Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Mencurahkan Emosi dengan Warna

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Pengetahuan mengenai teori warna sangatlah membantu untuk mengungkapkan perasaan dalam karya seni kita. warna bukan sekadar “warna”, namun bisa menjadi sebuah bahasa, kata-kata untuk mengungkapkan diri kita. 

Misalnya, kita bisa menjadi “merah” marah atau “hijau” penuh iri. kualitas hari juga seringkali kita ucapkan lewat warna, hari “abu-abu” terasa murung dan menghasilkan perasaan “blues”.

Harapan dan kebahagiaan

(VINCENT VAN GOGH (1853-1890) (‘Sunflowers’, 1888 (cat

minyak pada kanvas))

Lukisan Van Gogh menunjukan pengetahuan mendalam mengenai emosi yang dapat ditunjukan lewat warna. di lukisan ini, ia menggunakan kuning yang hangat untuk menciptakan hasil yang energik, penuh harapan dan kebahagiaan.

Di museum, lukisan ini dikelilingi dengan bingkai coklat tebal, namun ‘Sunflowers’ tampak bercahaya dari dalam.

Kesedihan dan keputus-asaan

(PABLO PICASSO (1881-1873) (‘The tragedy’, 1903

(Cat minyak pada canvas)

Diantara tahun 1901-1904, Picasso melukis dalam warna monokrom biru, merespon dengan kondisi mentalnya yang sedang rendah. hal ini dipicu oleh kematian sahabatnya, seorang pelukis Spayol, Carlos Casagemas. karya-karyanya dalam periode ini mendapat julukan ‘periode biru’.

Dalam lukisan diatas, ia menggunakan warna biru cool untuk menggambarkan dinginnya kesedihan dan keputus-asaan.

Kebisingan dan kegiatan

(ANDRE DERAIN (1880-1954) (‘The Pool of London’, 1906 (Cat minyak pada

canvas)

Dengan warna warm dan cool yang kontras dan saling bertabrakan, Derain menggambarkan kebisingan dan kegiatan di galangan kapal ini. ia menciptakan ilusi kedalaman dengan warna warm di latar depan yang menjadi makin cool ke background. pengaturan warna di landscape seperti ini disebut Aerial Perspective.

Derain adalah salah satu dari sekian pelukis yang dinamai ‘Les Fauves’ (Monster Liar) karena warna-warna bold dalam karyanya. Di masanya, karya seni dihargai ketika warna-warnanya lebih natural dan ‘terkontrol’. namun, para ‘Les Fauves’ percaya bahwa warna memiliki hubungan langsung dengan perasaan, dan mereka sangat suka menggunakannya pada ‘nada’ tertinggi.

Ide mereka ini akhirnya menjadi titik kemerdekaan bagi seniman untuk menggunakan warna sebebas mungkin dalam lukisannya.

Kesenangan dan kegembiraan

(JIM DINE (b.1935) (’The circus #3, 2007 (Cat

akrilik dan arang pada kanvas)

Jim Dine adalah seorang seniman yang menggunakan barang-barang dan bentuk biasa sebagai media kreatifitasnya. Karyanya lebih sering dikenal dengan aliran pop, walaupun agak sulit untuk memasukan karya-karyanya yang ber-genre luas ke dalam satu kategori.

Di lukisan dilukisan diatas, ia memakai warna utama yang cerah, dengan goresan kuas ekspresif. kombinasi ini menunjukan perasaan semangat khayalak, energi dan penampilan yang menyenangkan.

sumber: artyfactory.com

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles