kesehatan, dan perkembangan. namun, hijau juga bisa dikaitkan dengan hal negatif seperti iri dan kurangnya pengalaman.

Paul Cezanne menyebut lukisan diatas sebagai ‘construction after nature’. ia melihatnya sebagai sesuatu yang abstrak, dengan konstruksi dan penempatan warna diatas media dua dimensi. yang menjadikan ’The Bridge at Maincy’ sebagai suaka hutan nan indah adalah segudang warna hijau yang seakan menerangi lukisan tersebut. 

Warna biru

(JAMES MCNEIL WHISTLER (1834-1903) (’Nocturne, Blue and Silver: Chelsea’, 1871 (Cat minyak pada kayu)

Biru terasa paling menenangkan dari warna lainnya. sebagai warna langit, ia sudah digunakan sejak dahulu kala untuk menggambarkan surga. dalam mitologi klasik, biru di asosiasikan dengan dewa Venus dan Jupiter. Di Kristiani, simbol Ratu Surga Maria menggunakan warna biru. selain langit, ia juga mewarnai laut yang mempunyai kualitas: segar, suci, dan kebersihan.

Dengan warna biru yang menenangkan, ’Noctrue’ berhasil dalam menggambarkan senja dari Battersea dengan pemandangan ke arah Chelsea. Gaya seni ini sangat dipengaruhi oleh seni Jepang bernama ‘ukiyo-e’, “Gambaran dunia mengapung”

sumber: artyfactory.com

Latest articles

12.6k Followers
Follow

Related articles