Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Kolaborasi Ajaib Seni dengan Fine Dining

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Dengan menyatukan desain dan seni bersama, Molly Hatch membuat sebuah karya keramik yang kontemporer, dan penuh dengan nilai historis.

Dua identitas, satu seniman

‘Recite’ 2014 at The Smithsonian Cooper-Hewitt National Design Museum

Molly Hatch mempunyai dua identitas. di satu sisi, ia dihormati karena karya dekorasi piring dan peralatan makanannya yang sangat populer di (Web link) Anthropologie.

di sisi seni, ia sama dihormatinya dengan instalasi ‘lukisan piring’ nya, seperti yang terdapat di The Museum of Fine Arts, Boston dan The High Museum of Art, Atlanta.

Proses pembuatan keramik

Dari koleksi debut Hatch, ‘China Blue’

Hatch menamai dirinya sebagai pelukis “yang kebetulan memilih keramik dari pada kanvas.” ia tidak hanya memikirkan keindahan sebuah piring, namun juga kegunaannya setelah itu.

Semangatnya untuk keramik tidak berhenti disitu. bukunya, “A Passion for China: A Little Book About the Objects We Eat From, Live With and Love”, menelusuri sejarah dibalik keramik Cina dan peralatan makan, sekaligus mengapresiasi peran keramik dalam kehidupan sehari-hari.

“Selagi kita bergerak melewati kehidupan sehari-hari kita, memakan sarapan, meminum teh sore-sore, atau makan berkumpul bersama keluarga, motif keramik yang kita miliki menjadi saksi mata berharga dari cerita kita,” tulisnya.

Menghormati masa lalu

Molly Hatch sangat berdedikasi dalam menghadirkan kembali keramik dari masa lampau, namun dengan sentuhan kontemporer. “kemampuan dan detail dalam seni dekorasi sejarah selalu kaya akan ide,” katanya. “saya suka mempelajari barang-barang export Eropa dan Cina dari abad 18. dan saya sering melihat cara untuk menjadikan barang-barang masa lalu ini menjadi relevan dengan cara baru lewat pekerjaan saya.”

Instalasi ‘Physic Garden’

Salah satu karya paling ambisius dan terbaiknya adalah sebuah instalasi 400 piring, Physic Garden. dipamerkan pada 2014, ia terinspirasi oleh dua piring pabrik dari High Museum’s Frances dan Emory Cocke Collection of English Ceramics.

Display seni keramik ini meniru Chelsea Physic Garden, sebuah taman botanical di London tahun 1673. piring-piringnya dibuat dengan gaya Chelsea “Hans Sloane” di awal tahun 1750.

Buka jalan untuk seni keramik!

Eksibisi solo pertama Hatch bernama ‘Mimesis’

Hatch menyediakan visi baru dalam dunia seni dekoratif. ia juga memainkan peran penting dalam menjadikan keramik sebagai bagian seni rupa.

“saya ingin orang untuk melihat piring seperti melihat lukisan,” katanya, “Memikirkan ulang sarana yang familiar dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari sangatlah penting untuk mengeksplor hubungan sejarah dengan kontemporer.”

sumber: artistnetwork.com

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles