Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(): http:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Warning: getimagesize(http://indonesiamendesain.com/wp-content/uploads/2020/09/Screen-Shot-2020-07-16-at-13.07.54-300x136.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/yfzbjhce/indonesiamendesain.com/wp-content/plugins/td-cloud-library/shortcodes/header/tdb_header_logo.php on line 792

Ini Nih! Kesalahan Mainstream Pemula Digital Art

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Sebagai seorang pemula dalam seni digital, pasti ada saja kesalahan yang pernah kamu lakukan. Bukan berarti haram hukumnya jika kamu tidak melakukan semuanya dengan benar, tetapi kesalahan ini merupakan bagian dari proses belajar. Ingatlah bahwa kesalahan itu penting untuk dipelajari, namun jangan sampai dilakukan berulang-ulang. Ada baiknya kamu mencari solusi untuk masing-masing kekurangan tersebut sebagai jalan untuk menghadapinya. Nah, ini dia beberapa kesalahan umum yang dilakukan saat melukis digital.

  • Tidak Punya Ide

Terkadang pemula melakukan semuanya tanpa konsep. Semua dibiarkan mengalir begitu saja. Saat di tengah jalan kamu akan kehilangan arah dan kebingungan, “Sebenarnya saya mau bikin apa sih?”. Ada baiknya kamu mencari ide terlebih dahulu. Jika ide di kepalamu nihil, kamu dapat mencarinya di internet. Ada banyak karya-karya indah dari berbagai digital painter dengan segala ciri khas aliran seni yang mereka miliki. Ketahuilah bahwa brainstorming ide itu penting. Setidaknya kamu jadi punya arah gaya dan konsep saat melukis.

  • Terlalu Fokus Pada Detail
Contoh lukisan yang detail (sumber: behance.net/muralimeera)

Lanjut ke poin nomor dua yaitu terlalu fokus pada detail. Kejadian seperti Ini sering banget terjadi. Ingin menambah detail di mana-mana dan mencoba untuk memperbaiki setiap inci lukisan yang kamu buat. Bukan masalah jika ingin memberikan yang terbaik pada lukisanmu. Mungkin membuat detail adalah salah satu cara yang kamu pilih. Ketahuilah bahwa karya yang hebat tidak melulu soal detail yang rumit, tetapi dari gagasan utama dan konsep yang kamu hadirkan di dalam lukisanmu. Hindari penggunaan detail yang berlebihan. Buat area titik fokus sebagai point of interest. Sehingga lukisanmu tidak kehilangan arah dan sedap dipandang.

  • Menggunakan Warna Putih Sebagai Background
Warna artwork (sumber: tutsplus.com)

Tahukah kamu bahwa warna abu-abu adalah warna yang paling ideal untuk background pada artwork? Dalam melukis digital sebaiknya menggunakan warna abu-abu terang (#808080) sebagai background. Dengan warna ini dapat mengubah sudut pandang kamu saat melihat warna lainnya. Jika menggunakan warna putih, maka corak warna gelap terkesan terlalu gelap. Sedangkan jika menggunakan warna hitam maka corak warna terang akan terkesan terlalu terang. Makanya warna abu-abu dianggap netral.

  • Menggunakan Warna Langsung dari Referensi Gambar

Di dalam aplikasi menggambar di laptop ada yang namanya eyedropper tool. Dengan menggunakan tool tersebut kamu dapat langsung mendeteksi warna yang ada di area yang kamu pilih. Misal kamu ingin mewarnai bagian rambut. Kemudian langsung mengambil warna yang sama pada gambar referensi menggunakan eyedropper tool. Memang sih kamu akan menemukan warna yang hampir sama dengan yang ada di foto, tetapi kamu akan kesulitan untuk membuat turunan warna berikutnya jika tidak terbiasa membuat gradasi. Ini tidak disarankan jika kamu terlalu sering menggunakan tool tersebut. Ada baiknya untuk memperdalam skill tentang brightness, hue, saturation, dan value. Jika sudah menguasainya, kamu jadi terbiasa untuk menemukan gradasi warna. 

Sumber: kreativv.com

- Advertisement -

Latest articles

7,350 Followers
Follow

Related articles